
setelah selesai membeli hadiah tersebut Kanaya kembali berjalan tak tentu arah sambil mencari barang yang cocok dengan dirinya.
karena tak fokus dengan jalannya membuat Kanaya bertabrakan dengan seseorang hingga membuat hpnya jatuh.
"kalau jalan hati hati dong" ucap orang yang menabrak Kanaya.
Kanaya terus melihat kebawah dimana terdapat hpnya yang sudah retak "maaf tapi anda juga hati hati dong" ucap Kanaya mengangkat kepalanya melihat orang tersebut.
"Kanaya?"
Kanaya mengerutkan dahinya bingung saat wanita tersebut memanggilnya dengan namanya.
"siapa yah?" tanya Kanaya kepada wanita tersebut.
"apakah lu masih inget dengan ketua basket dari tim putri orang yang dulunya pernah suka dengan Vito" ucap wanita tersebut.
"Nisa?" tanya Kanaya diangguki oleh wanita tersebut
"dari dulu sampai sekarang ga berubah yah Nay tetep jadi lon*e" ucap wanita itu~nisa membuat hati Kanaya terasa sakit.
"heh jaga yah mulut anda" ucap sekertaris Kanaya ~siska yang tadi tak sengaja mendengar omongan pedas Nisa
"oh ini temen kerjamu di clup malam kah?" tanya Nisa sambil melihat tubuh Siska dari bawah sampai atas.
"Anda ini sudah gila ya? lagian Anda tau apa tentang saya dan juga b—"
"—udah sis diem" ucap Kanaya memotong ucapan Siska
"Bii ini sama ini bagusan mana?" tanya Rey sambil membawa sepatu ditangannya diikuti oleh Ray dibelakangnya.
"upss sorry" ucap Rey kepada semua orang yang melihatnya
"ahhh jangan jangan lu kerja jadi Beby suster yahh?" tanya Nisa kembali sambil tertawa terbahak bahak.
"maksud Tante?" tanya Rey kepada Nisa.
"ehh dia anak aku" ucap Kanya masih berusaha selembut mungkin.
__ADS_1
"hahaha pasti anak dari hubungan gelap kan?" tanya Nisa membuat emosi Ray dan juga Rey memuncak
Ray maju satu langkah agar lebih dekat dengan Nisa "TAU APA LU TENTANG KELUARGA GW BAN*SAT" ucap Ray emosi.
"RAY!! udah biar momy yang urusin" pinta Kanaya sambil menarik tangan putranya dibantu oleh Rey.
"Upsss anaknya gak pernah diajarin sopan santun yah bund?" ucap Nisa yang membuat semuanya semakin emosi.
"lu tau bahasa manusia gak sih?" tanya Rey sambil menatap Nisa tajam
"ER udah! diam!! ini urusan momy" ucap Kanaya kepada kedua anaknya
Nisa tertawa kemudian mengeluarkan uang berwarna merah sekitar tiga puluh lembar dan memberikannya kepada Kanaya "nih uang buat ganti rugi hp jelek Luh itu" ucap Nisa sombong
Kanaya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kikuk "pertama anda sudah mengatai saya, yang kedua anda sudah merendahkan saya, ketiga anda sudah menjelekan anak saya dan yang terakhir...—" ucap Kanaya menggantungkan kata terakhirnya.
Kanaya maju satu langkah agar lebih dekat lagi terhadap Nisa setelahnya Kanya mengambil uang Yang ada ditangan Nisa membuat Nisa tersenyum bangga.
"—saya tidak butuh uang anda" lanjut Kanaya menghamburkan uang yang dirinya pegang ke udara membuat dua R dan juga anak buahnya tersenyum senang.
"Siska ambil hp saya karna didalamnya terdapat banyak file tentang proyek kita kedepannya dan berikan saya kartu identitas saya" perintah Kanaya kepada Sekertarisnya.
Kanaya segera menerimanya dan segera memberikannya kepada Nisa "anda bisa menelfon saya untuk meminta ganti rugi" ucap Kanaya langsung pergi dari situ diikuti semua anak buahnya beserta Rey.
"tunggu saja kabar baiknya besok" ucap Ray saat melewati Nisa.
Ray segera berjalan lebih cepat agar bisa menyusul keluarganya yang sudah terlebih dahulu berjalan.
"Dari mana lu?" tanya Rey kepada Abangnya itu.
"hanya berbicara sepatah dua patah kata dengan orang itu" Jawab Ray sambil tersenyum membuat Rey merasa aneh.
"momy" panggil Ray membuat Kanaya menoleh ke belakang. "momy ga papa kan?" tanya terlihat khawatir
Kanaya tersenyum melihat kekawatiran Putra sulungnya itu "momy ga papa kok" jawabnya membuat Ray bernafas lega.
Yah beginilah sosok Ray miskipun dirinya dingin dan cuek terhadap sekitar tapi jika menyangkut momynya dia pasti akan menjadi orang yang posesif
__ADS_1
"Rey Ajak kakak kakak ini bayar pakai kartu yang sudah momy berikan tadi dan Siska kamu ikut saya beli Kue" ucap Kanaya.
"yok i mom" jawab Rey kemudian berjalan kearah kasir bersama dengan kakaknya dan juga anak buah momynya.
Kanaya segera mengajak Siska untuk membeli kue ditoko kue yang berada tak jauh jari mall ini.
setelah sampai Kanaya segera masuk kedalam toko kue yang lumayan mewah itu bersama sekertarisnya.
mata Kanaya langsung tertuju pada kue berbentuk kotak dengan dipenuhi oleh coklat dan buah buahan kecil sebagai hiasan diatasnya tak lupa dengan manik manik putih yang menghiasi pinggirannya.
"mbk saya mau kue ini" ucap Kanaya kepada salah satu pegawai ditoko kue tersebut.
salah satu pegawai wanita itu segera menghampiri Kanaya "baiklah nyonya mohon ditunggu sebentar" ucap pegawai wanita itu dengan sopan.
setelah selesai membeli kue, Kanaya memutuskan untuk membeli buket bunga terlebih dahulu barulah dirinya dan Siska pulang kerumah.
"loh kak kok beli yang mawar putih?" tanya Siska saat melihat Kanaya keluar dari toko buket sambil membawa buket bunga mawar berwarna putih.
Kanaya terkekeh ringan dengan pertanyaan Siska "soalnya saya suka dengan mawar putih" jawab Kanaya membuat Siska mengerutkan dahinya bingung.
"lah bukanya kakak suka warna kuning?" tanya Siska kembali.
"ya kamu betul tapi saya suka mawar putih karena memiliki arti yang sangat indah" jawab Kanaya.
"lah emang apa artinya kak bukanya semua mawar sama aja?" tanya Siska membuat Kanaya geleng geleng kepala.
"mawar putih melambangkan kesucian, kepolosan, dan muda. Bunga mawar dengan warna putih ini juga sering digunakan pada acara-acara pernikahan karena kaitannya dengan cinta yang murni dan kesetiaan abadi. selain itu bunga mawar putih menjadi Simbol sebuah awal dari cinta abadi" ucap Kanaya menjelaskan kepada sekertarisnya itu.
"saya terkadang berharap cinta saya seperti mawar putih, suci nan polos, selain itu saya juga ingin mendapatkan cinta yang murni dari suami dan kesetiaan yang abadi" ucap Kanaya sambil tersenyum kikuk "tapi saya juga sadar untuk itu" lanjut Kanaya
Siska memanggang bahu kiri Kanaya untuk memberikan semangat kepada bosnya itu "saya yakin orang sebaik kakak ini pasti akan mendapatkan orang yang baik pula" ucap Siska.
"dan yah satu lagi mawar ini akan menjadi awal kisah saya" ucap Kanaya diangguki oleh Siska.
mereka terus berbicara sampai tak sadar jika mereka sudah sampai didepan pintu rumah. Siska segera membukakan pintu untuk bosnya.
"Ya Allah" ucap Kanaya saat melihat kedua anaknya dan para anak buahnya tidur di depan tv yang masih menyala dengan posisi Ray yang duduk diatas sofa memangku kepala Rey yang terbaring diatas sofa dan para anak buahnya yang sudah berbaring dilantai.
__ADS_1
"ga anak ga anak buah sama saja!!" ucap Kanaya sambil terkekeh ringan kemudian menyuruh Siska untuk memfoto mereka. lumayan dapet aib mereka >.<