
Suatu hari disaat yoga akan berangkat ke kantor, seketika dia melihat wanita yang sedang menyebrang seorang anak yang hendak ke sekolah diseberang jalan.
"Itu... bukan Rahel ya?" gumam yoga.
Yoga memang melihatnya, namun yoga tidak turun untuk memastikannya. "Yes akhirnya yoga melihat walaupun dia tidak turun dari mobil tidak apa-apa, yang penting rencananya berhasil" gumam Rahel.
Rahel yang berpura-pura tidak menyadari bahwa tadi yoga melihat dia, dikantor yoga Rahel serasa biasa saja.
"Hai yoga.." ucap Rahel.
"Hai Rahel.." ucap yoga.
"Yoga... Yoga... Tunggu, aku ingin mengajakmu makan siang. Kamu mau ya?" ucap Rahel.
"Maaf Rahel, tapi aku biasanya makan siang sama istriku" ucap yoga.
Rania memang sibuk sekali dirumah, harus mengurus ini itu sendiri. Karena Rania sekarang menyewa rumah yang tidak jauh dari kantor yoga dan sekolah anak-anaknya, jadi setiap makan siang Rania selalu menyempatkan diri untuk makan siang bersama suami tercinta.
"Halo sayang.." ucap Rania.
"Sayang, aku kangen deh sama kamu" ucap yoga sambil mencium kening Rania.
"Iiihhh .... Ayah malu sama karyawan yang lain" ucap Rania.
"Biarin saja sayang, siapa yang melarang kita. Ini kantor siapa coba" ucap yoga.
"Ya deh aku kalah dari kamu" ucap Rania.
Disaat mereka sedang melakukan adegan kemesraan, tiba-tiba pintu terbuka. Rania dan yoga langsung merapikan pakaiannya.
"Eeeemmm... Maaf yoga, aku kira kamu sedang sendiri. Kalau begitu saya permisi" ucap Rahel.
"Rahel tunggu!" ucap yoga.
"Rahel... Sepertinya pernah dengar nama itu, dimana iya?" gumam Rania.
"Sayang Rahel ini teman aku waktu kecil" ucap yoga.
"Maaf mba Rania, sebenarnya aku dan mas yoga bukan sekedar teman masa kecil tapi kami sempat pacaran, iya kan yoga" ucap Rahel.
"Iya tapi itu dulu Rahel, dan aku sudah melupakan masa laluku bersamamu" ucap yoga sambil tersenyum kepada Rania.
__ADS_1
"Ohh... Iya aku sih tidak masalah, kalian dulu seperti apa. Yang penting sekarang aku kasih kepercayaan penuh kepada suamiku tercinta" ucap Rania.
"Sialan jadi mereka saling percaya satu sama lain" gumam Rahel.
"Maaf kalau sudah mengganggu kalau begitu saya permisi" ucap Rahel.
Dirumah Rahel, dia sangat-sangat masih teringat dengan semua yang pernah terjadi antara dirinya dan yoga. Rahel mendengar kan lagu yang menginginkan dirinya akan keindahan yang dulu.
Aku yang memikirkan
Namun aku tak banyak berharap
Kau membuat waktuku
Tersita dengan angan tentangmu
Mencoba lupakan
Tapi 'ku tak bisa
Mengapa begini
Oh, mungkin aku bermimpi Menginginkan dirimu
Untuk ada di sini menemaniku
Oh, mungkinkah kau yang jadi
Semoga tak sekedar harapku
Mencoba lupakan
Tapi 'ku tak bisa
Mengapa begini
Oh, mungkin aku bermimpi
Menginginkan dirimu
Untuk ada di sini menemaniku
__ADS_1
Oh, mungkinkah kau yang jadi
Semoga tak sekedar harapku
Rahel sangat menyesali kejadian itu, dimana dia selingkuh dengan pria lain. "Kalau saja dulu aku tidak menikah dan pergi meninggalkan yoga, mungkin aku tidak akan menderita seperti ini" gumam Rahel.
"Permisi nyonya, nona Rara kejang-kejang lagi" ucap bibi inah.
"Terus kenapa kamu harus bilang sama saya, bukankah itu urusan kamu. Kan saya sudah katakan semua yang terjadi dengan tata itu tanggungjawab kamu" ucap Rahel.
"Iya nyonya tapi setidaknya kita harus bawa non rara kerumah sakit" ucap bibi inah.
"Iya sudah sana, bawa kerumah sakit. Nanti saya yang akan bayar semuanya, tapi ingat jangan sampai semua orang tahu bahwa dia anakku" ucap Rahel.
"Baik nyonya" ucap bibi inah.
Flash Back...
Rahel menikah dengan seorang pria asli Amerika, dia bernama Barack. Selama Barack dan Rahel menikah selalu ringan tangan, setiap ada masalah kecil pasti akan menjadi besar. Belum lagi tangan yang mudah sekali untuk memukul Rahel, sehingga Rahel sering keluar masuk rumah sakit saat hamil Rara.
Rasa sakit Rahel sudah tidak bisa dibendung lagi, suatu malam Rahel pergi ke club untuk minum namun karena Rahel dibakar amarah akhirnya Rahel minum hingga tidak sadarkan diri.
Setiap malam disaat Barack tidur pulas, Rahel selalu ke club bahkan dia tidak sadar bahwa dia sedang hamil. Walaupun sudah diingat oleh pembantunya bi inah, namun dia tidak mendengarkan nasehat bi inah.
Saat masuk delapan bulan Rahel mengalami kontraksi yang sangat hebat, Rahel dibawa kerumah sakit dengan didampingi oleh BI Inah tanpa Barack. Rahel menjalani operasi Caesar, sayang anak pertamanya mengalami kelainan.
Anak Rahel memang terlihat tidak ada yang aneh, namun dia sering kejang-kejang dan. sering dia tanpa sebab serta rara sudah untuk berbicara. Barack yang mengetahui bahwa anaknya cacat, dia pergi meninggalkan Rahel dan kembali ke Amerika.
Setelah keadaan Rahel cukup kuat, dia juga menyusul Barack ke Amerika dan sekaligus bertemu dengan orangtuanya.
Sungguh sangat disayangkan ternyata suami tercinta sudah menikah dengan wanita lain, dan kedua orangtuanya Rahel tidak ingin menerima Rahel dan anaknya. Menurut orangtua rahel, anak itu akan membawa sial dalam kehidupan mereka nantinya.
Rahel kembali ke Indonesia dengan membawa luka yang mendalam, sejak saat itu Rahel sangat membenci Rara dan tidak ingin menyentuh Rara sedikitpun. Untung saja bi inah yang baik hati, akhirnya BI Inah merawat Rara.
Flash Off..
"Kenapa si rara, kamu itu selalu saja menyusahkan mami" gumam Rahel.
Sementara disaat BI Inah akan membawa kerumah sakit, dia meneteskan air matanya.
"Non rara yang sabar ya, disini BI Inah akan selalu menjaga non rara. Walaupun nyonya tidak menginginkan non rara, tapi suatu saat nanti nyonya pasti berubah" ucap BI Inah.
__ADS_1
"Bi... I...nah... Na..ngan na...ngis.. La...la ba..ik" ucap Rara sambil terus menggigit giginya.