
Hari-hari berlalu, kini pernikahanku dengan pak Sena sudah semakin dekat. Persiapan sudah sekitar 80% telah di lakukan. Hubunganku dengan pak Sena juga semakin hari sudah semakin membaik, begitu juga dengan keluarga kami masing-masing. Tidak terlewat seharipun aku tidak bertemu dengan pak Sena.
Hari ini aku memutuskan untuk berkunjung ke kantor pak Sena guna untuk mengantar makan siang. Sebelum jam makan siang aku sudah tiba di kantor, karena biasanya Rey akan lebih dulu mengajaknya makan diluar kalau aku tidak bergegas datang kesana.
“Selamat siang Nyonya” ucap satpam dan beberapa karyawan lainnya.
Berita rencana pernikahanku dengan pak Sena juga sudah menyebar ke penjuru kantor, banyak sekali tanggapan-tanggapan yang aku terima dari mereka. Mulai dari yang positif hingga kata-kata negatif sudah sering sekali aku dengar. Sampai-sampai mereka menuduhku mengguna-gunai pak Sena agar dia mau menikah denganku.
Jika mereka tau yang sebenarnya, maka aku jamin mereka tidak akan berani menuduhku yang macam-macam lagi.
Tok..tok..tok aku mengetuk pintu ruangan CEO.
“Masuk” jawab pak Sena dari dalam setelah aku mengetok pintuk ruang kerjanya.
“Airin, bawa apa kamu?” Tanya pak Sena ketika aku menghampirinya.
“Makan siang buat mas” jawabku.
Pak Sena tersenyum menanggapi, dia lalu meraih barang bawaan ku dan langsung melahapnya habis. Tidak banyak yang bisa aku lakukan disana, aku ingin sekali membantu pekerjaan pak Sena tapi selalu saja tidak di perbolehkan, dengan alasan dia tidak mau menyusahkanku.
Disana aku hanya bengong tidak tau harus melakukan apa, “mas ada yang bisa saya kerjain gak?” Tanyaku.
“Gak ada, biar mas saja”
“Tapi aku bosen mas”
“Itu di meja kamu mas udah sediain diamond painting buat kamu, mas siapin karena takutnya pas kamu kesini kamu bosan”
Aku menoleh ke Arah meja kerjaku dulu, aku hampiri dan ku lihat ada beberapa lembar model diamond painting yang tersedia disana.
Aku kembali ke meja pak Sena, “makasih mas, pengertian banget sih” ucapku sembari menyubit pelan pipi pak Sena.
“Sama-sama sayang, yaudah mas mau lanjut kerja, kamu terserah mau ngerjain diamond painting nya dimana”
“Di ruangan aku aja deh mas, biar ga ganggu mas juga”
“Yasudah”
Diamond painting yang di sediakan pak Sena lumayan besar, jadi aku akan sangat lama mengerjakannya. Sudah sekitar 2 jam aku berkutat dengan diamon painting di hadapanku secara serius.
__ADS_1
“Huft… ternyata buat beginian doang capek juga ya” gumamku.
Tak lama terdengar deritan pintu yang berbunyi saat di buka. Biasanya yang datang jam segini adalah Rey, untuk mengajak pak Sena rapat. Tapi aneh kenapa tidak ada suara saat dia masuk.
“Siapa ya yg masuk, kok ga ada suaranya” tanyaku sendiri.
Aku beranjak dari tempat dudukku, dan berjalan menuju meja kerja pak Sena, karena aku penasaran dengan orang yang baru saja masuk namun tidak berbicara apapun. Langkah ku seketika berhenti ketika melihat siapa yang datang.
Disana berdiri seorang gadis cantik, sangat cantik. Untuk sekedar mendeskripsikan visualnya saja aku tidak mampu. Ya kalian pasti tau, dia adalah Maudy. Tapi untuk apa dia kesini.
Ku lirik pak Sena, dia terlihat tertegun memandang ke arah Maudy, seperti tatapan tidak percaya bahwa orang di masa lalu nya kembali datang menghampirinya.
“Sena, apa kamu masih ingat aku?” Tanya Maudy.
Pak Sena hanya diam tak bergeming, lalu pandangan Maudy beralih kepadaku.
“Oh hai, kamu yang di acara Arisan bersama tante Kirana kemarinkan?” Tanya Maudy padaku.
Aku hanya mengangguk sembari bengong dibuatnya, “kenalkan namaku Maudy” ucap Maudy seraya mengulurkan tangannya.
Akupun menyambut uluran tangannya itu, “aku Airin” ucapku.
“Aku…”
“Maaf ya ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan Sena, bisakah kamu membiarkan kami bicara berdua di ruangan ini?” Ucapanku terhenti karena di sela olehnya.
Aku melirik ke arah pak Sena, lagi-lagi dia tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Dia hanya diam memandang ke arah Maudy. Aku sangat jengkel kepadanya, tidak butuh waktu lama aku langsung keluar dari ruangan itu meninggakan mereka berdua.
Aku pergi dengan perasaan kesal, mengapa dia tidak berbicara sedikitpun, apa dia merasa begitu kagum ketika melihat Maudy. Bukankah dia pernah mengatakan bahwa dia tidak memiliki perasaan apapun lagi dengan Maudy.
Aku langsung pulang kerumah tanpa memperdulikan tentang apa yang mereka lakukan di dalam ruangan itu.
*
*POV Sena*
Hari ini aku kedatangan Airin lagi di kantorku, dia membawa makan siang untukku. Aku senang jika dia sering berkunjung, jadi aku merasa dia sudah benar-benar membuka hatinya untukku dan sudah sepenuhnya mencintaiku.
Aku sengaja menyiapkan segala sesuatu di meja kerjanya yang dulu, agar dia tidak merasa bosan disini. Dia terlihat sangat cantik ketika sedang serius mengerjakan diamond painting yang aku berikan kepadanya.
__ADS_1
Tapi tak lama dari itu pintu ruanganku di buka dari luar, nampak seorang perempuan yang sudah lama sekali tidak terlihat oleh mataku. Wanita itu adalah wanita yang sama dengan seseorang yang telah meninggalkanku sehingga aku merasa sangat terpuruk kala itu.
Wanita yang dengan tega meninggalkanku demi laki-laki lain. Aku hanya bisa memandang lurus ke arahnya, duniaku seakan gelap ketika ku pandang wajahnya.
Aku tidak tau apa yang sedang dia bicarakan pada Airin, karena telingaku seakan menuli ketika dadaku memburu dan jantungku berpacu dengan cepat. Akupun tidak mengerti apa yang sedang terjadi kepadaku, aku tidak menyangka jika dia berani menampakan wajahnya lagi ke depanku.
Ku lihat Airin keluar dari ruanganku dengan perasaan kesal, aku ingin menahannya pergi namun lagi-lagi bibirku seakan kelu dan tak mampu berkata-kata. Sekarang tinggal aku dan Maudy di ruangan ini, entah apa maunya wanita ini menemuiku.
“Sena, apa kamu masih ingat denganku?” Tanya Maudy.
“Untuk apa aku mengingatmu” jawabku dengan dingin.
“Sena, aku ingin menjelaskan semua yang terjadi kepadaku di masa lalu”
“Tidak ada yang perlu di jelaskan, dan saya tidak butuh penjelasan kamu”
“Kamu harus mendengarnya, karena…”
“Karena apa HAH!!!!” pekikku, karena aku sudah tidak mau mendengar perkataannya.
Maudy terlihat ketakutan denganku, dia menunduk dan menangis.
“Untuk apa kamu menangis? Apa kamu sudah berpisah dengan pacarmu itu, sehingga kamu mau kembali padaku?!”
“Kamu harus tau cerita yang sebenarnya Sena, aku tidak bermaksud untuk..”
“Tidak bermaksud untuk meninggalkan ku? Tapi kamu tetap meninggalkan ku kan?! Kamu dengan tega meninggalkanku disaat aku tengah berjuang untuk menikahimu setelah lulus kuliah, tapi kamu malah per….”
“KARENA SAAT ITU AKU DI PERKOSA OLEH NATHAN !”
Dengan satu tarikan nafas Maudy berhasil membuatku bungkam. Apa? Di perkosa? Apa aku tidak salah dengar.
“Apa maksudmu?” tanyaku syok.
Maudy menangis sejadi-jadinya, dia luruh ke lantai sembari menangis seperti begitu banyak masalah yang sedang dia sembunyikan saat ini.
***
Maaf ya up nya lama, karena ada beberapa hal yang harus aku lakukan. Kalo kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya. Terimakasih❤️
__ADS_1