Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
perjodohan


__ADS_3

kanaya memasuki rumahnya dengan sangat malas. dirinya baru saja pulang sekolah kebetulan hari ini adalah hari ujian yang terakhir baginya.


oh ya usia kandungan Kanaya sekarang sudah menginjak dua bulan. selama dua bulan pula dia merasakan sakit yang luar biasa. mulai dari merasakan sakit diperutnya, pusing, tiba tiba muntah selera makanya pun berkurang.


"Kanaya" huh ayoklah Kanaya baru saja ingin istirahat. dengan malas Kanya membalikan tubuhnya menghadap orang tuanya.


"kami ingin bicara denganmu, duduklah" mau tak mau Kanaya duduk disofa depan orang tuanya.


"bagaimana ujianmu?" tanya Abraham


Kanaya melihat papanya malas "seperti biasa" jawabnya acuh.


"ya pasti biasa orang gak pernah belajar gak kaya Anisa" sahut Aluna


"terus?" sahut kembali Kanaya


Aluna memelototkan matanya terkejut "kamu yah nay kalau dibilangin!! kamu gak Pengen apa buat papa sama Mama bangga? contoh tuh sifat adik kamu dia pintar dia punya banyak prestasi dia selalu juara dikelasnya dia selalu membuat kami bangga" ucap Aluna


sakit? tentu!! hati Kanaya terasa begitu sakit mendengarkan perkataan mamanya itu. anak mana yang tak sakit hati ketika orang tuanya membeda-bedakannya dengan anak lain?


dengan kalian membeda-bedakan seorang anak kalian justru membuat semangat anak itu hilang. kalian hanya memandang sebelah mata!! kalian hanya mengambil sisi positifnya namun lupa dengan sisi negatifnya.


ingat setiap anak memiliki bakatnya masing masing,mempunyai kelebihannya masing masing dan tak bisa dibeda-bedakan.


"lihat. lihat lemari itu!" ucap Kanaya menunjuk sebuah lemari yang didalamnya terdapat banyak piala penghargaan. "sekarang Kanaya tanya, mengapa dilemari itu hanya diisi dengan piala-piala milik Anisa? kenapa punya Kanaya gak pernah dipamerin dilemari itu? padahal Kanaya punya banyak piala dan piagam penghargaan dari banyak lomba yang Kanaya ikuti. bahkan Kanaya punya piala dari lomba tingkat internasional. tapi kenapa itu belum bisa buat kalian bangga?" tanya Kanaya membuat kedua orang tuanya diam membeku.


memang benar mereka tak pernah menaruh piala piala Kanaya dilemari depan, mereka hanya menaruh piala piala punya Anisa saja.


setelah beberapa menit hening Abraham memulai pembicaraan kembali. "sudah bukan ini yang akan kita bicarakan" ucapnya


Abraham memberikan sebuah foto laki-laki sekitar umur dua puluh lima taun kepada Kanaya.


Kanaya mengangkat alisnya bingung. buat apa papanya memberikan foto itu kepadanya.


"kami akan menjodohkanmu dengannya"


Deg


bagaikan disambar petir disiang bolong tubuh Kanaya tiba tiba lemas. ayoklah drama apa lagi ini Tuhan.


"Di-dijodohkan?"

__ADS_1


"iya kami akan menjodohkan mu dengannya" ucap Aluna sambil tersenyum senang.


Kanaya berdiri dari duduknya "enggak" ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"keputusan papa sudah final!! kalian akan menikah setelah kamu selesai wisuda"


Kanaya mengepalkan tangannya kuat "pokoknya Kanaya gak mau titik. kalian pikir ini jaman Siti nur baya? dimana anak anak dijodohin?"


"KANAYA" bentak Abraham bangkit dari duduknya "papa mohon kali ini saja nurut sama papa!! ini juga demi kebaikan kamu. buat apa kamu kuliah jika tidak pintar ujung ujungnya hanya akan membuang buang uang saja. hanya dia saja yang bisa menolong perusahaan papa dari kebangkrutan."


Kanaya melihat kearah papanya dengan pandangan yang sulit diartikan. "jadi sama saja papa menjual Kanaya demi uang paaa!!"


" sudah Kanaya!! turuti permintaan papamu. emang kamu gak pengen apa balas Budi karna papamu yang sudah merawatmu dari kecil?"


Kanaya tertawa renyah. merawat mereka bilang? merawat dari mana? sedangkan sejak kecil Kanaya sudah seperti anak tiri dikeluarga mereka.


"ya sudah suruh anak pungut kalian aja yang menikah dengan orang itu"


Kanaya segera berlari dari Situ, saat ini pikirannya sedang sangatlah kacau.


"jika kamu tak mau ATM dan sepedah montor kamu papa ambil" ucap Abraham yang berhasil membuat langkah Kanaya berganti.


Kanaya memejamkan matanya " iya Kanaya mau dijodohkan".


...🐻...


"gak Kanaya gak lu gak boleh gugurin bayi ini" ucap gadis itu~Kanaya.


Kanaya memegangi kepalanya yang terasa pusing. ucapan yang papanya katakan terus berputar diotaknnya.


Kanaya sudah memikirkan matang matang rencananya. sebenarnya alasan dirinya menerima perjodohan itu hanya karna dirinya malas berdebat dengan orang tuanya, masalah ATM dan montornya dirinya tak mengurusnya toh dirinya juga punya ATM pribadi yang tidak diketahui orang tuanya.


Kanaya merencanakan akan kabur dari rumahnya setelah dirinya selesai dengan urusannya yang ada disini. dia akan tinggal di negara lain dan hidup bahagia bersama anaknya, lagian uang tabungannya sudah cukup untuk biaya hidupnya sekitar lima tahun kedepan.


bagaimana mungkin diusia semuda Kanaya bisa punya banyak uang? jika kalian lupa Kanaya adalah anak dari keluarga kaya raya ditambah lagi Kanaya sering mendapatkan uang dari hasil perlombaan voly yang dia menangkan. dan Kanaya juga jarang sekali menggunakan uang uang itu dirinya lebih suka menabung ya.


Dan sekarang Kanaya sudah siap dengan semuanya, dirinya tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk kabur dari sini dan hidup bahagia bersama anaknya dinegara lain.


"hamba mohon berikan hamba kelancaran ya Allah" mohonnya kepada sang penguasa dunia.


...🐻...

__ADS_1


Kanaya berjalan santai dilorong sekolah yang sepi, mungkin karna ini masih terlalu pagi. karna tidak melihat jalan dirinya bertabrakan dengan seseorang hingga membuatnya jatuh tersungkur.


"masalah apa lagi ini" ucap Kanaya dalam hati.


orang yang menabrak Kanaya mengulurkan tangannya, tanpa banyak pikir Kanaya menerima uluran tangan dari orang tersbut.


Deg


jantung Kanaya berdetak kencang saat melihat orang yang menabraknya adalah orang yang selama ini dia hindari siapa lagi kalau bukan Vito.


Kanaya menatap Vito dengan tatapan kebencian kemudian pergi dari situ tanpa berbicara sepatah kata pun.


namun langkahnya terhenti saat Vito memegang tangannya untuk menahannya pergi.


"lepasin gw Vito!!" ucap Kanaya menakan setiap katanya.


"gw mau ngomong sama lu"


"gak gw ngak mau!!lepasin gw sekarang juga"


"gak gw gak bakalan lepasin sebelum lu dengerin omongan gw"


Kanaya mengahadapi kearah Vito dan melihatnya dengan tajam.


"gimana kabar lu?"


"seperti yang lu lihat. gw dan juga Bayi gw baik baik saja" jawab Kanaya menekan kata kata bayi.


"yah kalau gitu langsung ke intinya saja" Kanaya masih berusaha bersabar dengan Vito.


"gw mau lu tutup mulut Rahasiain kalau gw ayah dari anak lu itu!! kalau sampe lu bilang kesemua orang kalau gw ayah dari bayi itu, gw pastiin hidup lu gak akan pernah tenang" ancam Vito yang mendapatkan gelak tawa dari Kanaya.


"Vito Vito emang gw bilang sama lu kalau gw nganggep lu sebagai ayah dari anak gw?enggak kan? lebih baik anak gw hidup tanpa ayah daripada punya ayah modelan kaya lu!! berani berbuat tapi tak berani bertanggung jawab"


...β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”...


...yuk dukung saya dengan cara like and vote✌🏻...


...jangan lupa juga komen untuk memberi tanggapan anda tentang cerita ini✌🏻...


...BabayπŸ“...

__ADS_1


...see you next timeπŸ“...


__ADS_2