KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Memastikan


__ADS_3

Keesokkan harinya Rania kembali kerumah mertua, tapi kali ini dia kerumah itu pagi-pagi.


Dia mengintip dari pagar tembok.


"Mama, sayang aku pergi kerja dulu. Ingat kamu jangan kemana-mana, kamu harus sembuh dulu" ucap Rahel sambil bersalaman dengan mama yoga dan yoga.


"M... Mas... yoga" ucap Rania perlahan sambil berjalan kebelakang.


prukkk... tanpa disengaja Rania menginjak botol Aqua yang kosong, dan untungnya mereka tidak curiga.


Dikantor Rania langsung mencari putri dan Roy.


"Put, mas Roy mana?" tanya Rania.


"Ada apa Rania, tumben kamu cari mas Roy?" tanya putri.


"Aku ingin bicara dengan kamu dan mas Roy" ucap Rania.


"Iya sebentar, aku telphone dia dulu" ucap putri.


"Ada apa sayang? Lima menit yang lalu, aku baru saja dari sini, masa sudah kangen?" tanya Roy sambil tersenyum.


"Ihh... Mas apaan sih, yang ingin ketemu bukan aku. Tapi Rania" ucap putri sambil memberikan kode.


Rania tersenyum kepada sahabatnya dan dia langsung menceritakan semuanya tentang apa yang dia lihat tadi pagi.

__ADS_1


"Kamu yakin itu yoga Rania?" tanya Roy.


"Ya mas, aku yakin dia yoga. Tapi yang aku heran, kenapa Rahel panggil mas yoga sayang" ucap Rania.


"Ran kamu yakin dia yoga, kamu yakin yoga tidak ada kembaran?" tanya putri.


"Iya kali put, aku sebagai istrinya tidak tahu. Aku mohon bantu aku, cari tahu penyebab mas yoga seperti itu" ucap Rania.


"Oke kita bantu kamu, kamu tenang saja" ucap putri.


"Put kalau boleh ini, aku ingin ijin dulu tiga hari saja. Aku ingin cari tahu juga, siapa tahu bibi Inayah kasih tahu apa yang terjadi" ucap Rania.


"Iya sudah kalau memang kamu ingin ijin, aku ijin tapi kamu harus bilang sendiri sama pak Sarif" ucap putri.


Setelah percakapan mereka selesai, Rania kembali keruangannya. Didalam ruangannya Rania ingat akan apa yang diucapkan putri, bahwa dia harus membuat surat ijin tertulis. Karena putri tidak ingin sampai para karyawannya merasa iri.


"Permisi pak" ucap Rania.


"Iya silakan masuk" ucap Sarif.


"Pak saya ingin meminta ijin kepada bapak selama tiga hari kedepan, maaf pak kalau ini mendadak. Karena ada urusan penting yang tidak bisa ditunda" ucap Rania.


"Baiklah saya ijinkan kamu, silakan kamu keluar" ucap Sarif.


Hari ini Rania berdandan seperti biasa, dia tidak ingin sampai kedua orangtuanya dan kedua anak-anaknya curiga kalau dia tidak bekerja.

__ADS_1


Rania langsung mengintai rumah mertuanya, dia melihat bahwa Rahel keluar untuk berangkat ke kantor sedangkan mama mertuanya entah kemana, didalam hatinya berkata "Semoga mama diluar lama, supaya aku bisa cari tahu tentang mas yoga".


Bibi Inayah yang terkejut melihat Rania sudah berada didalam rumah.


"Astaghfirullah nyonya Rania, aduh nyonya kenapa kesini lagi?" tanya bibi Inayah.


"Aku merindukan Januar bi" ucap Rania.


"Iya nyonya saya tahu soal itu, tapi nyonya tidak boleh sering-sering kesini nanti kalau ketahuan doro dan nyonya Rahel bagaimana?" tanya bibi Inayah.


"Nyonya Rahel? Memangnya Rahel menantu mama?" tanya Rania.


"Aduh keceplosan, maaf nyonya..." ucap bibi Inayah.


"Sekarang jawab dengan jujur bi, memang Rahel menantu mama? Dia menikah dengan siapa bi?" tanya Rania.


"Maaf nyonya sebetulnya nyonya Rahel bukan menantunya doro, hanya saja ini dilakukan supaya tuan yoga bisa menerima dia" ucap bibi Inayah.


"Tuan yoga? Jadi benar laki-laki yang aku lihat dua hari yang lalu itu mas yoga?" ucap Rania seakan tidak percaya, dan Rania sangat senang bahwa suaminya selamat tapi dia juga merasa kecewa karena teka-teki ini.


"Iya nyonya, sebenarnya pria itu adalah tuan yoga. Bibi tidak tahu pasti kenapa semua ini bisa terjadi, tapi sempat bibi dengar pas pertama kali tuan pulang. Doro dan nyonya Rahel bilang bahwa tuan yoga hilang ingatan" ucap bibi Inayah.


"Astaghfirullah mas yoga, terus kenapa bisa mereka melakukan ini?" tanya Rania.


"Maaf nyonya bibi tidak tahu soal itu" ucap bibi Inayah.

__ADS_1


"Bibi tahu tuan yoga ditemukan dimana? Di daerah mana?" tanya Rania.


"Maaf nyonya bibi juga tidak tahu" ucap bibi Inayah.


__ADS_2