Kisah Sempurna Airin

Kisah Sempurna Airin
Bab 39


__ADS_3

Setelah keributan di rumah ku minggu lalu aku sekarang sedang sibuk memikirkan bagaimana jika nanti orang tua pak Sena tau jika aku adalah sekretarisnya pak Sena. Setelah aku mengatakan ingin menikah dengan pak Sena, tanpa ba bi bu dia langsung mengurus semua keperluan pernikahan kami.


“Pak apa gak terlalu buru-buru?” Tanyaku saat kami sedang makan siang bersama di sebuah caffe.


“Apanya?” Tanya pak Sena.


“Itu… persiapan pernikahannya”


“Kan siapin nikah itu gak mudah, jadi di cicil dari sekarang. Ohiya mama juga tadi titip pesan katanya kamu disuruh ke rumah, mau ngomongin vendor sama gaun pengantin”


Aku menepuk jidatku lemas, “kenapa?” Tanya pak Sena lagi.


“Atulah pak belum siap ih” ucapku.


“Belum siap kenapa, kata kamu mau nikah sama saya, atau jangan-jangan yang kemarin itu cuma bohong?” tuduh pak Sena.


“Ehh enggak gitu, jangan seuzon deh. Saya tu cuma gak siap aja kalo dalam waktu dekat kita bakal nikah, emang bapak beneran cinta ya sama saya?” Tanyaku.


Pak Sena hanya diam menatap ku, “saya salah nanya ya pak?” Ucapku tidak enak hati.


“Jadi maksud kamu selama ini saya cuma pura-pura cinta sama kamu?”


“Ya enggak, tapi saya cuma heran aja, apa sih yang buat bapak suka sama saya?”


“Sulit untuk di jelaskan”


“Kenapa?”


“Yang pasti semenjak kamu hadir dalam hidupku, semua yang berkaitan denganmu selalu berhasil mencuri perhatianku.”


Aku memandang lekat wajah pak Sena, aku suka dengan setiap caranya menyingkapi sesuatu, aku suka ketegasannya dan aku suka caranya memperlakukanku. Aku memang sudah jatuh cinta padanya sejak saat dia merangkulku disaat aku kehilangan arah karena masalah-masalahku.


Dulu aku hampir mati mengejar orang yang sama sekali tidak memperdulikanku, sekarang aku hanya akan memberi energiku untuk orang yang benar-benar menghargaiku.


Aku menempelkan tanganku ke punggung tangan pak Sena, “setelah ini antar saya ke rumah tante Karina, ada hal penting yang harus saya sampaikan dengan beliau” ucapku.


Pak Sena mengangguk mengiyakan permintaanku, dan setelah makan siang aku di antar menemui tante Karina di rumahnya. Beliau terlihat sedang sibuk membaca majalah di ruang keluarga, dan di sampingnya ada om Arsen yang sedang sibuk berkutat dengan Ipad nya.

__ADS_1


“Assalamualaikum” ucapku.


“Waalaikumsalam, eh Airin tumben kesininya siang, biasanya sore” tanya tante Karina.


“Iya ma, kebetulan ada waktu luang” aku menyalami om dan tante saat sampai di depan mereka.


“Nah pas banget kamu udah dateng kesini, mama mau ngomongin soal vendor nikahan kalian”


“Eemm.. sebenarnya Airin kesini juga ada yang mau di omongin sama mama dan papa”


“Soal apa Rin?” Tanya om Arsen.


Aku melirik ke pak Sena sejenak, dan dia juga tampak bingung denganku, di pikirannya seperti bertanya-tanya tentang apa yang kira-kira akan ku sampaikan kepada kedua orang tuanya.


“Sebelumnya Airin mau minta maaf sama mama dan papa”


“Minta maaf kenapa sayang?” Tanya tante Karina.


“Sebelum akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan acara pernikahan Airin dan pak Sena, mungkin Airin harus menyampaikan apa yang selama ini mama dan papa belum ketahui.”


“Kenapa Rin?” Tanya pak Sena yang terlihat agak panik.


“Orang tua Airin juga bukan pengusaha besar seperti papa Arsen, beliau hanya memiliki usaha kecil di pinggiran kota. Jadi sebelum mama dan papa tau dari orang lain sebaiknya Airin lebih dulu memberi tahunya.”


Om dan tante Karina saling pandang setelah mendengar penjelasanku, tak lama terdengar suara tawa yang menggelegar di ruangan ini. Aku heran apa yang lucu cari penjelasanku sehingga om dan tante tertawa geli seperti itu.


“Mama sama papa kok ketawa?” Tanya ku bingung.


“Aduh Airin Airin, kami kira kamu mau ngomong apa, buat gugup aja” ucap tante Karina sembari mengusap ujung matanya yang berair akibat terlalu lama tertawa.


“Hah? Maksudnya gimana ma?” Tanya ku bingung.


“Ekheemm” om Arsen berdeham.


“Jadi gini Rin, kami sebenarnya sudah lama tahu kalau kamu adalah sekretarisnya Sena di kantor.” Ucap om Arsen.


“Hah?” Aku kaget mendengarnya.

__ADS_1


“Kami juga tau kalau kamu dan Sena sebenarnya cuma pura-pura pacaran kan dulu, sebelum akhirnya kalian memutuskan serius untuk menikah.”


Seketika aku dan pak Sena saling pandang mendengar perkataan om Arsen, mereka mengetahui fakta itu dari mana. Tidak ada orang lain yang tau soal ini kecuali orang terdekat kami.


“Papa tau dari mana?” Tanya pak Sena.


“Papa tau semuanya Sena, papa tidak akan begitu saja percaya saat kamu berkata kamu sudah memiliki pacar. Jadilah papa membayar orang untuk mencari tau soal hubungan kamu dan Airin, dan ternyata kamu memaksa Airin untuk berpura-pura jadi pacar kamu dengan imbalan akan menaikkan gajinya. Betulkan?” Tanya om Arsen.


Aku melotot tidak percaya, kenapa bisa fakta ini terkuak, padahal awalnya aku hanya ingin memberi tahu bahwa aku adalah sekretaris pak Sena saja tanpa berniat memberi tahu bahwa kami cuma pura-pura pacaran.


“Lalu kenapa papa tidak memberi tahu dan menghentikan Sena?”


“Karena papa tau dimata kamu sudah ada sedikit kilatan cinta untuk Airin, jadi yasudah papa biarkan saja kalian bermain dengan kepura-puraan kalian itu sampai akhirnya kalian kalah dengan sendirinya dalam permainan kalian.”


“Mama juga sengaja sering ngajak Airin ke rumah, biar kamu dan Airin bisa lebih akrab. Karena semakin kalian sering bersama, maka kalian akan terbiasa dan akhirnya perlahan akan tumbuh benih-benih cinta, ya walaupun cuma berawal dari kepura-puraan.” tante Karina ikut menimpali.


Aku dan pak Sena masih tertegun karena mendengar hal ini, kami bingung harus berbuat apa terutama aku. Kami sudah ketahuan berbohong, dan mereka sama sekali tidak marah.


“Emm.. ma, pa maafin Kita ya, dan maafin Airin juga udah lancang bohongin kalian, Airin tidak bermaksud apa-apa, karena saat itu pikiran Airin juga lagi kalut jadi Airin terima-terima aja.” Aku merasa tidak enak kepada om dan tante Karina.


“Tidak apa-apa Airin, malah om Senang karena rencana kalian untuk membohongi kami ternyata berujung nikah beneran.” Ucap om Arsen.


Aku tersenyum masam mendengarnya, seolah-olah kami terjebak dalam permainan yang kami buat sendiri.


“Mama dan papa bisa saja menghentikan kalian, tapi kami tidak mau melihat Sena bersedih lagi karena akan kehilangan kamu Rin, karena yang kami lihat Sena benar-benar sudah mencintai kamu jauh sebelum kamu menyadari perasaan kamu sendiri. Kami tidak perduli kamu dari kelangan mana dan keluarga yang seperti apa, jika kalian saling cinta maka kami tidak akan bisa menghalangi kalian.” Jelas om Arsen.


“Terimakasih ma, pa. Sena minta maaf karena sudah membohongi mama dan papa, karena saat itu Sena sudah muak dengan kencan buta yang papa rencanakan untuk Sena, jadilah Sena mengajak Airin untuk berpura-pura pacaran supaya papa berhenti menyuruh Sena kencan dengan perempuan-perempuan itu.”


“Tapi semakin lama, perasaan Sena untuk Airin tumbuh dengan sendirinya. Semakin kami sering bersama maka semakin besar pula rasa cinta Sena untuk Airin. Dan sebenarnya selama ini Airin tidak bersedia menikah dengan Sena karena suatu masalah yang berkaitan dengan masa lalu, tapi kemarin Airin dengan tegas mengatakan bahwa dia bersedia menikah dengan Sena karena di hatinya juga sudah ada Sena disana, jadi intinya Sena dan Airin benar-benar akan menikah, dan ini bukan pura-pura lagi.” Ujar pak Sena dengan air muka yang terharu.


Aku tersenyum mendengarnya, “apa yang di katakan pak Sena benar ma, Airin benar-benar sudah memantapkan hati untuk menikah dengan pak Sena, karena Airin sadar selama ini pak Sena sudah begitu banyak ikut andil dalam menghapus kesedihan yang sedang Airin alami, entah mengapa anak mama dan papa ini begitu sabar dan tulus dalam mencintai Airin. Dan Airin juga mencintai pak Sena ma, pa, jadi kami sekali lagi mau minta restu mama dan papa untuk menikah, tapi kali ini restu sungguhan hehehe.”


“Iya sayang, mama dan papa merestui hubungan kalian. Lebih cepat kalian menikah itu lebih baik, supaya tidak ada lagi halangan yang bisa membuat hubungan kalian hancur.”


“Terimakasih ma” ucapku.


***

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya teman-teman, dan mohon maaf jika ada typo yang bertebaran.


__ADS_2