
"Sayang ini om datang, sebentar sayang om periksa dulu" ucap Winky.
Beberapa menit kemudian, Winky keluar dari kamar Rara.
"Winky tadi kamu kok bilang om? Memangnya dia ponakanmu?" tanya Rania.
"Rania... Rania... Memang ponakan saja yang boleh panggil om? Dia itu pasien tetapku" ucap Winky.
"Maksudnya? Aku tidak mengerti" ucap Rania.
Flash Back...
"Beberapa tahun yang lalu aku mencintai dan menyayangi Rahel, namun setelah itu aku kecewa karena ibunya lebih memilih cowok yang baru dia kenal.
Terus katanya karena kesibukannya si cowok, akhirnya Rahel mencari pria lain. Dan lagi-lagi aku kecewa untuk kedua kalinya bahkan aku sempat down banget karena kali ini rahel menikah dengan pacarnya.
Namun baru beberapa bulan rumah tangganya dilanda masalah dan saat rahel hamil pun, suaminya tidak peduli hingga Rahel melampiaskannya pada minuman beralkohol.
Aku sudah memperingatkan dia akan resikonya, tetapi Rahel tidak mendengarkan ucapanku. Hingga Rahel melahirkan dan lahirlah bayi mungil yang tidak sempurna, yang kamu lihat sekarang.
__ADS_1
Setelah kelahiran Rara, Rahel sempat menemui mantan suami namun ternyata mantan suaminya sudah menikah dan orangtua Rahel tidak menginginkan Rara serta Rahel pun dicabut dari ahli waris.
Tetapi kamu tahu tidak Rania, semenjak kejadian itu semua. Rahel berubah, dia tidak peduli sama sekali dengan Rara bahkan untuk melihat keadaannya juga tidak" ucap Winky.
Flash Off...
"Ya ampun malang betul nasib Rara, tapi sebenarnya Rara tidak salah untuk apa yang terjadi dengan Rahel. Kenapa dia segitu bencinya sama rara?" tanya Rania.
"Iya begitu deh Rania, rasa sakit hati mengalah logika" ucap Winky.
"Winky nanti bila aku butuh bantuan kamu boleh?" tanya Rania.
"Oke terima kasih ya Winky, aku permisi dulu" ucap Rania.
Rania yang telah mengetahui semuanya, semakin mengerti mengapa Rahel melakukan ini semua. Rahel merasa menyesal sudah meninggalkan yoga karena pria yang dia nikahi adalah pria ******** dan tidak bertanggung jawab.
Rania yang merasa iba semakin sulit untuk membongkar kebenaran yang ada, karena dia pernah merasa sakit terhadap pernikahan yang gagal.
Kini Rania kembali pulang dan meminta saran dari mamanya.
__ADS_1
"Hai sayang sudah pulang?" tanya mama Rania.
"Sudah ma, ma aku ingin bercerita sama mama boleh" ucap Rania.
Setelah Rania menceritakan semuanya, mamanya langsung memberikan saran.
"Sayang sebenarnya yang dilakukan Rahel itu salah besar. Pertama tidak seharusnya mengabaikan anaknya, sesakit apapun yang dirasakan, bukan anak yang salah. Kedua seharusnya kalau dia merasa bersalah sudah meninggalkan yoga, seharusnya meminta maaf bukan seperti ini. Ketiga dia salah sudah memanfaatkan waktu dalam mewujudkan keinginannya" ucap mama Rania.
"Terus aku harus bagaimana ma?" tanya Rania.
"Satu-satunya jalan, kamu harus bikin yoga ingat akan kamu sayang. Hanya itu" ucap mama Rania.
"Kalau itu sih pasti mama, tetapi apa aku perlu kasih tahu ini sama mas yoga?" tanya Rania.
"Jangan dulu sayang, kalau kamu kasih tau. Kasian yoga, pasti dia akan terpecah pikirannya. Dan itu tidak akan baik untuk kalian semua" ucap mama Rania.
"Iya mama, terima kasih atas sarannya ma. Aku kekamar dulu" ucap Rania.
"Bagaimana caranya aku bikin mas yoga ingat dengan aku iya?" gumam Rania yang berada didalam kamar.
__ADS_1
"Ahhh... Sepertinya aku harus minta bantuan Desi dan putri deh" ucap Rania.