Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
Kanaya vs Amel


__ADS_3

Kanaya menatap lembaran kertas yang berada didepannya dengan wajah yang berseri seri.


"ahh akhirnya pekerjaanku selesaii jugaa aaaaaa mall i'm coming" ucap Kanaya sambil menata kertas kertas yang berisi rancangan baju baju itu.


setelah selesai dengan beres beresnya Kanaya segera mengambil tasnya dan berlari keluar dari dalam ruangannya.


"kakak" panggil Siska saat melihat Kanaya yang berlari dari dalam ruangannya.


"ada apa sis?" tanya Kanaya kepada Sekertarisnya itu.


"kakak mau kemana?" tanya Siska dengan berteriak membuat semuanya melihat kearah Kanaya.


"mau shopping dungg" jawab Kanaya dengan sombongnya.


"ikuttt" ucap semuanya serentak.


"emang kalian sudah selesai?" tanya Kanaya membaut semuanya menggeleng lemah.


"hahaha kapok kalian!!" batin Kanaya tersenyum senang.


"huh sayang banget.., yasudah saya pergi sendiri gak papa kalian Yang semangat kerjanya" ucap Kanaya langsung berlari pergi dari situ.


Kanaya segera menaiki mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, bodo amatlah tentang tanggapan orang lain yang penting mah dirinya bisa happy hari ini.


"huh Mak Mak gini mau dilawan" ucap Kanaya semakin menambah kecepatannya.


udah tau kan dari mana munculnya sifat bar bar dari Rey?.


Cittttttt........


Kanaya menginjak remnya tepat didepan mall tersebar dikota itu. senyum manis tak pernah pudar dari wajah cantiknya.


"let's go Kanaya!! kita Happy Happy hati ini" ucap Kanaya kepada dirinya sendiri.


Kanaya turun dari dalam mobilnya, berjalan santuy masuk kedalam mal itu. tangannya langsung menyahut troli yang berada tak jauh dari pintu masuk.


Kembali berjalan dengan penuh keangkuhan Kanaya langsung mengambil beberapa bahan masakan yang dirinya ingin beli.


mulai dari perbumbuan, persayuran, persausan, perbuahan, sampai ke perabotan dapur semua Kanaya beli satu per satu.


Sultan mah bebas.


"Oky bahan dapur sudah, saatnya ke perbajuan dan persecincarean" ucap Kanaya langsung mendorong trolinya ke arah kasir.

__ADS_1


"haduh mana antri banget lagi" ucap Kanaya lesu saat melihat antrian kasir yang amat sangat panjang.


"mending gw tinggal dulu deh ni belanjaan ke mbk mbk kasir entar gw kembali lagi" ucap Kanaya kembali tersenyum happy.


setelah selesai menitipkan belanjaanya Kanaya segera pergi ketoko baju yang paling dirinya sukai alias yang paling banyak diskonnya ꈍᴗꈍ .


Kanaya melihat lihat baju yang berada disekelilingnya, matanya tak sengaja melihat baju berwarna hitam yang berhasil menarik perhatiannya.


pada saat Kanaya mengambilnya namun ada seseorang yang juga mengambilnya.


"maaf tapi ini punya—" Kanaya memelototkan matanya terkejut saat mengetahui siapa wanita yang berada didepannya "—Amel" panggil Kanaya terkejut.


yang dipanggil Kanaya pun menoleh "Kanaya?" panggil Amel dengan wajah syok nya.


Kanaya hanya membalasnya dengan senyuman saja. dirinya masih ingat dimana Orang yang sudah dirinya anggap layaknya seorang adik justru menikungnya dari belakang.


"owh,,,,kapan balik ke Indonesia nya?" tanya Amel


"yahh beberapa hari yang lalu, aslinya males disuruh balik kesini yah tapi apalah daya karna pekerjaan menungguku disini" jawab Kanaya sedikit angkuh.


"hahaha lucu yah kukira selama ini hidupmu enak ga usah kerja eh taunya malah cari kerja kesana kesini, ga kayak aku cuman tinggal shoping shopping doang yang kerja mah suami" ucap Amel dengan sombongnya.


"yahh aku sih niatnya males bekerja soalnya anak suami udah kerja semua tapi apalah daya jika pekerjaan setiap hari mencariku" ucap Kanaya tak kalah sombongnya.


"aahh kamu kalau tidak tau tentang itu mendingan belajar agama dulu dehh" ucap Kanaya dengan pedasnya. mengingat Amel orang yang jarang mengikuti pelajaran agama.


"ohhh ya dengar denger udah punya suami?" tanya Amel dijawab anggukan oleh Kanaya.


"ihh kok ada yah laki laki yang mau nikah sama cewek kayak kamu,,, emang suaminya kerja apa?" tanya Amel kembali.


"ahh cari aja deh digogle pekerjaan keluarga dirgantara sekalian cari tau gajinya" ucap Kanaya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"kamu ga berubah yah penampilannya tetap kayak mba L" ucap Amel pedas


"ahh kamu juga ga berubah kok dari dulu sampai sekarang" ucap Kanaya dengan nada yang halus


"iya aku memang ga berubah" jawab Amel dengan pdnya.


"iya kamu ga berubah kamu selalu merebut apa yang aku punya" sahut Kanaya membuat Amel memelototkan matanya


"oh yaa mana suami hasil nikung sahabatmu sendiri itu?" tanya Kanaya sedikit menyinggung Amel dengan masalalu nya.


"ahhh suamiku tadi bilang mau mengambil hp nya yang ketinggalan dimobil barunya!" jawab Amel menekan kata kata terakhirnya.

__ADS_1


"ahh Mobil baru? emmm mobil berwarna hitam kan?" tanya Kanaya diangguki oleh Amel "ahh itu tadi parkir disamping mobil Ferrari saya" ucap Kanaya disertai kekehan ringan.


"ahh suami kamu sendiri mana? kan harusnya suami yang baik itu menemani istrinya saat istrinya belanja" ucap Amel


"hahaha suami aku mana ada waktu untuk shoping shopping begini, yang ada orangnya selalu mementingkan pekerjaannya supaya masa depan anak cucu cerah" jawab Kanaya


"oh ya bagaimana kabar ayahmu?apakah dia sudah meninggal upsss" ucap Amel menutup mulutnya.


Kanaya menaikan alisnya bingung? ayah? meninggal?


Vito yang melihat istrinya sedang berdebat dengan seseorang pun segera menghampirinya.


"ada apa ini?" tanya Vito melihat keduanya secara bergantian "Kanaya?" tanya Vito dengan perasaan yang susah diartikan.


"sayang lihatlah dia mencuri bajuku" ucap Amel dengan manja.


"cih siapa yang Sudi mencuri bajumu" sahut Kanaya yang tidak terima dirinya dikatakan mencuri.


"buktinya tadi kamu mengambil baju yang ingin aku beli" ucap Amel membuat Kanaya lagi dan lagi emosi.


"baju itu—" Ucap Kanaya terpotong karena hpnya yang berbunyi. Kanaya segera mengangkat telfon dari anaknya itu.


"iya sayang?" tanya Kanaya kepada anaknya itu.


".........."


"iya iya momy segera pulang" ucap Kanaya langsung mengakhiri panggilan tersebut.


"apakah anakku dulu masih hidup?" tanya Vito didalam hatinya.


"huh ambilah baju itu aku sudah tak mood untuk berbelanja lagi" ucap Kanaya dengan sebal.


"cih bilang saja kamu tak mampu membelinya" sahut Amel


"heh jangan asal ngomong yah anda!! jangankan baju membeli mall ini saja urusan kecil bagi saya!!" ucap Kanaya yang sudah terlanjur emosi.


"cih coba lihat sayang sombong sekali dia" ucap Amel kepada suaminya~vito


"bodo amat saya sombong atas kerja keras saya sendiri bukan kerja keras orang lain" jawab Kanaya


"ohhh yaaa kalau tidak bisa membeli baju itu telfon saya nanti saya transfer uangnya" ucap Kanaya langsung pergi dari situ.


huh mood belanjanya benar benar hancur hari ini!! padahal niatnya tadi untuk happy happy.

__ADS_1


Kanaya langsung mengambil barangnya yang tadi dititipkan dikasir tak lupa membayarnya. setelah selesai Kanaya segera pulang kerumahnya.


__ADS_2