Kisah Sempurna Airin

Kisah Sempurna Airin
Bab 44


__ADS_3

Aku tidak percaya dengan apa yang baru saja Maudy di katakan, bagaimana caranya agar aku percaya bahwa dia memang benar-benar di perkosa oleh Nathan. Berita ini bahkan tidak terdengar dari sudut manapun, sedangkan keluarga Maudy adalah keluarga yang sangat berpengaruh di kota ini.


Nathan adalah sabahatku sejak SMA, dia adalah sesosok seorang sahabat yang baik selain Rey. Bagaimana mungkin Nathan dengan tega memperkosa Maudy, terlebih lagi dia tahu bahwa aku dan Maudy sudah menjalani hubungan selama bertahun-tahun.


“Sena, aku tidak ada niat untuk meninggalkan kamu pada saat itu, aku bingung, aku bimbang, aku tidak tahu harus melakukan apa.” maudy menjelaskan dengan sangat lirih.


“Ini tidak mungkin” ucapku tidak percaya.


“Ini nyata Sena, aku tidak pernah membohongimu” Maudy kembali meyakinkanku.


“Bagaimana aku bisa percaya, dan jika memang iya kenapa kamu tidak memberitahuku?” Desakku.


“Aku ingin memberi tahumu Sena, tapi Nathan mengancam akan menyebarkan video dia sedang menyetuhubuhiku jika aku mengatakannya kepada orang lain. Dan dia pula yang menyuruhku untuk meninggalkan kamu saat itu juga, aku kalut dan aku frustasi” Maudy menangis lirih.


Aku tidak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar dari mulutnya, bagaimana bisa semua itu terjadi.


“Sejak saat itu aku mulai menjauhi mu dan memulai hubungan dengan Nathan atas dasar paksaan darinya, dia memaksaku untuk mencintai dirinya seperti aku mencintaimu”


“Tentu saja aku tidak bisa melakukan itu, aku sangat mencintai kamu Sena, tidak pernah terlewat satu malampun aku tidak menangisimu, hidupku hancur, masa depanku juga ikut hancur ketika dia dengan tega merenggut keperawananku.”


“Setelah 3 tahun aku di bawah tekanannya, akhirnya dia meninggalkan ku untuk perempuan lain. Aku di tinggalkan begitu saja, dan saat itulah aku menceritakan semua yang terjadi kepadaku dan aku langsung di bawa oleh kedua orang tuaku untuk memulihkan keadaan mentalku di luar negeri.”


“Hari ini aku pulang Sena, aku pulang dan mencarimu. Aku sangat berharap kamu masih mencintaiku sama seperti 5 tahun yang lalu” Maudy tersenyum dan mulai mendekat ke arahku.


Aku masih tertegun dan mencerna semua yang di katakan oleh Maudy, bagaimana bisa aku tidak menyadari apa yang sudah terjadi kepadanya. Dan mengapa sahabatku sendiri dengan teganya menodai orang yang sangat aku cintai saat itu.


“Lalu apa tujuan kamu kemari?” Tanyaku penasaran.


“Aku ingin kembali kepadamu Sena, aku sadar aku sudah tidak suci lagi, tapi aku tidak pernah hamil anaknya Nathan”


Aku terduduk di kursiku, aku masih belum bisa percaya dengan semua ini, apa ini? Apa aku sedang bermimpi?


“Sena” panggil Maudy.


Aku menoleh padanya, “Ya” jawabku


“Apakah kamu masih mencintaiku?”

__ADS_1


Aku lagi-lagi tidak bisa menjawab pertanyaan Maudy, aku sendiri tidak mengerti apa yang sedang aku rasakan, dadaku seakan bergemuruh tak karuan.


“Sena” Maudy kembali memanggilku.


“Aku..” ucapan ku terputus


“Kamu tentu saja masih mencintaikukan?”


“Tolong tinggalkan aku sendiri”


“Apa? Sena tapi kamu belum menjawab pertanyaanku”


“Keluar Maudy”


“Tapi..”


“Keluar!”


“Sena jawab dulu baru aku akan…”


“Mengapa kamu sangat tidak sadar diri seperti ini Maudy Caludia!? Kamu sudah membuat hidupku hancur saat itu, dan sekarang kamu dengan santainya mengatakan bahwa aku masih cinta denganmu?” Bentakku padanya.


“Apakah kamu pernah bertanya tentang keadaan hatiku setelah kamu meninggalkan aku? Apakah kamu tau dengan hidupku yang seperti mayat hidup saat itu? Bahkan jika di bandingkan dengan orang gila sekalipun dia bahkan masih memiliki energi untuk hidup, sedangkan aku? Aku seperti orang mati tapi tubuhku masih bernyawa”


Dia hanya diam mendengar perkataanku.


“Bersusah payah aku menyeret tubuhku agar bisa bangkit dan tidak mengingatmu lagi. Aku memang tidak merasakan pahitnya jadi kamu, tapi yang aku tau menjadi diriku juga tidak cukup mudah jika harus di jalani.”


“Dan kalaupun saat itu kamu jujur denganku atas apa yang kamu alami, aku masih akan tetap mencintai kamu sampai aku mati Maudy, karena bagiku cinta adalah tentang bagaimana seorang pasangan saling percaya dan menerima kekurangan satu sama lain.”


“Dan jika sekarang kamu bertanya apakah aku masih mencintaimu atau tidak, maka jawabannya adalah tidak. Dan kamu harus tau kalau orang yang kamu usir tadi adalah calon istriku”


Maudy diam seribu bahasa, sangat jelas terlihat dari raut wajahnya dia sangat terkejut mendengar kalimat terakhirku.


“Bagaimana bisa Sena, mengapa kamu begitu cepat melupakan aku dan berpaling kepadanya?”


“Begitu cepat? Sudah ku katakan padamu tadi bahwa tidak mudah menjadi diriku setelah kamu meninggalkanku. Pikiranku berkecamuk tiap kali aku mengingat seberapa dasyatnya luka yang kamu sayatkan pada hari itu, kamu meninggalkanku begitu saja tanpa ada penjelasan apapun”

__ADS_1


“Sena, aku mohon kembalilah kepadaku. Aku hanya mencintai kamu Sena. Begitu buruk yang aku alami dari dulu sampai sekarang” Maudy menangis di depanku.


Aku tidak perduli, yang aku tahu saat ini aku sudah tidak mencintainya lagi sejak hari itu, aku sangat mencintai Airin. Jadi aku tidak ingin dia ada di kehidupanku.


“Lebih baik kamu keluar dari sini, kamu telah membuat calon istriku salah paham”


“Dia tidak lebih baik dariku Sena, dan dia tidak lebih menarik dibandingkan denganku”


“Jangan pernah menghina Airin, keluar!”


“Tidak, aku tidak mau”


Aku jengah dengannya, lalu aku memencet tombol keamanan untuk masuk ke ruanganku. Tak lama dua orang penjaga masuk ke ruanganku.


“Bawa dia keluar, dan pastikan dia tidak akan pernah lagi memasuki kawasan kantor saya” perintahku pada dua orang tersebut.


“Baik pak”


“Ayo nona”


“Tidak, aku tidak mau. Sena tolong kembalilah padaku.” Maudy meronta saat dirinya di seret oleh dua penjaga itu.


“Nona tolong jangan sampai kami melalukan kekerasan”


“Senaa”


Mereka menjauh dari ruanganku, aku duduk di kursiku. Pikiranku berkecamuk, aku tidak menyangka atas apa yang terjadi kepadanya dulu, tapi meskipun aku bersimpati atas kejadian yang menimpanya, bukan berarti aku ingin kembali lagi kepadanya.


Seketika aku mengingat Airin yang dengan kesalnya dia meninggalkan ruanganku, dimana dia sekarang. Aku memencet nama Airin yang tertera di ponselku dan menghubunginya. Namun telponku tidak di angkat, dan setelah itu dia mematikan ponselnya.


Aku semakin kalut, aku harus menjelaskan kepada Airin bahwa aku tidak melakukan apapun dengan Maudy disini. Aku yakin pasti sekarang dia sedang kesal padaku.


Ku lajukan mobilku menuju kerumah Airin, aku berharap dia ada di rumahnya, karena aku tidak tau dia akan pergi kemana jika hatinya sedang tidak karuan seperti ini. Ini juga adalah salahku, karena tadi aku tidak menahannya untuk tidak pergi dari ruanganku.


Sangat terlihat raut kecewa dari wajahnya, aku melihat ujung matanya sedikit berair sambil mendorong pintu ruanganku. Aku sangat merasa bersalah kepadanya.


Jalanan padat membuatku cukup emosi, terlebih lagi pikiranku di penuhi dengan Airin yang saat ini entah dimana.

__ADS_1


“Aaaarghhhhhh…..” aku meninju kemudi mobilku.


***


__ADS_2