Kisah Sempurna Airin

Kisah Sempurna Airin
Bab 45


__ADS_3

Sore itu aku tak langsung pulang kerumah, aku lebih memilih untuk duduk sendiri di sebuah taman besar di tengah kota. Hati ku kacau, aku marah, cemburu, kesal dan kecewa dengan sikap pak Sena yang tidak perduli tentang keberadaanku saat Maudy hadir di hadapannya.


Aku diam merenung di sudut taman, aku sedang tidak ingin bertemu siapapun saat ini. Aku heran untuk apa dia datang menemui pak Sena setelah sekian lamanya menghilang. Aku memang tidak tau banyak tentang mereka tapi yang aku tau, aku adalah calon istri pak Sena, jadi wajar saja jika aku merasa terganggu dengan kehadiran dia.


Ponselku berdering, terlihat nama pak Sena terpampang jelas di layar, ku abaikan panggilannnya dan ku matikan ponselku, aku sedang tidak ingin bertemu dengannya.


Apakah Maudy kembali untuk pak Sena? Apa dia ingin menjalin hubungan lagi dengan pak Sena? Lalu aku bagaimana jika mereka bersama lagi? Aku harus apa?


Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang melintas di benakku, baru saja aku memutuskan untuk menikah dengan pak Sena setelah urusanku dengan Reno selesai, namun kenapa lagi-lagi masalah muncul menghampiriku.


Aku bahkan kecewa melihat tatapan pak Sena kepada Maudy tadi, tatapan rindu yang mendalam seakan terpancar di matanya. Aku hanya takut nantinya aku akan menelan kekecewaan lagi sama seperti sebelumnya, karena aku pernah menjadi masa lalu yang kalah dengan orang baru, dan sekarang aku tidak ingin jadi orang baru yang kalah oleh masa lalu.


Diam-diam aku menitikkan air mataku, rasa sedih menggelayuti hatiku, ku tutup wajahku dengan kedua telapak tanganku. Aku menangis dalam diam sampai akhirnya ada sebuah tangan merangkul bahuku dan memelukku.


Aku terlonjak kaget dengan gerakan yang tiba-tiba itu, aku membuka tanganku dan melihat orang yang telah merangkulku.


“M..mas” ucapku terkejut.


“Kamu kenapa? Kenapa sendiri disini? Dan apa ini, kenapa kamu menangis?” Tanya pak Sena beruntun.


“Kamu ngapain disini, dimana dia?” Tanya ku sembari mengedarkan pandanganku ke sekeliling.


“Kamu cari siapa sayang?” Tanyanya lembut.


“Maudy” jawabku lemah.


“Dia tidak ada disini”


“Kemana dia, kenapa kamu meninggalkan dia sendirian?” Tanyaku.


“Saya tidak pernah meninggalkannya, dia yang telah meninggalkanku. Dan saya tidak perduli dengannya, sekarang yang terpenting adalah kamu Airin”


“Ta-tapi tadi”


“Stttt, jangan terpikiran macam-macam. Saya tidak melakukan apapun dengan dia, dia hanya memberitahuku satu fakta mengenai mengapa dia meninggalkanku dulu”


Aku hanya mengangguk merespon perkataan pak Sena.


“Kamu tidak ingin bertanya tentang fakta itu?” Tanya pak Sena.


Aku menggeleng, “enggak mas, biarlah itu menjadi urusan mas dan dia, aku tidak perlu tahu tentang itu. Yang aku takutkan hanyalah kamu akan meninggalkanku dan kembali bersama dia”


“Hey, kamu tidak boleh berkata seperti itu sayang, saya tidak akan pernah meninggalkan kamu. Kamu adalah satu-satunya wanita yang saya cintai, kamu tidak perlu khawatir soal itu”


Aku tersenyum lega mendengar pernyataan pak Sena, ternyata pikiranku sudah berkelana terlalu jauh mengenai mereka berdua.

__ADS_1


“Jadi dia hanya mengatakan itu saja? Ga ada yang lain?”


“Ada”


“Apa itu?”


“Dia memintaku untuk kembali kepadanya”


Aku tertegun mendengarnya, “lalu? Jawaban mas?” Tanyaku ragu-ragu.


“Tentu saja saya menolaknya Airin, bahkan saya mengatakan bahwa orang yang dia usir tadi adalah calon istriku”


Mukaku memerah mendengarnya, “aku sayang sama mas, hiks” ucapku tersedu.


“Mas juga sayang banget sama kamu Rin, kita percepat pernikahan kita ya”


“Hah? Mas serius?” Tanyaku tidak percaya.


“Iya mas serius, tidak ada yang boleh mengganggu hubungan kita”


“Aku seneng banget mas” ucapku sembari mengelap air mataku.


“Ohiya, mas kok bisa tau aku ada disini?” Tanyaku penasaran.


“Niat banget mas sampe keliling kota hehehe”


“Mas khawatir sama kamu Rin, mas merasa bersalah karena tadi mas gak cegah kamu keluar dari ruangan mas”


“Ga papa kok mas, Airin tau mas dan Maudy perlu waktu untuk membahas tentang masalah kalian di masa lalu”


“Enggak sayang, mulai sekarang apapun yang ada di hidup mas harus melibatkan kamu di dalamnya”


“Kenapa? Bukannya setiap manusia itu perlu privasi?”


“Iya memang benar, setiap manusia membutuhkan privasi, tapi tidak untuk mas Rin, mas mau kamu tau segalanya yang terjadi pada diri mas, jangan sampai ada yang ditutupi tentang apapun itu”


Aku tersenyum mendengar pernyataan pak Sena, tenyata posisiku sepenting itu dalam hidupnya. Aku menyesal telah berpikiran negatif tentang pak Sena.


”ayo sekarang kita mau kemana? Mau pulang atau jalan-jalan?” tanya pak Sena.


“Jalan-jalan deh, Airin pengen makan es krim”


“Ayo kita beli”


Sore itu aku dan pak Sena keliling-keliling untuk mencairkan suasana hati kami masing-masing. Aku tau saat ini hatinya sedang tidak baik-baik saja, sama seperti aku tempo hari, ketika Reno tiba-tiba muncul di hadapanku setelah sekian lama. Rasanya akan begitu aneh dan tidak menyangka jika orang yang telah lama hilang tiba-tiba muncul di depan kita.

__ADS_1


“Kamu kenapa tadi tidak marah waktu Maudy menyuruhmu keluar?” Tanya pak Sena.


“Bagaimana aku bisa marah jika tatapan mas kepadanya begitu dalam, sehingga aku merasa asing sendirian di ruangan itu. Aku tidak akan marah jika dia tidak berusaha merebut mas dariku.”


“Jika dia merebut saya darimu, apa yang akan kamu lakukan?”


Aku menoleh kepadanya, “Is it real?” Tanyaku panik.


“Enggak sayang, kan seandainya”


“Kirain” ucapku lega.


“I don’t know aku akan melakukan apa nantinya, yang jelas aku tidak pernah terima jika miliku di sentuh oleh orang lain.”


Pak Sena tersenyum, “kenapa senyum gitu?” Tanyaku curiga.


“Enggak, seneng aja. Berarti kamu emang udah bener-bener cinta sama saya.” Ucap pak Sena dengan pede.


“Ishh.. kepedean banget sih”


“Mukanya merah gitu”


“Ihhh enggak, mas ihh kebiasaan deh” ucapku merajuk.


“Iya iya, kamu tenang aja. Mas akan atur pernikahan kita untuk bulan depan”


“Yang bener mas, Bulan depan banget ini?”


“Kenapa emang?”


“Ya gapapa sih, gugup aja”


“Ngga usah gugup, kamu siapin diri aja buat jadi istri saya” Aku hanya tersenyum mendengar perkataan pak Sena.


“Oh iya mas, besok aku main ke rmh kamu deh, mau ketemu sama tante Karina, sekalian mau bahas soal dekor juga.”


“Yaudah mau di jemput jam berapa?”


“Eh ga usah, aku berangkat sendiri aja. Kasian nanti mas bolak balik jadinya”


“Yaudah kamu hati-hati ya.”


“Iyaa, kan berangkatnya juga besok hehe.”


***

__ADS_1


__ADS_2