
17 TAHUN KEMUDIAN
"Assalamualaikum momy" ucap dua pemuda tampan sambil memasuki rumahnya.
"hay ponakan onty" sapa seorang wanita yang sedari tadi duduk disofa.
"Hay onty" sapa keduanya kemudian mengalami orang yang dipanggil onty itu.
"ihh onty udah lama gak ketemu sekalinya ketemu makin cantik aja" ucap salah satu pemuda tersebut.
"ahemm anaknya Sam nakal yah!!" ucap seorang laki laki yang tiba tiba muncul dari arah depan.
"ehh ada om Aroon" ucap pemuda tersebut cekikilan sambil menyalami tangan pria itu.
"momy mana ty?" tanya pemuda yang sedari tadi diam.
"ahemm apaan nih cari cari momy?" ucap wanita cantik dari atas tangga.
"Momyyyyy" teriak keduanya kemudian berlari memeluk momynya.
"anak nakal yah!!! dari mana aja kalian??" tanya wanita itu sambil melepaskan rangkulannya.
"udahlah ana namanya juga anak muda pasti hobinya keluyuran lah" sahut wanita yang duduk diatas sofa~Jane.
yah mereka adalah Kanaya dan kedua anaknya beserta Jane dengan keluarga kecilnya.
Raydinata putra dirgantara
anak pertama dari Kanaya Aprilia putri. memiliki sifat yang dingin tegas pintar dan penyayang. memiliki hobi yang sama seperti Kanaya yaitu bermain voly. memiliki kadar kegantengan diatas rata rata ~yah menurut para ciwi-ciwi sih.
Reydinata putra dirgantara
Anak kedua dari Kanaya Aprilia putri dan juga adik kembar dari Ray.memiliki sifat ramah jahil tapi juga suka menghibur orang. memiliki hobi bermain musik dan juga bermain tik tok. kadar kegantengan sama dengan kakaknya Ray, diatas rata rata.
yang membedakan keduanya terletak pada sifatnya. jika Ray itu dingin maka sebaliknya Rey itu cerewet.
Aroon Joshua Lucky
Aroon adalah suami dari Jane may. Aroon dan Jane baru saja menikah empat tahun yang lalu dan dikarunia i satu orang anak cewek.
Tesanee sunee
__ADS_1
Tesa merupakan anak pertama dari pasangan Aroon dan juga Jane. Tesa barulah berusia dua tahun. Tesa ini sudah seperti adik kandung dari Ray dan juga Rey.
*Oky next ke cerita
"ihh mom kita nginep dirumahnya temen kita" ucap Rey meyakinkan Kanaya
"udah lah an biarin aja mereka menikmati masa mudanya dengan bersenang senang sebelum mereka merasakan pahitnya kehidupan Yee kan" sahut Aroon diangguki oleh Jane.
Kanaya menatap malas ke arah semua orang. jika saja dia ada disini pasti akan ada yang membela Kanaya.
"ya kalian coba pikir, berhari hari mereka enggak pulang dihubungin juga enggak diangkat!! sampe sampe pusing aku mikirnya. untung dia ga dirumah ya kalau dirumah udah habis tuh dua bocah dimarahin" omel Kanaya sambil meminum tehnya.
"hehe sorry mom soalnya hp Adek mati lupa gak bawa cas" ucap Rey sambil terkekeh ringan.
"yasudah sana kalian mandi!!" perintah Kanaya langsung diangguki keduanya.
"ayok Jene kamu bantuin aku masak makan malam" ajak Kanaya diangguki Jane
Mereka berdua langsung berjalan ke arah dapur untuk memasakkan keluarga mereka malam ini.
"mau masak apa an?" Tanya Jane sambil memilih alat dapur yang akan digunakan.
"kenapa sih an gak cari pembantu aja?" tanya Jane kembali pasalnya dari dulu Jane tak pernah melihat ada pembantu dirumah sebesar ini.
"kamu tau sendiri kan anak anak anti sama yang namanya orang luar"
Jane mengangguk kemudian keduanya kembali fokus dengan alat dapur yang mereka pegang.
"huh selesai" ucap Jane sambil duduk di kursi.
"yaudah panggil sana suamimu dan anakmu suruh makan malam" ucap Kanaya sambil menaiki tangga.
Tok Tok Tok
"Ray ini momy" ucap Kanaya setelah mengetuk pintu berwarna hitam bertuliskan Raydinata.
pintu terbuka menampakan sosok pemuda tampan dengan handuk di lehernya dan juga rambut sedikit basah. sepertinya Ray baru selesai mandi.
"Ada apa mom?" Tanya Ray dengan suara beratnya.
"segera turun makan malam sudah siap jangan lupa ajak adikmu" ucap Kanaya dengan lembut kemudian pergi dari situ.
__ADS_1
"Ana bisakah ko membantuku menghidangkan makanan ini?"
Kanaya segera menghampiri Jane dan membantu Jane menata makanan dimeja makan.
"sini biar Ray bantu" ucap Ray mengambil piring yang sedang dibawa momynya.
setelah selesai semua langsung duduk pada tempatnya untuk memulai makan malam hari ini.
"loh Ray adikmu Rey mana?" tanya Kanaya sambil melihat sekeliling.
"Rey disini mom" ucap Rey sambil turun dari atas tangga.
"malam all" ucap Rey sambil duduk dikursinya.
"malam Rey" jawab semuanya kompak kecuali Ray. mana bisa si es batu itu menjawab.
"yasudahh mari kita awali makan malam dengan berdoa sesuai kepercayaan masing masing!! berdoa mulai" ucap Kanaya setelahnya mengarahkan tangan diikuti Ray dan Rey. sedangkan Jane Aroon dan juga Tesa menggenggam erat kedua tangannya.
setelah selesai berdoa mereka memulai makan malam dengan penuh candaan dan juga gosipan hangat. kadang juga sifat Rey yang jahil kepada Tesa sehingga membuat anak kecil itu menangis, Aroon yang melemparkan beberapa candaan lucu dan juga Jane yang mempunyai informasi tentang ini itu yang mengakibatkan pergibahan terjadi.
yah beginilah jika keluarga Jane dan keluarga Kanaya bersatu pasti akan ramai sekali. Jane dan Kanaya memang tidak tinggal bersama tapi terkadang keduanya saling menginap gantian.
yah miskipun lebih seringan Jane yang menginap dirumah kanaya. karena kantor kedua setelah butik mereka adalah rumah Kanaya.
oh yaa usaha butik Kanaya dan juga Jane masih berdiri malahan semakin hari semakin terkenal. bahkan bisa dibilang Jane dan Kanaya kini sudah menjadi Fashion Designer terkenal.
bahkan sudah ribuan gaun megah dengan harga puluhan juga mereka buat. benar kata orang usaha tak akan pernah mengkhianati hasil.
perjuangan Kanaya dan juga Jane membuka butik kecil dengan baju yang mereka buat hingga titik dimana sekarang sekarang nama mereka berdua sudah mendunia.
kadang mengingat perjuangannya membuat mereka menjadi bangga dengan diri mereka sendiri. tak mudah untuk sampai dititik ini, cacian makin hinaan semua mereka dapatkan dari orang orang yang memberi mereka. tetapi tak mudah bagi keduanya untuk menyerah begitu saja.
"ingat jadikan semua masalah mu sebagai jalan menuju suksesmu. semangat jangan pernah menyerah jalan menuju suksesmu sudah ada didepanmu. hanya ada dua pilihan mau tetap berjalan sampai ketujuan atau berhenti ditengah jalan"
ucap Kanaya yang membuat Jane menjadi semangat untuk mencapai kesuksesan. benar kata Kanaya buat apa kita berhenti ditengah jalan haya Karena kecapean jika jalanan depan sudahlah masa depan.
yah beginilah hidup ada masa dimana kita benar benar diposisi paling bawah tanpa dikenal orang dan ada masa dimana kita berada di paling diatas dimana semua orang berbondong bondong mengenal kita.
jadikan setiap caci makian seseorang sebagai kata kata penyemangat buat tetap bertahan. buktikan bahwa omongan orang orang itu salah buktikan kepada mereka kamu bisa mencapai dititik paling tertinggi. bungkam mulut mereka dengan kesuksesanmu.
keep the spirit never give up‼️
__ADS_1