Kisah Sempurna Airin

Kisah Sempurna Airin
Bab 37


__ADS_3

Setelah beberapa menit berjalan pulang akhirnya aku sampai di rumah, terlihat ada dua mobil yang terparkir di pekarangan rumahku, yang aku tau salah satunya itu adalah mobil Yuri tapi yang satu nya lagi aku tidak mengenalnya, mungkin itu tamu papa pikirku.


Dari teras terdengar suara saut-sautan yang lumayan keras dari dalam, namun suara papa lah yang mendominasi disana.


“Papa lagi ngobrol sama siapa kok heboh banget” gumamku dalam hati.


“Tapi aku melakukan semua ini untuk Airin om”


“Untuk Airin?”


“Iya, ini adalah caraku menuruti permintaan om dulu”


“Dengan cara apa? Dengan cara menyakiti anak saya? Dengan cara menduakannya?”


“sekarang saya sudah sukses om, dan saya mau menagih janji om dulu”


‘Janji? Janji apa? Kenapa mereka menyebut-nyebut namaku di percakapan mereka, dan itu kan suara Reno’ ucapku bermonolog sambil menguping dari luar.


“Saya memang pernah berjanji tapi jika jalanmu sepeti itu, saya menarik kembali janji saya”


“Tapi ga bisa gitu om”


Percakapan mereka semakin sengit, aku sudah tidak tahan lagi, aku masuk kerumah dan terlihat disana papa dan Reno sedang bersitegang di ruang tamu.


“Janji apa pa?” Tanyaku spontan ketika sudah masuk ke dalam.


“Airin” ucap papa terkejut.


“Papa ada janji apa sama Reno?”


“Rin” panggil Reno.


“Lo! Ngapain lo kesini lagi? Belum puas lo nyakitin gue hah!?” Tanyaku emosi.


Sebenarnya apa yang sudah aku lewatkan selama ini, “Rin kamu harus dengerin penjelasan aku, kamu harus tau kenapa aku ninggalin kamu dulu, kenapa aku sampai selingkuh dari kamu” ucap Reno.

__ADS_1


“Apa? Apa alasannya? Katanya lo ngelakuin ini demi gue, kasih tau alasanya sekarang” ucapku menggebu-gebu.


“Sebenarnya aku…”


“Airin, kenapa?” ucapan Reno terhenti ketika Yuri datang dan menghampiriku.


“Heh! Ngapain lo buat ribut di rumah orang pagi-pagi gini!” Bentak Yuri ke Reno.


“Gue ga ada urusan sama lo” ucap Reno dingin.


“Jelas ini jadi urusan gue, karena lo udah nyakitin sahabat gue berkali-kali”


“Rin, dengerin aku Rin”


“Diem! pergi lo dari sini”


“Gue gak mau”


“Pergi”


“STOP!!!!” Suara papa menginterupsi perseteruan antara Yuri dan Reno.


“Papa yang akan menjelaskan semuanya” ujar papa.


Aku menatap lekat ke arah papa, “pa ada apa ini?” Tanyaku lemah.


Papa terlihat menarik nafas sebelum mulai berbicara, “Dulu papa sebenarnya tidak setuju dengan hubungan kalian, karena papa beranggapan bahwa Reno tidak memiliki pekerjaan yang mumpuni untuk hidup bersama kamu kelak. Kamu anak semata wayang papa, kamu anak yang paling kami sayang, papa mati-matian bekerja untuk menghidupi kamu dan membuat kamu bahagia Rin. Jadi Papa menyuruhnya untuk mencari pekerjaan lain sehingga nanti bisa dikatakan layak menghidupi kamu” ujar papa.


“Tapi papa tidak menyangka jika caranya memperbaiki karir adalah dengan cara menjalin hubungan dengan anak Azka dan membujuknya untuk menjadikannya Manager di perusahaan Azka Perkasa, dan malah berujung menyakiti kamu hingga hari ini” kami semua tertegun mendengarkan penjelasan papa.


Setelah hari dimana aku menceritakan kepada papa bahwa Reno telah di angkat menjadi Manager di Azka Perkasa, papa langsung mencari tau tentang kebenarannya. Azka adalah rekan kerja papa, jadi beliau dengan mudah mengetahui bahwa putri dari Azka sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yang bernama Reno Wijaya, dan Azka pun melihat ada potensi dalam diri Reno jadilah dia di promosikan sebagai Manager disana.


“Memperbaiki karir yang papa maksud adalah, dia harus lebih giat lagi mencari rezeki dan jika bisa carilah pekerjaan di tempat lain yang lebih menjanjikan, bukan malah stuck di comfort zone dan sering jalan-jalan gak jelas sama kamu”


Dulu memang saat aku dan Reno berpacaran, kami sering sekali mengabiskan waktu hanya untuk sekedar jalan-jalan keliling kota. Setiap hari kami selalu bertemu walupun cuma untuk makan siang saja. Dan pekerjaan Reno pun dulu hanya sebagai staff biasa di perusahaan kecil, yang dimana gajinya hanya cukup dipakai untuk dirinya sendiri dan bukan untuk biaya hidup keluarganya kelak.

__ADS_1


“Rin, papa sama sekali tidak berniat memisahkan kamu dengan dia, walaupun papa tidak suka dengan Reno tapi papa tetap memberikan pilihan untuknya, karena papa tidak ingin melihat kamu bersedih lantaran hubungan kamu tidak papa restui, jadilah kenapa papa menyuruhnya memperbaiki karirnya dulu sebelum menikah dengan kamu.”


Aku mengerti kekhawatiran papa terhadap kehidupanku kelak, papa memang selalu memberikanku yang terbaik, semua keinginan dan kebutuhanku selalu di penuhi, apa lagi aku adalah anak satu-satunya di keluarga ini, jadi wajar saja jika papa tidak ingin aku hidup susah nantinya.


“Om, saya sudah melakukan apa yang om mau, saya sudah memiliki karir yang menjanjikan, saya sanggup menghidupi anak om dan memberikan apapun yang Airin ingingkan. Tapi memang cara saya salah om, itu semua saya lakukan kerena saya benar-benar mencintai Airin om, saya rela melakukan apa saja asal saya bisa hidup bersama dengan Airin” ucap Reno.


“Tapi kamu telah menyakiti anak saya, setiap malam saya mendengar anak saya menangis meratapi kelakuan kamu. Kamu telah memilih jalan yang salah dengan cara menjalin hubungan sengan anak Azka, dan membujuknya agar menjadikan kamu sebagai Manager disana, jadi silahkan kamu teruskan hubunganmu dengannya dan jangan kembali dengan anak saya, karena dia akan segera menikah.” ucapan papa cukup membuat Reno tersentak, aku tau yang di maksud papa adalah Pak Sena.


“Rin, apa itu benar? Lalu bagaimana denganku?” Tanya Reno padaku.


Aku diam tak menjawab, aku juga tidak tau harus menjawab apa, karena semuanya membuatku tidak bisa berkata apa-apa.


“Airin jawab!” Bentak Reno di depan wajahku.


“Iya benar! Kami memang akan segera menikah, jadi kamu jangan pernah lagi mengganggu Calon istri saya” suara itu berasal dari arah pintu, iya itu adalah suara pak Sena, entah kenapa dia bisa tiba-tiba muncul disini saat keadaan lagi kacau.


“Pak Sena” gumamku.


Pak Sena mendekatiku dan merangkul tubuhku, “kamu tidak apa-apa?” Tanyanya padaku.


Aku menggeleng, “aku gapapa kok” jawabku lemah.


“Apa ini Rin? Jadi semua pengorbanan ku selama ini berakhir sia-sia? Bersusah payah aku mengejar karir hanya untuk merasa pantas bersanding denganmu, tapi ujung-ujungnya aku hanya melihatmu bersanding dengan pria lain?” Tanya Reno parau.


“Reno, harusnya sejak awal kamu memberi tahuku mengenai masalah ini, selama ini aku menyangka kamu selingkuh dengan perempuan lain, dugaanku juga di perkuat saat kita beberapa kali bertemu, saat itu kamu seperti sangat mencintai perempuan itu dan terliat seperti mengejekku, sakit hati ku bertambah dalam karena perlakuanmu itu” aku membuka suara dan menjelaskan mengenai perasaanku.


“Aku melakukan itu karena Revina tau kamu adalah mantan kekasihku, dia cemburu setiap kali kita bertemu. Aku tidak mau jika nanti dia mencabut posisiku dan berujung aku tidak bisa membahagiakan kamu Rin, jadi itulah kenapa setiap kali kita bertemu aku selalu bersikap biasa saja. Aku begitu sangat mencintaimu Rin” ujar Reno lirih.


“Aku tersiksa setiap kali melihat kamu tapi tidak bisa memeluk kamu, setiap aku sedang bersama Revina aku selalu membayangkan dia adalah kamu, aku tidak pernah bisa menggantikan kamu dengan orang lain Rin” air mata Reno turun kian deras.


“Om saya mohon, tolong restui hubungan saya dengan Airin. Saya berjanji akan membahagiakan Airin om, saya akan meninggalkan semua ini dan memulainya dari awal lagi.” Ucap Reno memohon dengan papa.


“Saya tidak bisa memaksa anak saya, jadi saya serahkan semuanya kepada Airin” ucap papa sembari menepuk pundakku, yang artinya keputusan ada di tanganku.


***

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya guys❤️


__ADS_2