Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
Kanaya ngidam!!!


__ADS_3

seorang wanita tengah duduk diatas kursi dipinggir kolam renang rumahnya. tangan kanannya memegangngi sebuah kelana muda yang dirinya taruh diatas perut buncitnya yang sedari tadi diminumnya. sedangkan tangan kirinya dengan lihay menggeser-geser layar hpnya.


saat tengah asik melihat vido-vidio tik tok tiba tiba ponselnya bergetar tanda ada yang menelfonnya.


"iya Tan" ucap Kanaya ketika Sambungan telfon itu terhubung.


"heyyy dasar anak nakal hari ini adalah hari kamu cek kandungan" ucap dokter Mora marah marah.


yah yang menelfon Kanaya adalah dokter Mora. hari ini adalah jadwal Kanaya cek kandungan tapi lihatlah sampai jam segini dirinya belum datang juga.


Kanaya menggigit bibir bawahnya pelan "hehe sorry tan" cicitnya pelan


"maaf maaf yasudah saya tunggu sekarang" ucap dokter Mora


"siyap Tante cantik" jawab Kanaya kemudian mematikan sambungan telfon itu.


Kanaya segera bangkit dari duduknya dan segera bersiap siap sebelum dokter Mora memarahinya kembali. Kanaya tak ada niatan untuk menganti bajunya sama sekali. dirinya menggunakan daster kemudian dibalut dengan cardigan rajut dan tas yang senada tak lupa memakai kacamata hitamnya.


sangat perfeck bukan Mak muda yang satu ini??


Kanaya segera pergi meninggalkan rumahnya menuju rumah sakit tempat dokter Mora bekerja. Kanaya tak membawa mobilnya sendiri dirinya membawa sopirnya, dirinya ingat bahwa dokter Mora memarahinya saat dirinya membawa mobilnya sendiri kata dokter Mora tak baik buat kesehatan bayi Kanaya.


perjalanan dari rumah menuju rumah sakit menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit dengan kecepatan dibawah rata rata.


Kanaya segera turun dari mobilnya kemudian berjalan sedikit cepat ke ruangan dokter Mora. karena kurang hati hati Kanaya menabrak seseorang tapi untungnya Kanaya tak sampai jatuh tersungkur.


Kanaya melihat sekelilingnya tapi tak menemukan orang yang tadi menabraknya. mungkin itu orang buru buru pikir Kanaya.


Kanaya segera melanjutkan jalannya menuju ruang dokter Mora. Kanaya langsung masuk kedalamnya karena tadi dokter Mora bilang langsung masuk saja


"assalamualaikum Tante" ucap Kanaya memberi salam


"waalaikumsalam duduklah" jawab dokter Mora.


Kanaya segera duduk berhadapan dengan dokter Mora.


"dasar anak nakal darimana saja kamu" ucap dokter Mora.


Kanaya terkekeh ringan "hehehe sorry Tan Kanaya lupa kalau ada jadwal hari ini" ucap Kanaya cengengesan yang membuat dokter Mora geleng geleng kepala.


"dasar anak nakal lebih baik saya kembalikan kamu ke negara asalmu" ancam dokter Mora.


"dih enggak mau dongggg" bantah Kanaya


"cieee takut ketemu mantannya yah???" tanya dokter Mora mengompori Kanaya


"e-enggak" jawab Kanaya Gugup


"masaaaa tuh buktinya gugup boong yahhhh???" sahut dokter mora


"isttttt fine iyaaa Kanaya takut soalnya dia monster" jawab Kanaya membuat dokter Mora tertawa puas.


dokter Mora memang sudah mengetahui semua masa lalu Kanaya mulai dari perlakuan kasar keluarganya yang membuat Kanaya merasa kesepian dan kurang kasih Sayang dan pada akhirnya Kanaya mutuskan untuk pacaran bersama Vito dan berakhir hamil diluar nikah.


hal itulah yang membuat dokter Mora merasa iba melihat masalalu Kanaya. dan dari situlah hubungan keduanya mulai akrab.

__ADS_1


Kanaya itu orangnya mudah bergaul miskipun kadang dirinya cuek tapi tetap saja banyak orang yang ingin berteman dengannya, sebaliknya Kanaya pun membiarkan semua orang yang dekat dan ingin menjadi temannya menjadi temannya,bahkan kalau mau jadi sahabat juga boleh. itulah Kanaya


"bayimu sangat sehat" ucap dokter Mora setelah mengecek kandungan Kanaya


Kanaya tersenyum lebar "wohhh jelas dong anaknya siapa dulu" ucap Kanaya dengan pdnya.


dokter Mora menggeleng-gelengkan kepalanya "ada keluhan kah?" tanya dokter Mora.


"emm kaki kanaya sedikit bengkak Tan" jawab Kanaya


dokter Mora mengangguk kemudian melihat kaki Kanaya yang memang sudah bengkak.


"tak papa seringlah buat berjalan ringan" ucap dokter mora memberi pengertian.


Kanaya mengangguk patuh.


...🌻🌻🌻🌻...


"nyet" panggil Kanaya kepada Jane


"Apa?" jawab Jane sedikit emosi.


"nyet gw lagi ngidam makan rujak nihh" ucap Kanaya dengan wajah yang dibuat seimut mungkin


"rujak apaan?" tanya Jane kebingungan


Kanaya menggeplak kepalanya sendiri. dirinya lupa jika sahabatnya itu tak tau makanan semacam rujak.


"itu lohh yang buah buahan dipotongi kecil kecil terus dikasih sambal kacang" ucap Kanaya memberi pengertian.


"ya mana ada yang jualan rujak disini monyettttttt"


Jane memukul kepala Kanaya ringan "buah buahannya Bambang, Astagfiru—"


"—eitss no no no"


"dihhh"


"untukmu agamamu dan untukku agamaku"


Jane hanya mengangguk paham, dari pada Kanaya terus mengoceh ye kan. "ya sudah ayok kita beli Anas!"


Kanaya menggelengkan kepalanya kuat "gak gak gw gak mau beli" tolak Kanaya


"ya terus???lu mau nyuri gitu buahnya??" tanya Jane sedikit emosi. sungguh moodnya sedang rusak hari ini.


"nah itu yang gw maksud!! tapi bukan gw yang nyuri melainkan lu" ucap Kanaya dengan wajah bahagianya.


"Gak!!! gila yah lu??" tolak Jane dengan emosi


"ahhh jahat lu nyet masa tega lihat ponakan lu nangis didalam" ucap Kanaya berlagak sedih


"ya tapi eeeee emmm" ucap Jane gelagapan "yaudah fine kita nyuri!!!" ucap Jane menyerah


Kanaya tersenyum puas kemudian menarik tangan Jane menuju kebun milik tetangganya itu.

__ADS_1


"buruan naik nyett ambil tuh mangga" ucap Kanaya membuat Jane sedikit risih diatas pohon.


"yang sebelah kanan nyet"


"ehh atas lu nyet keknya matang"


"jangan yang itu nyet"


Jane membuang nafasnya perlahan kemudian langsung mengambil dua mangga dan segera turun tak memperdulikan teriakan Kanaya.


setelah itu Kanaya menyuruh Jane untuk mencuri buah mangga milik tetangganya itu. namun Kanaya hanya menunggu didepan gerbang saja. katanya dirinya takut nanti pemilik rumah keluar. licik bukan???


...satu jam kemudian👶🏻...


"huh selamat" ucap Jane sambil duduk disofa ruang tamu milik Kanaya


"yessss berhasilllll" sorak gembira Kanaya saat melihat buah mangga dan juga buah nanas yang Jane curikan khusus untuk Kanaya.


"huh lu nya enak lah gw??" protes Jane sambil mengipasi wajahnya dengan tangannya.


"hehe makasihh onty"


"yaudah gih sana buat" perintah Jane kepada Kanaya


"lah siapa bilang kalau gw yang buat?? kan tadi gw bilang maunya lu yang buat" ucap Kanaya dengan santainya


Jane diam tercengang mendengar penjelasan Kanaya "t-tapi kan—"


"—ga da tapi tapian sambalnya udah gw siapin dibelakang lu tinggal potongin tuh buah" sahut Kanaya memotong ucapan Jane


karena sudah tak punya alasan lagi Jane memutuskan untuk mengikuti perintah sahabatnya itu.


dengan malas Jane mencuci semua buah buahan dan juga memotongnya. setelah selesai Jane memasukan buah buahan yang sudah dipotongi itu kedalam mangkok berisi sambal kacang yang sudah Kanaya siapkan.


"huh selesaiii" ucap Jane langsung membawa mangkok itu ke ruang tamu tempat dimana Kanaya berada.


"nih makan" ucap Jane menaruh mangkok itu kemudian ikut duduk disamping Kanaya.


"awwww makasihhh" ucap Kanaya kemudian memakan rujak buatan Jane itu.


baru memakan empat suap Kanaya langsung menaruh garpu itu kembali "gak ah udah kenyang" ucap Kanaya dengan tidak berdosanya sedangkan Jane? dia sudah tak bisa berbicara lagi.


"nih lu aja yang makan anak gw maunya lu yang makan" ucap Kanaya dengan wajah polosnya.


...🌻🌻🌻🌻...


...jan lupa like🍼...


...udah itu doang🍼...


...gw udah capek ngingetin🍼...


...padalah apa salahnya pencet tombol jempol🍼...


...dah lah mls see you next time 🍼...

__ADS_1


__ADS_2