
"hello guys coba kalian tebak aku dimana nihh" ucap Rey didepan kamera
"nih yaah yang semalem aku boong nih sekarang aku sudah disini" ucap Rey sambil menunjukkan bandara
"Rey kacamata hitam momy mana?" tanya Kanaya kepada putra terakhirnya.
"ya sudah guys bay bay" ucap Rey kemudian mematikan hpnya dan memberikan kacamata milik momynya
"emm mom" panggul Rey mumbuat Kanaya dan Ray menoleh.
"kita tinggal dimana?hotel kah?" tanya Rey
"enggak dong Rey nanti buat kakak-kakaknya bakalan tinggal di rumah yang sudah disiapkan tuan Arkan dan rencana momy sih kita bakalan tinggal di rumah dia" ucap Kanaya membuat kedua mata anaknya berbinar
"beneran mom?" tanya keduanya kompak
"iya tapi untuk sore ini kita numpang sama kakak kakaknya dulu rencananya momy kesana jam sebelas an" ucap Kanaya kembali
"lah kok tengah malem mom?" tanya Rey heran
"momy mau bikin surprise buat ulang tahunnya" ucap Kanaya yang lagi lagi membuat anaknya berbinar.
"ya Allah mom Rey lupa" ucap Rey sambil tertawa
"Ray juga" sahut Ray yang membuat semua orang tertawa
"yasudah nanti kita cari kado bareng" ajak Kanaya diangguki keduanya.
mereka segera masuk kedalam taksi online yang sudah merek pesan untuk mengantarkan mereka ke alamat tujuan.
perjalanan dari bandara menuju rumah yang sudah disiapkan tuan Arkan menempuh waktu sekitar satu jam.
Kanaya turun dari mobil taksi diikuti oleh Ray dan juga Rey. disana juga semua anak buah Kanaya sudah turun dari taksinya
"ini mas uangnya" ucap Kanaya memberikan uang tiga lembar berwarna merah ke setiap supir.
"ehhh ini kebanyakan buk" ucap salah satu supir diangguki dua supir lainnya
"ga papa pak saya ikhlas kok" ucap Kanaya dengan sopan
"makasih yah buk" ucap salah satu dari mereka kemudian pergi dari situ.
"ayok masuk"ajak Kanaya diangguki oleh anak buahnya.
Semalam Tuan Arkan bilang jika dirinya sudah menyiapkan rumah sederhana untuk mereka tinggali jadi mereka tak jadi tinggal di apartemen.
Kanaya memencet bel rumah itu tak lama keluarlah tuan Arkan.
"ohh Hay Kanaya saya menunggumu dari tadi, masuklah" ucap tuan Arkan mempersilahkan semuanya masuk.
"bagaimana rumah yang sudah saya siapkan?apakah kurang nyaman?" tanya tuan Arkan
Kanaya menggelengkan kepalanya. menurutnya rumah ini sudah sangat sangat nyaman dan juga layak untuk ditempati para anak buahnya.
"oh yaa ini yang anda minta semalam" ucap tuan Arkan memberikan sebuah tas hitam berukuran sedang yang biasanya dibawa oleh para pegawai kantor.
__ADS_1
"oh terimakasih tuan" ucap Kanaya sambil menerima tak tersebut.
"oh satu lagi kunci rumah ini ada di dalam tas itu" ucap tuan Arkan diangguki Kanaya.
"ya sudah saya permisi masih banyak pekerjaan di kantor" pamit tuan Arkan.
setelah tuan Arkan pergi Kanaya segera menyuruh anak buahnya untuk berkemas kemas supaya nanti bisa langsung istirahat.
"Rey pinjam hpmu hp momy mati soalnya" ucap Kanaya saat melihat Rey keluar dari dapur.
"ini mom" ucap Rey memberikan ponselnya kepada momynya.
Kanaya segera menghubungi Jane untuk memberitahukan bahwa dirinya sudah sampai tujuan dengan aman.
"iyaa Rey kenapa?" tanya Jane ketika sambungan telfon sudah terhubung.
"hello nyet" sapa Jane menggunakan nama panggilannya dulu
"nyat nyet nyat nyet lu pikir gw monyet" ucap Jane terdengar seperti orang marah
"lah lu lupa?? dari dulu kan gw manggil lu monyet" ucap Kanaya cekikilan
"hilih udah udah nanti telfon lagi gw lagi dines nih" ucap Jane kemudian mematikan telfonnya.
"eh Astagfirullah berdosa sekali kamu Kanaya" ucap Kanaya kepada dirinya sendiri.
Kanaya segera mandi dan bersiap siap untuk mencarikan kado spesial untuk seseorang yang spesial.
Kanaya berharap tak ada orang yang mengenalinya nanti maupun hari hari yang akan datang. bukanya benci tapi Kanaya masih troma saja jika disuruh bertemu dengan orang orang dari masa lalunya.
"geser sis saya mau ikut duduk" perintah Kanaya kepada sekertarisnya
"wah kakak udah rapi aja mau kemana kak?" tanya salah satu dari mereka yang sedang duduk dibawah.
"mau belanja kalian mau ikut?" tawar Kanaya
"mau sih tapi kan kita belum nukerin uang kita" jawab salah satu dari mereka.
"saya yang bayar deh" ucap Kanaya yang membuat semua anak buahnya berlarian ke kamar.
"hadeh giliran dengar kata bayarin aja langsung pada garcep coba kalau dengar kata gaji kalian saya potong pasti semua pada males" omel Kanaya sambil asik memakai sunscreen ditangannya.
"momy kami sudah siap" ucap Rey sambil turun dari tangga bersama dengan Ray.
"sebentar masih nunggu kakak-kakak" ucap Kanaya diangguki keduanya.
"wih minta dong mom" ucap Ray mengambil sunscreen yang berada diatas meja
"wihh Rey juga dong" ucap Rey menyahut sunscreen itu dari tangan Ray.
"sud diam dia telfon" pinta Kanaya kepada anak anaknya.
"Assalamualaikum" ucap Kanaya saat telfon itu terhubung.
"..........."
__ADS_1
"naya udah sampai kok ini lagi dirumahnya anak anak"
"..........."
"iyaa nanti kesitu sekitar jam sebelas malam"
"............"
"yaaa naik taksi online"
".............."
"Ya Allah ga usah ngapain juga ngirim sopir segala mendingan Naya naik taksi online aja"
"............"
"iyaaa waalaikumsalam"
setelah sambungan telfon terputus. anak buah Kanaya pun sudah turun kebawah semuanya.
Kanaya tak naik taksi ataupun ojek dirinya memilih berjalan kaki kebetulan jarak rumah sampai mall sangatlah dekat, mungkin hanya butuh waktu lima menit jika berjalan kaki.
"ya sudah kalian pencar gih cari yang kalian mau nanti kumpul disini" ucap Kanaya diangguki semuanya.
semuanya langsung berpencar mencari barang yang mereka inginkan mulai dari sepatu tas baju alat make up dan lain lain.
Kanaya terus berjalan tak tentu sambil melihat sekeliling siapa tau dirinya menemukan sesuatu yang dirinya cari.
sebenarnya tujuannya kesini adalah membeli hadiah untuk orang yang istimewa Namaun dirinya masih bingung mau membelikan apa.
mata Kanaya tertuju kepada sebuah kalung couple dengan bulan dan juga bintang yang membuat kalungnya terkesan sederhana.
"kak saya mau kalung yang ini" ucap Kanaya kepada penjaga toko tersebut.
"ini kak" ucap penjaga toko tersebut sambil memberikan kalung itu kepada Kanaya
"saya mau kalung ini" ucap Kanaya kepada penjaga toko tersebut.
"emm tapi ini harganya cukup menguras kantong " ucap penjaga toko tersebut seperti tak percaya terhadap Kanaya.
"berapa harganya?" tanya Kanaya
"satunya sepuluh juta jika anda membeli keduanya sembilan belas juta" jawab orang tersebut.
"baiklah saya beli" ucap Kanaya.
setelah selesai membeli hadiah tersebut Kanaya kembali berjalan tak tentu arah sambil mencari barang yang cocok dengan dirinya.
karena tak fokus dengan jalannya membuat Kanaya bertabrakan dengan seseorang hingga membuat hpnya jatuh.
"kalau jalan hati hati dong" ucap orang yang menabrak Kanaya.
Kanaya terus melihat kebawah dimana terdapat hpnya yang sudah retak "maaf tapi anda juga hati hati dong" ucap Kanaya mengangkat kepalanya melihat orang tersebut.
"Kanaya?"
__ADS_1