Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
prom night


__ADS_3

"kanayaaa" panggil Amel kemudian ikut duduk didepan Kanaya.


Kanaya tak menjawabnya dirinya hanya tersenyum kepada Amel.


"lah kenapa tu mata? abis nangis lu?" tanya Amel kembali namun hanya dijawab gelengan kepala oleh Kanaya.


"lu tuh gak bakalan bisa nyembunyiin tangisan lu tadi gw. udah mendingan jujur aja ke gw" ucap Amel kembali meyakinkan Kanaya.


"gak papa gw cuman lagi heran aja" jawab Kanaya datar.


Amel mengerutkan dahinya bingung.


"BAIKLAH DILANJUTKAN DENGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN KEPADA SISWA TERBAIK. KITA SAMBUT KEBANGGAAN KITA ......KANAYA APRILIA PUTRI" suara mc tersebut.


Kanaya berjalan dengan anggun menuju panggung. kemudian menerima pemberian piala dan juga menerima pemberian mahkota di kepalanya.


"EEE SILAHKAN KANAYA BUAT MEMBERIKAN SEPATAH DUA PATAH TERHADAP TEMAN TEMAN KITA" ucap MC itu kemudian memberikan mic itu kepada Kanaya. Kanaya dengan senang hati pun menerimanya.


"sebelumnya selamat malam buat semuanya yang telah hadir diacara ini. Saya ucapkan selamat kepada semua siswa yang sudah berhasil dititik ini. intinya selalu bekerja keras jangan mudah menyerah terus berpikiran optimis. semangat memperjuangkan cita-citanya, semoga cita-citanya juga tercapai. terima kasih kepada semua orang-orang yang sudah men-support saya atau pun semua orang yang sudah menghujat saya atau pun semua orang yang sudah menjelekkan Saya bahkan orang-orang yang sudah munafik dengan saya. intinya buat semua orang-orang itu tetap semangat semoga sukses kedepannya. udah sih intinya itu... terima kasih atas semua kemunafikan yang Anda berikan kepada saya. terima kasih pernah jadi penyemangat palsu buat saya. dan terima kasih sudah menjadi orang sok baik di depan saya. Sekian terima kasih selamat malam semuanya."


Kanaya melihat ke arah Amel yang juga sedang melihat kearahnya. Kanaya memutuskan kontak matanya kemudian turun dari atas panggung dan langsung berlari kearah toilet.


perasaanya begitu kacau saat ini. orang yang selama ini dirinya anggap sebagai keluarga ternyata sudah menghianatinya. orang yang dirinya percayai kini telah menusuknya dari belakang. dirinya bingung haruskah menangis atau marah?.


setelah beberapa menit menenangkan pikirannya Kanaya memutuskan untuk kembali ke tempat acara itu.


"naya sini" panggil beberapa temanya.


"hayy" sapa Kanaya dengan sopan


"selamat yah Nay atas kesuksesannya"


"hehehe selamat juga buat kalian, semoga kedepannya sukses selalu"


"amin" ucap mereka serentak.


"PASANGAN TERFAVORIT MALAM INI ADALAH......." ucap MC itu tertahan

__ADS_1


"siapa yah kira kira?" tanya salah satu teman Kanaya


"naya palingan" sahut temanya yang satunya lagi


"gw dari mana punya pasangan aja kagak"


"ADALAH.........VITO DAN AMEL......"


Deg


tubuh Kanaya tiba tiba menegang mendengar ucapan MC itu. dirinya berusaha mati matian menahan air matanya agar tak turun. Kanaya merasakan ada yang menyentuh pundaknya dirinya menengok ke arah kanan ternyata temannya.


"lu gak papa kan Nay?" Tanya temannya itu. Kanaya hanya menggelengkan kepalanya, dirinya sudah tak kuat jika disuruh bicara.


Kanaya melihat kearah depan kembali, dirinya melihat Vito dan Amel yang sangat terlihat serasi didepan sana.


Vito yang memakai baju putih dilapisi dengan jas berwarna hitam senada dengan celana dan juga sepatunya. ditambah Amel yang memakai gaun berwarna putih tulang yang dihiasi pernak pernik indah membuat keduanya terlihat sangat cocok.


diatas sana Vito dan Amel sedang dipakaikan mahkota penghargaan. Kanaya mengelap bagian bawah matanya yang sudah basah.


"gw ke toilet dulu yah" ucap Kanaya dengan suara yang bergetar.


setelah sampai toilet Kanaya. langsung masuk kedalam dan mengunci pintunya. tubuhnya melorot begitu saja. rasanya sakit sekali melihat sahabat yang sudah dirinya anggap keluarga justru menghianatinya.


Kanaya tak habis pikir bagaimana Amel bisa seperti itu padahal dirinya tau masa lalunya bersama Vito.


Kanaya melihat dirinya di cermin. huh untung dirinya memakai make up yang tahan air jadinya make-upnya tak berantakan kemana mana.


saat sedang berjalan tiba tiba tangan Kanaya diseret seseorang yang sudah pasti Kanaya tau.


keduanya sama sama diam tanpa pembicaraan.


"lu udah tau?" cicit Amel Pelan


"udah" jawab Kanaya dingin.


"maaf ayy sebenarnya gw dipaksa sama Vito" ucap Amel kembali.

__ADS_1


Kanaya tersenyum miring bisa bisanya orang didepannya ini masih mengelak padahal tadi sudah jelas jelas Kanaya melihat dan mendengar ucapannya saat ditembak oleh Vito.


"beneran ayy tadi gw dipaksa sama dia kalau ngak mau dia ngancem gw mau gugurin bayi lu"


Kanaya mendorong bahu Amel pelan "udah gak usah munafik disini!!"


"hah? maksud lu apaan ayy?"


Rasanya Kanaya ingin sekali memukul wajah Amel yang sok polos itu.


"gw gak suka orang munafik A.m.e.l!!! tadi gw udah denger sendiri saat Vito nembak lu dan dengan mudahnya lu terima padahal lu tau ulah bejatnya!!"


Amel terdiam beberapa detik. senyuman licik mulai terbentuk diwajahnya. "syukur deh kalau lu udah tau semuanya...bagaimana indah bukan surpress yang tadi?"


"APA ALASAN LU AMEL?Apa alasan lu ngelakuin itu ke gw?"


Amel yang posisinya berada dibelakang Kanaya langsung menjambak rambut Kanaya hingga membuat Kanaya merasa kesakitan "Iri" jawab Amel hampir tak bersuara. kemudian melepaskan jambakannya.


"alasan gw cuman satu ayy yaitu iri, gw iri ayy setiap melihat lu. gw iri lu punya keluarga yang lengkap, gw iri lu punya temen yang banyak, gw iri dengan kekayaan yang lu punya gw iri dengan semua pujian yang lu dapatkan dari semua orang, gw iri ayy....gw iri...sangat iri..." ucap histeris Amel.


"kenapa lu unggul dalam segalanya kenapa gak gw ayy? lu menang dalam keluarga lu menang dalam pertemanan lu menang dalam kepintaran dan lu menang dalam percintaan, sedangkan gw?"


"kenapa pada saat itu Vito lebih memilih lu daripada gw???? lu tau?? gw udah suka sama Vito selama 3th namun cinta gw bertepuk sebelah tangan sedangkan lu? lu baru beberapa bulan suka dengan Vito dan cinta kalian tidak bertepuk sebelah tangan" ucap Amel kembali dengan sudut mata yang sudah membasah beda dengan Kanaya yang sedari tadi hanya menatap Amel datar.


"lu beruntung ayy terlahir dikeluarga yang kaya raya yang lengkap beda dengan gw!!! ayah gw meninggal saat gw masih kecil dan saat gw beranjak dewasa mama gw yang pergi ninggalin gw, dan dari situlah sifat kebencian gw mulai tumbuh, gw benci!!!gw sangat benci lu Kanaya!!!"


PLAK


satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus milik Amel.


Kanaya melihat Amel dengan pandangan yang sulit diartikan. "lu hanya melihat gw dari satu sisi Mel dan lu nggak ngelihat sisi dimana gw dibenci sama keluarga gw sendiri layaknya seorang penjahat" ucap Kanaya langsung pergi dari tempat itu.


...🦋🦋🦋🦋🦋...


...hayy guysss🗿...


...Jan lupa like udah itu doang🗿...

__ADS_1


...babayyy🗿...


...see you next time 🗿...


__ADS_2