Kisah Sempurna Airin

Kisah Sempurna Airin
Bab 23


__ADS_3

Bodoh bodoh bodoh! Harus ku akui bahwa aku adalah mahluk yang paling bodoh di muka bumi ini. Bisa bisanya aku merasa hancur hanya karena seorang laki laki yang tidak tau bagaimana caranya mengucapkan kata maaf dan terimakasih.


Laki laki yang tidak sadar bahwa dirinya telah menghancurkan perasaan seorang perempuan yang amat sangat mencintai dirinya dan rela melakukan apapun hanya demi lelaki tersebut tidak berpaling darinya. Semua pengorbananku, ketulusanku dan waktu ku selama 8 tahun terbuang sia-sia hanya karena manusia yang tidak berakal itu.


Pertemuanku dengan bajingan itu kemarin membuat ku sadar bahwa aku adalah manusia paling bodoh yang ada di bumi ini, selama ini aku menangis, meratap dan terpuruk hanya karena di tinggal oleh nya, tapi dia dengan santainya membawa dan memamerkan penggantiku tepat dihadapanku. Seolah olah 8 tahun kebelakang dia hilang ingatan dan tidak ada yang terjadi di antara kami saat dia sadar.


Aku bersumpah aku tidak akan mengeluarkan setetespun air mataku untuk laki laki brengsek itu lagi, kini perasaan ku bukan lagi sedih karena di tinggal kekasih, kini hati ku dipenuhi dengan rasa kecewa, marah dan benci dengan dia.


“Gimana Rin lo udah ada pacar baru?” Biadap! Manusia mana yang tega bertanya kepada mantan kekasihnya seperti itu sedangkan dia masih terpuruk dalam kesedihan karena di selingkuhi. Aku benci dengan kamu Reno, tidak ada lagi terbersit ingin kembali kepadamu di hatiku setelah pertanyaan bodoh dan cenderung mengejek darimu kemarin.


“Airin”


“Airin”


“Airiiiin” aku terlonjak kaget mendengar pak Sean berteriak di depan wajahku.


“eh i..iya pak, maaf pak bapak butuh sesuatu?” Tanya ku.


“kamu kenapa? Muka kamu kok merah gitu, kamu tidak sedang kesurupankan?” Tanya pak Sena ngawur.


“apa banget deh pak masak di perusahaan gede gini ada setan nya” ucapku.


“ya kamu ngapain dari tadi diem aja ga gerak sama sekali, tangan di kepalin terus muka merah gitu, saya hampir aja manggil ustad tadi” ucap pak Sena berlebihan.


“lebay banget” aku memutar bola mataku malas.


“lagi ada masalah?” Tanya pak Sena lagi.

__ADS_1


“engga kok pak” jawabku singkat.


“cerita aja, masalah kamu masalah saya juga” aku melirik kearah pak Sena ‘apa gue cerita aja kalo kemarin sempet ketemu Reno’ gumamku dalam hati.


“engga ada kok pak, saya ga ada masalah apa-apa” ucapku akhirnya mengelak.


“kemarin saya melihat kamu sedang bersama teman kamu di mall” ucap pak Sena.


“hah?” kok bapak ga manggil saya? Bukan nya kemarin bapak sempet nelpon saya nanyain saya lagi dimana” aku memberondong pak Sena dengan beberapa pertanyaan.


“iya benar saya memang menelpon kamu, hanya untuk memastikan saja kalau saya tidak salah lihat” ucap pak Sena dan aku hanya ber-oh ria.


“saya juga sempat melihat kamu bertemu dengan mantan kamu, apa yang dia katakaan sehingga membuat kamu jadi seperti ini ?” Tanya pak Sena, aku tercengang mendengarnya. Apakah dia membuntutiku?


“enggak kok, dia gak bilang apa-apa. Udah deh pak jangan ngomongin dia mulu, lagian juga gak penting” ucapku tak mau membahasnya.


“Saya selalu memperhatian raut wajahmu tiap kali kamu bertemu dengannya, saya tau melupakan seseorang yang telah lama kita cintai itu sulit, tapi tidak kah kamu sadar bahwa dia sudah tidak menginginkan kamu lagi” ujar pak Sena.


“bahkan dia sudah menganggap kamu orang asing yang tidak pernah dia kenal sebelumnya” lanjut pak Sena.


“harus berapa kali saya mengatakan kepada kamu bahwa dia tidak pantas untuk kamu tangisi, air matamu berharga Airin jangan sia-sia kan untuk dia yang bahkan tidak perduli dengan kamu”


“saya tidak mau melihat kamu terluka, saya tidak mau melihat air matamu jatuh untuk dia, dan saya mencintai kamu jauh lebih besar dari rasa cinta kamu kepadanya Airin, namun jika kamu tidak menginginkan saya ada di samping kamu, baik saya minta maaf” ucap pak Sena sembari beranjak dari tempat duduknya.


Air mata yang membendung sejak tadi akhirnya tumpah ketika pak Sena meminta maaf kepadaku, aku sadar selama ini aku sudah mengabaikan perasaannya dan lebih memilih berlarut-larut dengan rasa sakitku. “ pak” aku menahan tangan pak Sena agar dia tidak beranjak dari tempat duduk nya.


Pak Sena menoleh, “jangan pergi” ucap ku menggelengkan kepala.

__ADS_1


“ternyata meluluhkan hati mu jauh lebih susah dari yang saya bayangkan Airin, rasa cintamu sudah sangat besar untuk dia. Kamu belum sembuh Airin, kamu hanya pura-pura tidak merasakan sakitnya” ucap pak Sena lemah.


“enggak pak, sekali ini saya benar-benar akan melupakannya. Saya sadar karena saya sudah sangat bodoh selama ini. Saat pertemuan kami kemarin dia bertanya apakah saya sudah memiliki kekasih baru, saya tidak mengira dia akan bertanya seperti itu dengan mudahnya, saya tidak tau harus menjawab apa. Saya merasa saya adalah manusia yang paling bodoh di dunia ini, selama ini saya menangis, meratap dan terpuruk karna dia, sedangkan dia benar benar sudah tidak perduli dengan perasaanku. Mungkin dia mengira aku sama sepertinya yang bisa dengan mudah mendapatkan pengganti dirinya.” aku menangis sesunggukan sambil menjelaskan keadaan ku kemarin saat bertemu dengan Reno.


“tolong bantu saya pak, saya tidak mau terlalu lama tenggelam dalam kebodohan ini. Dia telah menacapkan sebilah pisau yang tajam di hatiku, dan luka itu tidak akan lekang dalam ingatanku, selamanya” sambungku.


Pak Sena membawaku kedalam pelukannya, pelukan yang terasa sangat tulus yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya, “maafkan saya telah mengabaikan perasaan bapak selama ini, saya sudah di butakan oleh rasa sakit sehingga tidak bisa melihat rasa cinta yang telah bapak berikan kepada saya” ucapku yang masih terisak dalam pelukan pak Sena.


“sudah jangan menangis lagi, saya tidak mau melihat kamu menangis lagi Airin.” Ucap pak Sena seraya menghapus jejak air mata di pipiku.


“maafkan saya pak” ucapku lagi.


“tidak ada yang perlu di maafkan, kamu harus belajar mengikhaskan sesuatu yang bukan milikmu” ucap pak Sena.


“iya pak saya akan belajar mengikhlaskannya” ucapku dengan pasti.


“bagus Airin, kamu harus ingat, ketika kamu ikhlas menerima semua kekecewaan dalam hidup, maka Allah akan membayar tuntas semua kekecewaanmu dengan beribu-ribu kebaikan, belajarlah untuk mengerti  bahwa segala yang baik untuk mu tidak akan Allah izinkan pergi kecuali akan di ganti dengan yang lebih baik” ujak pak Sena menasehati.


Aku tersenyum menimpali perkataannya, “dan saya berharap bapak yang akan menjadi penggantinya yang dipilihkan Allah untukku” ucap ku.


Pak Sena tersenyum penuh arti mendengar penuturanku, aku juga berharap pak Sena adalah lelaki pilihan Allah untuk menggantikan dia yang telah meninggalkanku. Laki laki yang baik, tegas dan penuh tanggung jawab.


***


gimana guys ceritanya nya? maaf ya kalau agak lebay atau gimana.


Dukung terus tulisan aku ya, tolong like, komen dan vote ya. Thankyou.

__ADS_1


__ADS_2