KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Temani aku sebentar saja


__ADS_3

Rania merasa bahagia sudah bertemu dengan anak dan suaminya, hingga kebahagiaan itu terlihat dari wajahnya dan membuat kedua anaknya ikut bahagia.


"Bun, bunda kenapa?" tanya Arif


"Kenapa apanya sayang?" tanya Rania.


"Itu sepertinya sedang bahagia?" tanya Kamila.


"Iya dong, bunda kan habis ketemu ayah" ucap Rania tanpa sadar.


"Ayah... Bunda ayah sudah meninggal" ucap Arif.


"UPS.. Maaf sayang, maksud bunda. Tadi pas bunda tidur, bunda mimpi bertemu ayah" ucap Rania.


"Bunda kangen ya sama ayah, sampai-sampai kebawa mimpi" ucap Kamila sambil bercanda.


"Iya sayang, bunda kangen bahkan sangat rindu dengan suasana kita dulu" ucap Rania


"Bunda, ayah memang yang terbaik. Karena ayah selalu memberikan apa yang tidak pernah rasakan, kami yakin ayah akan bahagia disana. Jadi bunda juga harus bahagia seperti ini terus" ucap Arif.


"Seandainya kalian tahu bahwa ayah kalian masih hidup... Tapi maafkan bunda sayang, bunda tidak ingin bercerita tentang keadaan ayah kalian. Bunda tidak ingin melihat kalian sedih" gumam Rania.


Rania menunggu waktu weekend tiba, karena waktu itu dia bisa berkunjung kerumah mertuanya dengan leluasa. Weekend Rahel dan mama mertuanya tidak akan dirumah sampai sore hari.


"Bi mama dan Rahel sudah pergi?" tanya Rania.


"Sudah nyonya, doro pagi-pagi sekali sudah pergi. Sedangkan nyonya Rahel setengah jam lalu keluar dari rumah" ucap bibi Inayah.


"Terus mas yoga?" tanya Rania.


"Mas..?" tanya yoga.

__ADS_1


"Emm.. I.. itu maafkan saya tuan, saya sudah lancang" ucap Rania.


"Tidak apa-apa, sudah lupakan saja" ucap yoga.


"Temani aku sebentar saja untuk ngajak Januar ke taman" ucap yoga.


"Tapi... Bagaimana kalau istri dan mama tuan tahu?" tanya Rania.


"Sudah mereka tidak akan tahu, mereka sudah tidak ada disini" ucap yoga sambil membujuk Rania.


Rania sangat bahagia, ternyata cara yoga membujuknya tidak berubah. Dan akhirnya Rania menuruti semua keinginan yoga, mereka bertiga bermain bersama ditaman dekat rumahnya.


Rahel yang tadinya ingin kerumahnya, namun Rahel mengurungkan niatnya karena dia ingin mengajak yoga untuk bernostalgia dengannya seperti saat bersama.


Namun ketika dia berhenti mengerem mendadak menghindari pejalan kaki yang menyebrang mendadak, Rahel melihat yoga dan bersama dengan wanita yang tidak jelas wajah itu dikarenakan posisi tubuhnya membelakangi Rahel.


"Sialan! Siapa wanita itu!" gumam Rahel.


Rahel rasanya ingin melabrak wanita itu, namun Rahel tidak melakukannya karena dia tidak ingin ada keributan dengan yoga. Rahel memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju kerumah yoga.


"Aduh jangan-jangan nyonya Rahel" ucap bibi Inayah.


"Itu kan benar dugaanku, tumben nyonya Rahel pulang siang" gumam bibi Inayah.


"Bi... Bi..." panggilan Rahel kepada bibi Inayah.


"Iya nyonya ada apa?" tanya bibi Inayah.


"Januar mana? Terus yoga kenapa tidak ada dikamarnya?" tanya Rahel.


"Ooo.. mereka sedang bermain ditaman nyonya, tuan ingin mencari udara segar" ucap bibi Inayah.

__ADS_1


"Berdua?" tanya Rahel.


"Iya nyonya, mereka pergi berdua saja. Kenapa?" tanya bibi Inayah.


"Tapi tadi saya tidak sengaja mereka ditemani dengan seorang wanita" ucap Rahel dengan perasaan penasaran.


"Nyonya gimana sih, ditaman kan banyak orang. Mungkin saja itu pengunjung taman yang sedang melihat baby Januar, baby Januar kan ganteng, gemesin dan lucu lagi" ucap bibi Inayah meyakinkan Rahel.


"Iya juga sih, ya sudah saya kekamar dulu. Nanti kalau mereka pulang, kasih tahu saya" ucap Rahel.


"Aduhh... Semoga tuan yoga dan Januar cepat pulang, jika tidak. Pasti nyonya Rahel akan menyusul mereka" gumam bibi Inayah yang menunggu didepan pintu.


Dari kejauhan terlihat sepasang manusia yang sedang mendorong baby Walker, bibi Inayah langsung menarik Rania untuk menjauh dari yoga.


"Apa-apaan sih bi, main tarik saja" ucap Rania dengan kesal.


"Maaf nyonya... Maaf... Tapi ini gawat, nyonya Rahel sudah pulang dari 15 menit yang lalu" ucap bibi Inayah.


"Apa? Bibi tidak bohong kan?" tanya Rania.


"Tidak nyonya, lebih baik nyonya pergi sekarang. Jangan terlalu dekat dengan rumah berpamitan dengan tuan yoga" ucap bibi inayah


"Oke bi, terima kasih sudah membantu aku. Aku akan bilang sama mas yoga" ucap Rania.


"Maaf tuan tunggu!" ucap Rania.


"Kenapa?" tanya yoga.


"Saya pamit dulu tuan, saya lupa harus kepasar karena majikan saya pesan sesuatu" ucap Rania.


"Tapi apa kamu tidak ingin masuk dulu?" tanya yoga.

__ADS_1


"Tidak tuan, bibi saya kepasar dulu. Titip Januar ya" ucap Rania sambil tersenyum.


Rania pun menjauhi suami dan anaknya " Maafkan aku mas, aku masih main kucing-kucingan seperti ini selama kamu belum bisa mengingatku" gumam Rania.


__ADS_2