Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
Day 1 masuk sekolah


__ADS_3

pagi yang cerah, matahari mulai menampakan sinarnya, suara burung berkicau merdu menyambut pagi yang cerah ini.


Namun suara Kanaya tak kalah merdu dengan suara burung burung itu.


"Udah momy bilangin jangan pulang kemalaman kalian besok sekolah!! masih aja pulang malam!!kalian tuh bisa ga sih dengerin momy?sekali aja coba!"


"iya mom iya udah kami minta maaf untuk kemarin malam" ucap Rey sambil memegangi kedua telinganya.


"melawan terus kalau dibilangin!!" ucap Samudra mengompor-ngompori Kanaya.


"yasudah berangkat sana kalian!!" perintah Kanaya melihat jam ditangannya sudah menunjukan pukul tuju kurang seperempat.


"yasudah kami berangkat dulu" pamit Ray menyalami kedua tangan orang tuanya diikuti Rey dibelakangnya.


"hati hati dijalan, jangan ngebut!" ucap Kanaya mengingat sifat anaknya yang suka dengan balap montor.


"iya mom" jawab keduanya kompak kemudian langsung berjalan keluar rumah untuk mengambil montor ayahnya yang berada di garasi depan.


"lu apa gw?" tanya Ray kepada adiknya itu.


"lu aja deh gw males nyetir montor" jawab Rey langsung duduk dibelakang.


Ray langsung menancapkan gasnya pergi dari situ. tak peduli dengan sumpah serapahan orang orang Ray semakin menambah kecepatannya.


beberapa menit kemudian Ray sudah berhasil mencapai sekolahan dengan keadaan sehat dan tanpa cacat.


"wihhh slow men gw belum nikah" ucap Rey kepada kakaknya itu.


"bac0d lu!! biasanya juga gw bawa montor ugal ugalan" ucap Ray melemparkan kuncinya ke Rey.


"dapat kelas berapa?" tanya Rey dijawab gelengan kepala oleh Ray.


"seingat gw Dedy bilang kelas dua belas IPA satu" jawab Ray sambil menatap gedung yang berada didepannya.


"lah bocah perasaan gw baru kelas sebelas deh kok tiba tiba udah kelas dua belas aja??" tanya Rey kebingungan.


Ray menganggukkan kepalanya "kata Dedy dilompatkan jadi dalam waktu lima bulan kita sudah tamat tinggal nerusin kuliah disana" Jawab Ray membuat Rey tersenyum lebar.


"asik dongg" ucap Rey mendapat pukulan ringan dari Ray.


"asik bapak ko!! udah udah ayok buruan masuk kelas!!" ucap Ray berjalan meninggalkan Rey dibelakangnya.


sudah sekitar sepuluh menit berjalan mencari ruang kepala sekolah namun Ray dan juga Rey tak kunjung menemukannya mau bertanya pun semua orang sudah masuk kedalam kelasnya dan sudah mulai belajar.


"ah bngst lu tau jalannya ga sih?" tanya Rey emosi.


"ya sabar ini juga lagi nyari oon" jawab Rey sambil tetap berjalan.

__ADS_1


"WOII" teriak Rey kepada seseorang yang baru saja keluar dari toilet laki laki.


Dua R segera berlari menghampiri pemuda itu.


"iya?" tanya laki laki itu sambil menatap Ray dan Rey bergantian.


"Gw mau minta tolong" ucap Rey dengan senyuman manisnya.


"minta tolong apaan?" tanya laki laki itu.


"bisa tolong anterin kami ke kurang kepala sekolah atau langsung ke kelas dua belas IPA satu" jawab Rey


"ahh kebetulan gw mau ke kelas dua belas IPA satu" Jawab laki laki itu membuat dua R tersenyum senang.


"huh syukur lahh, yasudah ayokk buruan" ucap Rey menarik tangan laki laki itu.


"oh ya kalian siswa baru?" tanya laki laki itu diangguki oleh Rey.


"kenalin gw Riyan" ucap laki laki itu~Riyan


"gw Rey dan ini Abang gw Ray" ucap Rey memperkenalkan dirinya dan juga Abangnya.


mereka kembali melanjutkan jalan mereka sampai tepat didepan pintu bertuliskan 'XII IPA 1'.


Riyan segera membuka pintunya.


"waalaikumsalam, dari mana aja kamu?" tanya guru perempuan yang sedang mengajar itu.


"slow Bu slow, saya bawa siswa baru nih" ucap Riyan sambil menarik tangan dua R dan mengajaknya masuk.


"itu kan Ray Rey" teriak salah satu siswi histeris dilanjutkan siswi lainnya.


"heyyy sudah sudah diam!!" teriak guru perempuan itu membuat semuanya langsung diam.


"bagus..., kalian berdua silahkan perkenalkan diri kalian!!" perintah guru tersebut.


"Hay guys nama gw Reydinata putra dirgantara hobi gw bermain game and musik gw pindah ke sini karena momy ada pekerjaan disini and yang paling terakhir status gw singgel" ucap Rey membuat semua cowo visi berteriak histeris.


"kamu ini malah promosi!!" tegur guru Wanita itu.


Rey tersenyum menampakkan gigi putih rapinya "yaa siapa tau ada yang minat buk" ucap Rey lagi lagi membuat para ciwi-ciwi berteriak histeris.


"udah udah sekarang kamu" ucap guru itu menunjuk kearah Ray.


"Ray" jawab Ray dengan diangkat padat nan jelas.


semua orang tercengang mendengar ucapan dari seorang Raydinata. bagaimana mungkin dia memperkenalkan dirinya sesingkat itu?.

__ADS_1


"baiklah kalian boleh duduk dibangku paling belakang" ucap guru itu menunjuk salah satu bangku yang kosong.


"baiklah mari kita lanjutkan pelajaran kita!!" ucap guru itu membuat semuanya kembali fokus kedepan papan tulis, kecuali cewek centil yang selalu menatap kearah dua R.


setelah beberapa jam belajar didepan buku kini saatnya semua orang menikmati waktu istirahat.


"tuh bangku kosong" ucap Rey menunjuk bangku yang kosong, Ray segera mengikuti adiknya itu.


setelah mendapatkan tempat duduk keduanya segera menikmati makanan yang mereka beli dengan susah payah karena menunggu antrian.


tak lama kemudian kantin bertambah ramai karna kedatangan beberapa laki laki yang berjalan kearah bangku dua R.


Brak


Salah satu dari mereka dengan mendadak menggebrak meja dua R membaut keduanya terkejut.


"pergi kalian dari sini!!" ucap salah satunya membuat Rey sedikit emosi.


"dih siapa lu nyuruh nyuruh?" tanya Rey sewot.


"hahaha lu ga tau kan siapa gw? gw ini anak dari kepala sekolah disini!!" ucap salah satu dari laki laki itu dengan sombong.


"la terus? gw harus bilang wauu gitu?" tanya Rey kepada segerombolan laki laki itu.


"heh asal lu tau yah ini tuh tempat kita!!" sahut salah satu dari mereka membuat Rey sedikit tertawa.


"hah? tempat kalian? emang ada namanya disini? ga kan? berarti tempat ini milik umum!!" Jawab Rey membuat semua siswa maupun siswi yang mendengarnya tertawa


"banyak bac0d" ucap salah satu dari mereka langsung memukul pipi milik Rey.


"bngst" ucap Rey sambil memegang pipinya yang terasa panas.


Ray yang melihat adiknya dipukul didepannya pun segera berdiri dari duduknya dan menghampiri orang yang memukul adiknya.


Bugh


satu pukulan keras dari Ray berhasil mendarat dipipi mulus milik laki laki yang memukul adiknya itu, sehingga membuat laki laki itu meringis kesakitan.


"lamah" ucap Ray langsung pergi dari situ diikuti adiknya dibelakangnya.


Ray segera mengajak Rey ke UKS untuk mengobati lebam dipipi milik Rey.


"ahemm peduli amat Abang gw" ucap Rey membuat Ray menatapnya tajam


"gr!! gw gini karna nanti kalau momy lihat luka lu yang ada gw yang disalahin" ucap Ray mengembalikan obat obatan itu ke tempatnya.


"gw tau miskipun lu cuek aslinya lu tuh peduli banget bang" ucap Rey dalam hati

__ADS_1


__ADS_2