
"Loe? Gue dimana?" ucap yoga.
"Bro... Loe ingat gue?" tanya Roy.
"Iya lah bro, loe itu sahabat gue" ucap yoga.
"Berarti loe ingat Rania dan anak-anak loe?" tanya Roy.
"Iya bro, tapi loe jangan bilang sama siapa-siapa. Gue ingin cari bukti tentang janin di rahim Rahel dan tentang mama gue" ucap yoga.
"Siippp... Eeehhh... Bro ada putri" ucap Roy.
"Bagaimana sayang, mas yoga sudah sadar?" tanya putri.
"Sudah itu.." ucap Roy sambil menunjukkan ke arah yoga.
Yoga kembali kerumahnya dan kini saat dia mencari tahu alasan kenapa mamanya tidak menyukai Rania dan apakah benar Rahel mengandungnya.
"Bi Inayah, Januar dimana?" tanya yoga.
"Lagi jalan-jalan di halaman belakang sama nyonya" ucap yoga.
"Rahel biar Januar bersamaku saja" ucap yoga.
"Tidak apa-apa sayang, lagian Januar tidak nakal" ucap Rahel.
"Iya tapi kasian dengan janin kamu Rahel" ucap yoga.
Yoga membawa Januar ke kamarnya, dikamar yoga terus menatap anaknya sambil membelai dengan penuh kasih sayang.
"Sayang maafin ayah, karena ayah tidak bisa mendekatkan kamu dengan bundamu. Tapi ayah janji, kita tidak lama lagi kita akan berkumpul. Sabar ya sayang" ucap yoga.
__ADS_1
Tok... Tok...
"Mama..." ucap Rahel.
"Yoga mana sayang?" tanya mama yoga.
"Yoga ada dikamar Januar ma" ucap Rahel.
"Sayang sepertinya kalian harus mengucapkan ijab qobul lagi deh, karena jika tidak..." ucap mama yoga
"Mama tenang saja, aku tidak hamil benaran ini jadi tidak perlu ijab qobul ma" ucap Rahel.
"Justru itu yang mama khawatirkan, bagaimana jika nanti yoga tahu semuanya?" tanya mama yoga.
"Makanya mama, kita harus bergerak cepat. Setidaknya jika memang kita tidak bisa memenangkan hati yoga, kita tidak kalah juga dengan harta yoga" ucap rahel.
"Iya kamu benar sayang, soalnya mama sudah bingung. Suami dan anak tiri mama selalu minta uang terus sama mama" ucap mama yoga
"Iya ma, aku tahu kok" ucap Rahel.
Mama yoga dan Rahel tidak menyadari bahwa ucapan mereka sudah direkam dan didengarkan oleh yoga, yoga langsung menuju ke kamarnya.
"Jadi ini semua hanya siasat? Tega mama berbuat seperti ini, cuma hanya mama trauma jadi janda" ucap yoga.
"Sepertinya aku harus seledikin semuanya kenapa mama bisa sejahat ini" ucap yoga.
Keesokkan harinya yoga mulai berusaha mencari tahu rumah papanya, dia mencari tempat tinggalnya melalui saudara-saudara papanya.
"Papa..." ucap yoga.
"Maaf kamu siapa?" tanya papa yoga.
__ADS_1
"Aku yoga pa, anak papa" ucap yoga.
Mereka pun akhirnya saling memeluk untuk mengobati rasa rindu dan rasa bersalah papanya yang sudah meninggalkan yoga sendirian.
Namun tiba-tiba kerumah wanita paruh baya, wanita yang masih cantik meski sudah lanjut usia.
"Sayang ini adalah istri papa, mama tiri kamu" ucap papa yoga.
"Nak yoga, silakan masuk" ucap mama tiri yoga.
"Kamu tahu alamat papa dari mana?" tanya papa yoga.
"Dari paman pa" ucap yoga.
"Kamu ada apa sayang kemari?" tanya papa yoga.
"Papa, sebelumnya yoga minta maaf sama Tante. Ini sebenarnya akan keterlaluan sih, tapi aku harus cari kebenaran pa" ucap yoga.
"Iya sayang kenapa?" tanya papa yoga.
"Papa dulu kenapa sih papa berpisah dengan mama?" tanya yoga.
"Sayang, maafin papa. Papa yang salah, dulu papa sama Mama sebenarnya dijodohin sayang. Setelah papa memilikimu, papa bertemu dengan cinta pertama papa. Tante Sekar ini adalah cinta pertama papa dan papa hilaf sayang sudah mencintai Tante Sekar lagi. Awalnya papa hanya kagum melihat dia yang harus berjuang menyekolahkan kedua anaknya seorang diri, setelah suaminya meninggal dunia" ucap papa yoga.
"Dulu Tante Sekar itu membuka warung makan ditempat papa kerja, karena kasian dan masakan dia enak jadi papa selalu makan disitu dan menjadi pelanggan tetap. Hingga perasaan itu tumbuh dan papa tidak bisa menahannya, lama kelamaan mama tahu semuanya. Mama marah sama papa dan kami memilih jalan berpisah, maafin papa, maafin papa" ucap papa yoga sambil memohon-mohon.
"Nak yoga, maafin kami. Karena kami kehidupanmu seperti ini, jujur kami memang saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Maafin kami nak yoga" ucap mama tiri yoga.
"Ooo.. Jadi karena ini mama tidak ingin aku bahagia dengan Rania, mama pikir semua janda itu pelakor" ucap yoga.
"Jaga ucapanmu yoga, Sekar bukan pelakor. Kalau boleh jujur, sebenarnya papa memang tidak mencintai mamamu. Karena papa sangat mencintai Sekar dari dulu" ucap papa yoga.
__ADS_1
"Iya yoga ngerti, tapi gara-gara papa lebih memilih Tante Sekar. Sekarang yang kena imbasnya aku pa, mama mikir kalau janda itu wanita tidak benar. Aku dan istri harus berpisah karena egoisan mama dimasa lalunya, papa maaf aku mesti pulang. Terima kasih atas jamjannya" ucap yoga.
"Ternyata mama menyimpan perasaan sakitnya dari dulu, dan melampiaskan ke Rania dan aku" ucap yoga.