Kisah Sempurna Airin

Kisah Sempurna Airin
Bab 14


__ADS_3

Tepat jam 7 malam pak Sena sampai di rumah ku, setelah bepamitan dengan kedua orang tuaku, kami segera pergi menuju ke rumah pak Sena.


Aku mengenakan dress kiriman dari pak Sena tadi siang, sedangkan pak Sena terlihat tampan sekali saat mengenakan tuxedo berwarna senada dengan dress yang ku pakai saat ini.


“Kenapa kita kayak couplean gini ya pak?” Tanyaku saat sadar ternyata warna baju yang kami kenakan sama.


“Kenapa memangnya?” Alih-alih menjawab pertanyaanku, pak Sena malah bertanya balik padaku.


“Ya gapapa, kayak mau kondangan aja” ucapku.


Pak Sena tidak menjawab perkataanku, dia hanya fokus menyetir. 30 menit berlalu kini kami telah sampai di kediaman pak Sena.


Seperti biasa kami di sambut oleh para maid yang memakai baju berwarna hitam putih, dan ada satu maid yang mengarahkan kami ke meja makan.


‘Buset dah, udah kayak tamu kerajaan aja ni gue’ gumamku dalam hati.


“Nahhh ini dia calon pengantinnya” setelah sampai di meja makan berukuran 20 orang itu tante Karina menyambut kami dengan heboh.


Aku hanya tersenyum mendengar sapaan tante Karina, namun tak urung aku menyalami kedua orang tua Pak Sena.


“Assalamualaikum om tante” ucapku sembari menyalami mereka.


“Waalaikumsalam” jawab om Arsen.


“Eh ehh, kok masih manggil om tante sih. Panggil mama dan papa dong” ralat tanter Karina.


“Iyaa Airin, kamu harus memanggil kami dengan sebutan mama dan papa, kan sebentar lagi kalian akan menikah” ucap Om Arsen.


“Hehehe iya ma pa” aku membenarkan panggilan ku yang sempat salah tadi.


“Nah gitu dong, ayo duduk. Kita makan malam dulu” ajak Tante Karina.


Di meja itu ada banyak sekali berbagai macam makanan terhidang, mulai dari sayur, daging, buah-buahan dan ada banyak lagi.


Kami makan dengan hening, hanya terdengar dentingan suara sendok dan garpu yang bergesekan dengan piring keramik mahal milik keluarga pak Sena.


Setelah acara makan berat berakhir kini semua piring yang ada di atas meja di angkat oleh para maid yang menunggu di sekitaran ruangan itu, dan kini hidangan tadi telah berganti menjadi hidangan penutup. Berbagai macam kue kue telah tehidang di sana, mataku berbinar melihat semua makanan itu.


Saat menyantap hidangan penutup ini suasana di meja makan lumayan mencair, karena om Arsen mulai membuka obrolan.


“Jadi gimana Sen?” Tanya om Arsen pada pak Sena.


“Gimana apanya ?” Pak Sena bertanya balik.


“Ya rencana pernikahan kamu dan Airin lah, sudah sampai mana persiapannya” jelas om Arsen.


“Uhuk uhukkk” aku tersedak pudding durian yang baru saja meluncur di tenggorokan ku.

__ADS_1


Pak Sena dengan sigap menyambar gelas air minum dan memberikannya padaku.


“Ahhh lega, makasih pak” ucapku tak sadar.


“Pak?” Beo tante Karina.


“Eh ma-maksudnya sayang, iyah maksudnya makasih sayangg hehe” ucap ku seraya memegang tangan pak Sena.


‘Ihh bego banget sih kenapa bisa keceplosan gini sih. Eh tapi bukan nya bagus ya kalo mereka tau kalo ini cuma pura-pura. Ngapain juga gue ralat tadi omongan gue, mana pake manggil sayang lagi, ihh geli gue’ aku mengoceh sendiri di dalam hati.


“Iya sama-sama” balas pak Sena sambil mengusap punggung tanganku.


“Aduhhh, so sweet banget sih kalian ini. Udah ih buruan nikah biar Airin cepet tinggal disini, biar mama ada temen nya, mama udah ga sabar mau belanja bareng sama menantu” ucap Tante karina dengan semangat.


Aku hanya meringis mendengar perkataan tante Karina, tinggal disini? Aduhh engga dulu deh. Baru ngeliat aturan makan malem nya aja udah ngeri banget, berasa makan sama presiden kudu hening. beda banget sama aku dirumah, kalo makan sambil liat Tiktok.


“Menurut papa pernikahan kalian harus segera di langsungkan, papa sudah tidak tahan melihat berita-berita tentang kamu di media sosial itu” ucap om Arsen.


“Itu kan juga karena papa. Papa yang suruh Sena kencan sama anak-anak kolega papa” ucap Sena tak mau sepenuhnya di salahkan.


“Harus nya kamu bisa lebih sedikit membuka hati kamu saat bersama mereka supaya cepat dapet. Ini malah semuanya di kacangin, sampai-sampai mereka ngomong yang engga-engga tentang kamu di media sosial”


“Yaudahlah pa, kan Sena sekarang sudah sama Airin, hargai perasaan pacar Sena pa”


“Iyaa maaf ya Airin, papa jadi bahas-bahas cewek lain” ucap om Arsen tidak enak hati telah membahas wanita lain di hadapanku.


“Iya tidak apa-apa kok pa” ucapku seraya tersenyum manis.


“Yasudah kalau begitu 3 bulan lagi kita adakan pesta pernikahan untuk kalian”


“Uhuukkk uhukkk” aku kembali tersedak mendengar ucapan om Arsen, kali ini aku tersedak ludah ku sendiri.


“Kenapa Airin? Kamu belum siap? atau 3 bulan terlalu lama? Baik kalau begitu bulan depan kita adakan acaranya” ucap Om Arsen seenaknya.


“Eh engga pa, bukan begitu” ucapku.


“Jadi bagaimana?” Tanya om Arsen.


‘Gue ga boleh diem aja, gue harus ngomong ke mereka kalo ini cuma pura-pura. Kenapa gue harus nikah beneran sama pak Sena, gue ga mau.’


“Eee gini om eh pa, sebenarnya Airin dan Pak Sena itu cuma berpu….”


“Sebenarnya kami memang sudah punya rencana sendiri untuk pernikahan kami ma, pa. Jadi kalian tidak perlu repot-repot merencanakannya, iyakan sayang?” Pak Sena tiba-tiba memotong ucapakan ku.


Apa-apaan ini, maksudnya apa merencanakan pernikahan. Pernikahan tidak termasuk dalam rencana awal, mengapa masalah ini menjadi serius begini.


“Ta-tapi engga git… awww” aku meringis kesakitan ketika pak Sena menginjak ujung kakiku.

__ADS_1


“Kenapa Rin?” Tanya tante Karina khawatir.


“Gapapa kok ma, tadi ada nyamuk di kaki Airin” aku mengeles.


“Loh nyamuk? Masa sih” tanya tante Karina tak percaya.


“Oke ma pa sepertinya acara makan malam kita sudah selesai, Sena izin mau kencan berdua dengan Airin” pamit Pak Sena.


WHATTT!!! Kencan? Berdua?


Ngaco banget ni orang.


“Eh bentar dulu dong, jadi kapan acara nikahan kalian, biar mama bisa siapin baju.” Ucap Tante Karina menhentikan.


“Nanti Sena kabari mah, Ayo sayang” ajak pak Sena sambil menarik tanganku.


“Eh bentar, ma pa kami pamit ya” ucapku pamit dengan sopan kepada om dan tante Karina dan mereka mengangguk mengiyakan.


Pak Sena membawaku menaiki mobilnya, aku hanya diam tak bersuara. Entahlah aku bingung mau bicara apa, mulut ku kelu seperti enggan membahasnya.


“Airin”


“Iya pak?”


“Tumben kamu diem aja, biasanya ngoceh-ngoceh tidak jelas”


“Saya bingung mau ngomong apa lagi pak”


“Yasudah tidak usah ngomong”


“Bapak seenaknya ngomong sama om dan tante kalo kita akan segera menikah dan kita sudah merencanakan pernikahan kita, itu maksudnya gimana ya pak? Kita nikah beneran?”


“Pak, jawab dong”


Pak sena tidak menjawab perkataanku, namun beberapa menit kemudian dia menghentikan mobil nya di sebuah taman yang banyak di datangi muda mudi, dia menarik ku untuk duduk di salah satu kursi yang ada di taman itu.


“Kita mau ngapain pak?” Tanya ku bingung.


“Mungkin ini begitu tiba-tiba untuk kamu, tapi tidak untuk saya. Alasan mengapa saya tidak kunjung menghentikan rencana ini adalah karena saya sungguh-sungguh ingin menikahimu”


DEG!


Apa maksudnya?


***


Berkomentarlah dengan kata-kata positif❤️

__ADS_1


__ADS_2