
Kanaya berjalan tergesa-gesa disebuah lorong rumah sakit yang terlihat sepi. Jantungnya berdetak tak karuan tangan dan kakinya pun terasa sangat dingi.
Kanaya melihat Amel yang sedang duduk dikursi tunggu sambil menangis sesegukan.
"Amel" panggil Kanaya membuat Amel menoleh dan langsung memeluk tubuh Kanaya
"Ayy mama ayy!!!mama gw ayy" adu Amel ditengah tangisannya.
"Suttt...tenang oke" ucap Kanaya sambil mengelus-elus kepala Amel "Mamut pasti baik baik aja"
(Mamut\=mama muttia)
Muttia adalah ibu dari Amel yang sudah seperti ibu sambung bagi Kanaya, oleh karna itu Kanaya dan Amel sangat akrab dan tidak bisa dipisahkan.
Amel masih setia menangis didalam pelukan Kanaya, Kanaya pun masih setia menenangkan Amel didalam pelukannya.
"Duduk dulu oky?!" Ajak Kanaya yang langsung diangguki oleh Amel.
Setelah satu jam menunggu akhirnya pintu ruang operasi itu terbuka. Kanaya dan Amel langsung berdiri dan menghampiri dokter itu.
"Bagaimana keadaan mama saya?" Tanya Kanaya dan Amel secara kompak.
Dokter itu hanya bisa menundukan kepalanya "maaf tapi keadaan mama kalian tidak bisa diselamatkan"
Amel mencengkaram kuat baju dokter itu dengan kuat "Gak ini gak mungkin!!! Lu bohong kan?" Ucapnya emosi
Sedangkan Kanaya masih diam dirinya tak tau harus berbuat apa sekarang.
PLAK
Satu tamparan keras Amel mengenai pipi dokter itu "LU BECUS GAK SIH A5U"
Beberapa orang mencoba untuk melerai emosi Amel namun tak ada yang bisa.
Kanaya yang tersadar dari lamunannya segera menghampiri kerumunan itu. Dirinya berusaha menarik tangan Amel agar tidak membuat dokter itu babak belur.
"LEPASIN GW" berontak Amel
"Amel udah!! Tenang oke?!" Ucap Kanaya dengan lembut.
Amel langsung memeluk tubuh Kanaya dan menangis sekencang kencangnya. "Ayy mama ayy!! " Ucap Amel dengan suara yang melemah. Setelahnya Amel langsung tak sadarkan diri.
Diruangan Amel
Sedari tadi Kanaya hanya bisa menangis dalam diam. Kehilangan seseorang yang sudah seperti ibunya membuatnya merasakan sakit yang luar biasa.
Jam sudah menunjukan pukul 12.14 malam. Kanaya melihat kearah Amel yang masih setia memejamkan matanya.
Ponsel Kanaya bergetar,tertera nama Anisa dilayar ponselnya. Dengan malas Kanaya mengangkat telefon itu.
"Kakak ga pulang?ini sudah malam loh mama sama papa khawatir" ucap Anisa dari sebrang telefon. Kanaya terkekeh ringan. Kawatir? Hahaha omong kosong!!
__ADS_1
"Ga"
"Kakak dimana sekarang?"
"Rumah sakit"
"Siapa yang sakit?"
"Mama" jawab Kanaya acuh kemudian mematikan panggilan itu dan juga ponselnya agar tak ada yang menganggunya.
Kanaya bangkit dari duduknya keluar dari ruangan Amel dirinya memilih untuk ketaman belakang rumah sakit menenangkan pikiranya.
Saat sedang berjalan tiba tiba Kanaya mendengar seorang anak kecil yang menangis. Kanaya mendekat ke sumber suara ternyata dari ruangan nomor 17
Kanaya mengintip dari balik pintu, dilihatnya seorang wanita yang berbaring dan dua suster yang berusaha menenangkan bayi itu.
Karena tak tega Kanaya masuk kedalam ruangan itu.
"Mon maaf anaknya kenapa yah?" Tanya Kanaya dengan sopan
"Anu mbk tiba tiba nangis sendiri dikasih air asi juga gak mau" jawab ibu yang sedang berbaring itu.
"Emm bolehkah saya menggendongnya? Siapa tau dedeknya tenang"
Ibu itu mengangguk kemudian suster itu memberikan bayi itu kepada Kanaya. Dengan perlahan Kanaya menerima bayi itu.
"Uuuu dedek manis kenapa hmm?" Tanya Kanaya sambil mengendong bayi itu."udah yah anak cantik gak boleh nangis" lanjut kanaya berbicara Dengan bayi itu miskipun tak dapat mengerti bahasa bayi itu.
"Udah mbk kalau capek mendingan tidurin aja disitu" ucap ibu itu.
Kanaya tersenyum kemudian menggeleng "gak papa kok Bu" ucap Kanaya tulus
Kanaya itu tipe orang yang sangat suka terhadap anak kecil menurutnya anak kecil itu pengembali mood yang sangat bagus.
"Mbknya lagi hamil yah?" Tanya ibu itu tiba-tiba.
"Lah kok ibu tau? Emang perut saya sudah besar Bu?" Tanya Kanaya.
Ibu itu terkekeh ringan "enggak kok mbk perutnya belum besar"
Kanaya menaikan alisnya bingung.
Ibu itu kembali terkekeh "kalau orang hamil itu menurut saya auranya berbeda" lanjut ibu itu membuat Kanaya mengangguk paham.
"emm ibu mohon maaf jika saya lancang eeee keluarganya mana yah kok sendirian disini?" tanya Kanaya hati hati pasalnya sedari tadi mulutnya sudah gatal ingin mengatakan itu.
ibu itu tersenyum "keluarga saya kecelakaan beberapa bulan lalu saat akan kesini dan suami saya terkena serangan jantung hingga membuatnya pergi dari dunia ini" ucap ibu itu.
Kanaya memberikan bayi itu kepada suster agar dikembalikan ke ruangan bayi kemudian Kanaya berjalan ke arah ibu itu.
"ibu pasti wanita kuat kok Kanaya yakin ituu!!terus semangat ngebesarin dedek yah Bu... saya yakin dedek pasti jadi orang yang sukses"ucap Kanaya kepada ibu itu
__ADS_1
"amin makasih Tante"
Kanaya tersenyum kemudian izin pergi dari ruangan itu. niat Kanaya untuk ke taman ia urungkan labuh baik kini dirinya melihat keadaan Amel.
"moga nasip kamu cerah yah sayang cukup bunda saja yang merasakan pahitnya dunia ini kamu jangan sampai" ucap Kanaya sambil mengelus perutnya
🦋,
Kanaya terus menenangkan Amel yang sedari tadi menangis disamping makam mamanya.
"Udah yah, mama udah tenang disana" ucap Kanaya dengan suara yang bergetar.
"Mama ayy mama tinggalin gw sendirian didunia ini"
"Sutth... Kan masih ada gw disini" ucap Kanaya langsung menarik Amel kedalam pelukannya "inget lu gak sendiri!! Masih ada gw sebagai keluarga lu!!"
Amel semakin menangis didalam pelukan Kanaya.
"Udah yah gak usah nangis kasian disana pasti mama ikutan sedih" ucap kanaya kembali sambil mengelap air mata Amel.
"gw harus apa ayy??? gw harus apa tanpa mereka??"
"hayy lu pasti bisaa!!! lu harus bisa bikin almarhum orang tua lu bangga dengan lu!! dengan lu jadi lemah gini lu malah buat mama sedih disana!! inget mama nggak pernah ngajarin lu jadi lemah!!"
"tapi ayy—"
"udah ikhlasin mama yahh?! mama udah bahagia disana... sedih boleh tapi jangan terlalu larut dalam kesedihan kasian mama disana ikut sedih jadinya lihat putrinya bersedih"
"enggak gw gak mau lihat mama sedih!!! mama gak boleh sedih disana" ucap Amel penuh penegasan.
Kanaya tersenyum "good girl"
"lu pulang dulu aja ayy gw masih mau nemuin orang"
Kanaya menaikan alisnya heran "tumben lu mau bertemu orang?"
"keluarga dari mama"
Kanaya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Amel. tubuhnya terasa sedikit demam mungkin karna dirinya kelelahan. sebab itu dirinya memilih pulang duluan.
...🐷🐷...
**sebelumnya gw minta maaf kalau banyak kata yang salah ataupun ceritanya gak masuk akal🙏🏻
...Jan lupa like+vote+komen🐽...
...babayyyyy🐽...
...see you next time 🐽...
...ehhh lope you yang sudah mampir🐽**...
__ADS_1