KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Cemburu tak bisa dikatakan


__ADS_3

Disaat Sarif mengambil obat, yoga langsung mendekati Rania.


"Maaf... Coba sini kakinya..." ucap yoga dengan tangan menadahkan tangannya meminta kaki Rania.


"Sebentar, kamu tahan sedikit ya" ucap yoga sambil memijat lembut kaki Rania.


"Aaaauuuwww... " ucap Rania berpura-pura merasa sakit dan memandangi wajah sang suaminya.


"Mas... Aku merindukan saat-saat seperti ini" ucap Rania dengan nada pelan.


"Apa? Maaf kamu bicara apa? Saya tidak mendengarnya" ucap yoga


"Tidak... Tidak mas.. Aku hanya bilang terima kasih kakiku sudah baikan" ucap Rania.


Ketika yoga akan bangun tiba-tiba...


"Aaaauuuwww..." ucap Rania dan yoga, serta mereka saling bertatapan.


"Mas... Please jangan menatap aku dengan matamu, karena matamulah aku terpesona" gumam Rania.


"Ya ampun inikah mata indah yang aku rindukan?" gumam yoga.


"Sayang..." ucap Sarif.


"M... mas Sarif" ucap Rania.


"Maaf sayang aku lama, habis tadi aku cari-cari dulu kotaknya. Dan tidak tahunya ada dibawah jok, maaf iya" ucap Sarif.

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas, lagian kakiku sudah baikan" ucap Rania.


"Bagaimana bisa?" tanya Sarif.


"Maaf pak Sarif, tadi pas Rania teriak. Saya terkejut dan saya melihat Rania kesakitan jadi tanpa sayang pikir panjang, saya membantu Rania" ucap yoga.


"OOO... Begitu, tapi bapak yoga ini perhatian sekali dengan Rania. Apa istri bapak tidak akan marah jika bapak menolong wanita lain?" ucap Sarif sambil menyindir yoga.


"Sudah mas, kita sebaiknya pulang. Mas yoga terima kasih atas bantuan" ucap Rania yang menarik tangan sarif.


"Iya sama-sama" ucap yoga.


"Kenapa sih aku? Kenapa aku cemburu sama dia? Kenapa cemburu ini tak bisa aku katakan?" gumam yoga.


Didalam mobil baik Rania maupun Sarif saling tidak berbicara satu patah kata pun, sehingga Sarif mengerem mendadak.


"Apa-apaan sih mas, ngerem mendadak. Bahaya tahu!" ucap Rania.


"Lagian kamu kenapa diam dari tadi, kamu masih ingin ditaman itu?" tanya Sarif.


"Mas ini bicara apa? Aku tidak faham" ucap Rania.


"Kamu itu tidak perlu bohongin aku, aku itu tadi melihat mata kamu dan dia itu saling menatap penuh cinta" ucap Sarif.


"Mas ini bicara apa sih, aku tidak ngerti" ucap Rania.


"Kamu itu suka sama pak yoga?" tanya Sarif.

__ADS_1


"Haahhahaha..... Mas ini lucu, tidak mungkin aku suka sama dia. Dia itu sudah punya istri dan anak, sudah ah jangan bahas ini. Jalan saja" ucap Rania.


"Tidak... Aku tidak akan melanjutkan perjalanannya, kecuali kamu lihat mataku. Kamu bilang sama aku "KAMU TIDAK MENCINTAINYA MELAINKAN MENCINTAIKU" ucap Sarif.


"AKU TIDAK MENCINTAI MAS YOGA DAN AKU MENCINTAIMU MAS" ucap Rania sambil menatap sebentar dan menundukkan kepalanya.


Sarif melihat itu semua, dan Sarif memahami perasaan Rania. Sarif sangat kecewa karena Rania ternyata tidak mencintainya, dan Sarif melaju mobil dengan kecepatan tinggi.


"Kenapa... Kenapa.... Kenapa kamu bohongin aku" ucap Sarif.


"Mas sudah jangan ngebut... Bahaya tahu... Mas berhenti...." ucap Rania.


"Mas... Hentikan!" ucap Rania.


Rania terus berusaha untuk menenangkan Sarif yang penuh rasa emosi dan terbakar api cemburu.


Sarif mulai panik ketika remnya tidak bisa dikendalikan.


"Sayang... Sayang remnya blong" ucap Sarif dengan panik.


"Apa?" ucap Rania dengan panik.


"Sayang kamu tenang, sekarang kamu buka pintunya. Dan kita loncat dalam hitungan tiga. Satu.... Dua... Tiga..." ucap Sarif.


Sarif dan Rania akhirnya loncat dari mobil tersebut.


Yuk kita lanjut baca ke episode berikutnya, pasti tidak akan kalah seru. Rem bolong? Mungkin tidak Rania dan Sarif bisa selamat? Lalu apakah ini murni kecelakaan atau ada sabotase?

__ADS_1


Cus... Ready my novel....


__ADS_2