Kisah Kanaya

Kisah Kanaya
kemarahan Ray Rey


__ADS_3

setelah pulang dari restoran Kanaya memutuskan untuk belanja mingguan karena kebetulan bahan masakan nya sudah habis.


"nanti malam mau masak apa na emang?" tanya Jane sambil membantu Kanaya memilih sayur sayuran.


"emmm masak ayam aja gimana ? yah itung-itung masak makanan favorit kalian sebelum gw tinggal selama lima bulan" jawab Kanaya


"emm an emang kamu yakin?" tanya Jane pelan.


"ya siap lah Jane orang tadi kamu juga lihat sendiri aku udah tanda tanganin tuh kontrak" jawab Kanaya sambil memilih sayur sayuran.


sebenarnya jika ditanya siap tidaknya yaaa sebenarnya Kanaya belum siap dirinya takut bertemu dengan orang dimasa lalunya. tapi yang namanya kerja juga harus profesional tidak boleh mengangkut pautkan Malasah pribadi kan pekerjaan.


"kalau bertemu orang dimasa lalumu gimana? apakah kamu siap?"


kanaya membuang nafasnya perlahan kemudian menaruh kembali sayur yang dia pegang dan beralih menatap Jane "heyy kan disana ada dia yang bakalan lindungi aku"


"ah iya aku lupa disana kan ada si s emppmmm" ucap Jane terpotong karena Kanaya sudah menutup mulutnya rapat rapat.


"Diem lu!!" ucap Kanaya melepaskan tangannya yang membekap mulut Jane


"ohhh pantesan setuju" ucap Jane membuat Kanaya malu.


"udah gausah malu jujur aja sama aku" ucap Jane mendapatkan lemparan sayur dari Kanaya. untung Jane dengan sigap menangkapnya.


"oh ya btw besok kamu mau bawa berapa orang?" tanya Jane kembali sambil berjalan menuju kasir diikuti oleh Kanaya dibelakangnya


"ga banyak cuman bawa lima yang satu sekertaris ku terus yang empat aku pilih yang udah profesional biar cepet selesai" ucap Kanaya sambil membantu mengeluarkan barang dari keranjang.


"sory yah gabisa ikut" ucap Jane menundukan kepalanya


Kanaya menarik tangan Jane kemudian menggenggamnya "heyy tak masalah lagi pula lima orang yang kubawa sudah cukup, sekarang kamu fokus dulu ke ponakan kecil aku dan juga aku titip anak anak" ucap Kanaya dengan tulus diangguki oleh Jane.


setelah selesai mereka langsung pulang menuju kediaman Kanaya karna tadi sekretaris Jane sempat menelfon katanya baby Tesa sudah bangun.


...🌚🌚🌚...


jam menunjukan pukul 21.00 yang artinya sudah waktunya makan malam. kanaya sedari tadi sibuk menghidangkan makanan dimeja makan serta berteriak memanggil anak anaknya.


"RAYDINATA REYDINATA"teriak Kanaya memanggil kedua anaknya.


"IYA MOM SABAR SEBENTAR LAGI MENANG NIH" sahut Rey ikut berteriak sambil tetap fokus bermain game online bersama kakaknya.


Jane beserta anak dan suaminya hanya mampu menutup telinga rapat rapat mendengarkan perdebatan anak dan ibu itu.


"CEPAT TURUN ATAU HPNYA MOMY BUANG" Teriak Kanaya sambil menggebrak meja makan yang membuat semua orang tersentak kaget.

__ADS_1


dua R yang mendengarnya pun segera berlari kearah meja makan dan ikut duduk manis. daripada kena amukan momynya lagi ye kan.


"gini amat ya Allah punya anak kalau belum emaknya marah belum nurut" ucap Kanaya yang membuat dua R terkekeh.


"ihh momy kalau marah makin cantik deh" ucap Rey menggoda momynya.


"Ga ada cantik cantikan, MAKAN!!" ucap Kanaya judes.


"bwahaha"tawa semua orang pecah bahkan Ray yang dingin pun ikut tertawa.


"tertawa lu?" tanya Rey heran kepada kakaknya.


"Ga" jawab Ray dingin.


"dasar es batu pantesan gaada cewek yang mau" ucap Rey menjelekan saudaranya.


setelahnya semuanya Diam melanjutkan makan malamnya dengan nikmat.


"Cil" panggil Rey membuat Tesa menoleh.


"apa ley" jawab Tessa dengan cadel


"nanti ikut bang Rey sama bang Ray live lagi yah"


"ada donggg"


"yaudah Eca ikut" ucap Tesa dengan lucunya.


"eh bentar momy lupa" ucap Kanaya membuat semua mata tertuju kepadanya


"tadi kan momy sama onty habis ketemu client, nah momy Ada project di Indonesia selama lima bulan. Soo besok momy berangkat ke Indonesia" ucap Kanaya yang membuat dua R terkejut.


"Gak gak boleh" ucap Rey sedikit emosi


"Ray juga ga setuju mom" ucap Ray


"kalian ga boleh gitu dong" ucap Kanaya lembut


"Rey setuju kalau Rey sama Abang ikut juga kesana" ucap Rey sambil menatap momynya tajam.


"momy tanya sekarang, emang kalian ga sekolah?ha? momy disana cuman lima bulan ga lebih"


"ya kita bisa pindah sekolah mom" sahut Ray.


Kanaya membuang nafasnya secara kasar "kalian ga bisa gitu Dong!! momy ke sana kerja bukan liburan" marah Kanaya

__ADS_1


Ray dan Rey secara kompak berdiri dari duduknya "terus buat apa dia susah susah cari uang kalau momy juga ikut kerja?? Rey sama Abang aja jarang minta momy uang, lagian kalau uang bulanan momy kurang momy bisa minta ke Rey atau ke abang pasti kami langsung kasih kok"


setelah mengucapkan itu Rey langsung pergi dari situ tanpa mendengarkan teriakan momynya.


"kali ini Ray setuju sama Rey, Momy kaya orang gila harta" ucap Ray dingin kemudian berlari mengikuti adiknya.


Jane yang paham akan situasi pun menyuruh suaminya mengajak anaknya ke kamar dan dirinya segera memeluk sahabatnya untuk memberikan semangat.


"udah an mereka masih anak anak emosinya juga masih belum bisa terkontrol apalagi mereka tau tentang perlakuan ayah kandungnya" ucap Jane masih setia memeluk Kanaya


"tapi bener kata mereka, aku seperti orang uang gila harta" ucap Kanaya yang membuat hati Jane terasa teriris.


"enggak kok itu namanya kamu profesional terhadap pekerjaanmu buktinya kamu haya mengambil keuntungan kecil dan sisanya kamu kasih semua ke anak buahmu"


"terus sekarang Gimana?" tanya Kanaya


"menurutku ajak saja anak anak lagian mereka pasti rindu 'dia' kan? udah lama iho mereka ga ketemu" ucap Jane sambil tersenyum manis


Kanaya terdiam untuk beberapa menit, memikirkan kembali ucapan Jane barusan.


"bener Jen mereka pasti rindu orang menemani mereka dari kecil, lagian aku juga ga bisa terus terusan menyembunyikan wajah dari ayah kandung mereka" ucap Kanaya menyesali perbuatannya.


"sekarang temui mereka" ucap Jane yang langsung diangguki Kanaya.


Kanaya berlari kecil kearah kamar Rey Karana Kanaya yakin kalau kedua anaknya sedang berada didalam kamar Rey. setelah sampai Kanaya segera mengetuk pintu berwarna coklat tersebut.


"Ray Rey buka pintunya momy mau ngomong" ucap Kanaya sambil terus berusaha mengetuk pintu.


karna tak ada jawaban dari dalam Kanaya lebih keras lagi dalam mengetuk pintu "Ray Rey masa tega buat momy berdiri terus" ucap Kanaya kembali.


jelang beberapa detik pintu kamar terbuka menampakan sosok Rey yang terlihat malas.


"boleh momy masuk?" tanya Kanaya diangguki Rey.


"duduk sini momy mau ngomong sebentar sama kalian" ajak Kanaya sambil melambaikan tangan


dua R tak membantah mereka duduk disofa depan momynya.


"kemassi barang kalian besok pagi kita berangkat" ucap Kanaya yang membuat dua R seketika menampakan wajah bahagianya.


"momy tau pasti kalian kangen kan sama 'dia' " ucap Kanaya yang diangguki keduanya


"makasih momy" ucap keduanya kemudian memeluk tubuh kanaya.


"momy yang Minta maaf selama ini enggak paham perasaan kalian" ucap Kanaya masih dalam posisi berpelukan dengan Ray dan Rey.

__ADS_1


__ADS_2