
Kami mengantri di barisan antrian panjang tiket bioskop, sore itu cukup ramai muda mudi yang sedang pacaran menonton bioskop. Seperti pasangan di depan kami terlihat sangat mesra, dimana cowoknya merangkul pundak pacarnya, rayuan demi rayuan terdengar di telinga kami, aku merinding mendengar gombalan sampah yang di lontarkan laki-laki.
Ya namanya juga efek di selingkuhi ya guys ya, jadi agak trauma mendengar rayuan gombal laki-laki buaya.
“Kamu kenapa ?” Tanya pak Sena yang melihatku sedang mengusap usap tanganku sendiri karena merinding mendengar rayuan pasangan di depan kami.
Aku menoleh ke arah Pak Sena “eh enggak kok pak, agak panas aja suasananya” aku mengeles.
“Panas? Ac kencang begini, di luar juga baru selesai hujan, aneh banget kulit mu” ledek pak Sena.
“Ishhhh” desisku.
Kami sampai di depan penjual tiket bioskop “selamat sore kak mau film apa?” Tanya penjaga loket tiket dengan ramah.
Kami melihat layar yang menampilkan judul-judul film dan jam tayangnya “nonton aladdin aja pak” usulku pada pak Sena.
“Tontonan kamu kekanakan sekali Airin” bisik pak Sena.
“Ih itu bukan kartun pak, tapi…” ucapan ku terhenti ketika pak Sena menyebutkan judul film yang mau di tonton “KUNTILANAK KAYANG AJA MBAK”.
BOOM!!! Sial*n pak Sena, kan aku sudah bilang jangan film horor.
“Eh tapi pak..” lagi-lagi ucapan ku terpotong, tapi kali ini terpotong oleh mbak penjual tiket.
“Film kuntilanak kayang di jam 15.30 dua tiket ya kak” ujar petugas tiket seraya memberikan tiket dan uang kembalian kepada pak Sena.
Aku menggerutu kesal dengan pak Sena, aku tidak mau menonton film wanita berbaju putih yang hobi cekikikan itu, dijamin aku tidak akan bisa tidur malam ini.
“Pak saya mau pulang aja deh, saya ga mau nonton film setan” rengek ku pada pak Sena.
“Enggak, saya nonton sama siapa kalau kamu pulang” larang pak Sena.
“Ya bapak kenapa juga pilih film itu, kan tadi saya udah bilang jangan film horor”
“Tidak ada yang menarik selain ini, film yang kamu pilih itu terlalu kekanakan” ucap pak Sena.
“Ga mau ah, bapak nonton sendiri aja saya tunggu di sini” ucapku seraya duduk di bangku depan studio.
“Enggak pokoknya kamu ikut masuk” pak Sena menarik pergelangan tanganku menuju studio tempat kami menonton film terkutuk itu.
Kami sudah duduk di bangku yang tadi di pilih oleh pak Sena, aku masih saja terus merengek minta pulang padanya.
“Pak pulang aja yuk” ajakku.
__ADS_1
“Enggak”
“Pak ayo dong” aku masih saja membujuknya.
“Enggak Airin”
“Plissss” aku mengeluarkan jurus puppy eyes namun tetap saja tidak mempan.
“Enggak!”
“Ishh.. bapak nyebelin” ucapku merajuk.
“Terserah”
Film pun dimulai, aku sungguh tidak kuat melihat adegan demi adegan mbak mbak berdaster putih itu, aku beberapa kali menjerit karena kaget. Orang orang sekitarku melihat ku aneh karena aku berteriak paling kencang di antara penonton lain.
Ada satu adegan yang membuat jantungku serasa akan lepas dari tempatnya, saat salah seorang pemain ingin membuka lemari untuk memastikan rasa penasarannya, ketika lemari itu terbuka muncul lah sesosok kuntilanak bermuka hancur dan berdarah darah memenuhi layar bioskop.
HUAAAAAAA!!!!!! Aku teriak kencang sekali dan reflek menyembunyikan mukaku di balik bahu pak Sena. jantungku berdetak tak karuan ketika melihat muka seram setan itu, pak Sena tertawa geli melihat tingkahku.
“Pak pulang yuk Airin takut, hiks.” Ucapku terisak.
Pak Sena reflek mengangkat daguku yang sedang tertunduk “Airin kamu nangis?” Tanyanya.
“Yasudah ayo kita keluar dari sini” tanganku langsung di tarik menuju pintu keluar oleh pak Sena.
Diluar aku masih menangis sesunggukan, orang-orang yang sedang lalu lalang menatapku aneh karena menangis di biokop.
Pak Sena mengajak ku masuk ke sebuah restoran, “kita makan dulu sebentar, kamu mau makan apa?” Tanya pak Sena.
“Apa aja deh pak bapak aja yang pilihin, saya mau ke toilet sebentar” ucapku dan segera pamit menuju toilet.
Setelah menyelesaikan urusanku di toilet aku kembali lagi ke meja tempat pak Sena tadi menunggu. Dia memesan satu ruangan khusus untuk kami berdua agar aku bisa lebih tenang.
Wajahku terlihat lebih fresh dari sebelumnya, bekas air mata juga sudah tidak ada lagi. “Airin kamu tidak apa-apa?” Tanya pak Sena khawatir setelah melihatku menangis tadi.
“Gapapa kok pak”
“Saya minta maaf, saya tidak tau jika akibatnya akan seperi ini” ucap nya menyesal.
“Iya pak gapapa kok, saya memang dari kecil tidak pernah nonton film horor, ini kali pertama saya nonton film setan pak, karena saya orangnya penakut” jelasku.
“Saya benar-benar minta maaf karena saya tidak tau” berulang kali pak Sena meminta maaf pada ku.
__ADS_1
“Santai aja pak gapapa kok” aku tersenyum padanya.
Sesaat setelah kami selesai makan, pak Sena menerima telpon dari seseorang yang aku tidak tahu itu siapa, yang jelas pak Sena melirik ke arahku ketika sedang berbicara dengan si penelpon.
“Ada apa pak?” Tanyaku setelah pak Sena menutup Ponselnya.
“Mama menyuruh kamu datang ke rumah”
“Hah? Ngapain?” Tanyaku kaget.
“Katanya ada yang mau di bicarakan”
“Aduh pak gimana dong, tante Karina pasti mau bahas soal pernikahan.” Ucapku resah.
“Temui saja dulu”
“Ih bapak saya takut, udah deh pak kita akhiri aja sandiwara ini yah”
“Enggak Airin, kita harus tetap melanjutkannya”
“Tapi pak saya kan..”
“Tolong beri saya waktu untuk mendapatkan hati kamu Airin”
Deg! Apa ini masih soal pernyataan cintanya tempo hari?
“Ma-maksud bapak?” Tanyaku terbata.
“Airin, izinkan saya menggantikan posisi mantan kamu itu dengan caraku sendiri. Saya tidak ingin melihatmu menangis seperti kemarin kemarin” ucap pak Sena.
“Saya pernah di posisi kamu Airin, saya tau pasti rasanya sangat sakit. Saya juga tau di saat seperti ini kamu juga pasti tidak ingin mimiliki hubungan dengan lelaki manapun, sama seperti saya dulu yang benci dengan semua perempuan, tapi kali ini tolong izinkan saya mengisi hati kamu Airin.” Ucap pak Sena lirih. Mengapa dia gigih sekali ingin mengambil hatiku.
Aku menatap sendu pak Sena “Kalau boleh saya tau dulu bapak kenapa, sampai sampai membenci semua perempuan" ku beranikan diri untuk bertanya, karena aku juga penasaran dengan kisah cinta pak Sena.
Pak Sena diam sejenak seperti ingin mengambil nafas sebelum bercerita panjang. “Dulu saya pernah menjalin sebuah hubungan dengan seorang perempuan saat kuliah, kami sudah berhubungan selama 5 tahun. Saya sangat mencintai dia lebih dari yang ia ketahui, jauh jauh hari saya sudah menyipkan rencana pernikahan untuk saya dan dia, walaupun kami masih sama sama kuliah tapi tak mengurungkan niatku untuk segera menikahinya setelah lulus nanti. Tapi sayang, semua kasih sayang dan pengorbanan ku di balas dengan pengkhianatan, dia selingkuh di belakangku dengan sahabatku sendiri.” Pak Sena tenggelam dalam lautan masa lalu yang sedang ia ceritakan.
“Satu satunya perempuan yang saya cintai telah berkhianat, pengorbanan saya selama 5 tahun sama sekali tidak di hargai. Dari situlah saya sangat membenci mahluk bernama perempuan, dan selama bertahun tahun setelah itu saya mengurung diri di kamar tidak mau berinteraksi dengan manusia manapun. Hati saya hampa, hidup saya terasa kosong setelah dia pergi. Beruntung saya memiliki sahabat seperti Rey yang dengan sabar menemani masa pemulihanku sampai saat ini.”
“Dan beberapa waktu lalu kamu hadir dalam kehidupanku Airin, kamu yang lancang mengocehiku di depan karyawanku, kamu yang di kategorikan sebagai wanita bawel dan berisik berhasil mencairkan dinding es yang saya bangun selama bertahun-tahun. Saya mencintaimu Airin”
Kata terakhir yang di ucapkan pak Sena membuat jantungku kembali berdegup tak karuan, namun kali ini bukan karena setan kuntilanak tapi karena pak Sena.
***
__ADS_1
Berkomentarlah dengan kata-kata positif❤️