
Malam weekend, seperti biasa mereka makan bersama diluar. Dan tiba-tiba yoga mendapatkan telphone dari clientnya yang mengajak meeting secara mendadak.
"Sayang maafin ayah ya, ayah mesti pergi sekarang" ucap yoga yang harus pergi saat itu juga.
"Mas ada apa? Kenapa pergi mendadak?" tanya Rania.
"Ada client yang ajak meeting sekarang, karena dia Senin harus berangkat ke Chili" ucap yoga.
"Kan masih ada hari Minggu mas, kenapa tidak Minggu saja?" tanya Rania.
"Sayangku, cintaku, dan kasihku. Mas cuma sebentar, nanti kalau semua urusan selesai langsung pulang. Mas janji sama kalian, please!" ucap yoga.
"Tapi mas.." ucap Rania.
"Arif dan Kamila sayang, bujukin bunda please biarkan ayah pergi" ucap yoga.
"Bunda ijin ayah pergi, kita kan bisa pulang naik taksi bunda" ucap Arif.
"Kalian jangan pakai taksi, biar ayah saja yang pakai taksi. Kalian pakai mobil ayah saja. Oke sayang" ucap yoga.
"Oke.. Oke.. Bunda ijinkan ayah kalian pergi, tapi janji mas harus pulang kalau masalahnya selesai" ucap Rania.
"Iya sayang, kalian masih ingin disini atau pulang sekalian?" tanya yoga.
"Kita langsung pulang saja, iya kan anak-anak bunda yang ganteng dan cantik" ucap Rania.
"Iya sudah yuk, kita bareng ke depan" ucap yoga.
"Pak hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut, sayang jaga anak-anak kita sebaik mungkin" ucap yoga.
"B1680S" gumam Rania. "Kenapa perasaanku menjadi tidak enak begini" gumam Rania.
__ADS_1
Yoga akhirnya pergi meninggalkan keluarganya, yoga pergi menggunakan taksi. Tetapi tiba-tiba ada yang motor yang sedang track-trackkan dijalan, hingga supir taksi hilang fokus.
"Astaghfirullah... Bapak hati-hati dong kalau nyetir mobil" ucap yoga.
"Maaf pak, tapi ini kita lagi dikepung sama geng motor" ucap supir taksi.
"Jadi mereka geng motor pak?" tanya yoga.
"Iya pak, maaf" ucap supir taksi.
"Iya tidak apa-apa" ucap yoga.
Geng motor yang berjumlah 8 orang itu terus tidak memberikan jalan untuk taksi yang ditumpangi yoga, sehingga supir taksi membunyikan klaksonnya.
Tin... Tin... Tin.. Bukannya geng motor itu minggir, malah semakin menjadi. Mereka semakin berani mendekati taksi, sambil sesekali memukuli kaca taksinya dengan tangan.
Supir taksi semakin kewalahan menghadapi geng motor itu, sehingga geng motor itu berhasil membawa taksi tersebut kesebuah rawan-rawan yang sepi.
"Apa maksud loe, bunyi klakson?" tanya geng motor.
Tanpa basa-basi akhirnya geng motor itu memukuli yoga dan supir taksinya hingga babak belur, setelah itu yoga dan supir taksi itu digiring ke jurang. Supir taksi itu selamat, karena dia tersangkut sedangkan yoga terjatuh ke dasar jurang.
Setelah itu geng motor membuat seolah itu kecelakaan, dan menjatuhkan taksinya kedalam jurang.
Oek... Oek... Januar terus menangis bahkan dia tidak bisa diam sama sekali hingga larut malam, hati Rania semakin tidak menentu.
"Kenapa hatiku begitu gelisah? Kemana mas yoga sudah larut malam belum pulang?" gumam Rania.
"Adik Januar sayang, diam dong jangan bikin bunda tambah panik. Cuupp... Cuppp..." ucap Rania.
Tangisan Januar semakin keras dan Rania merasa tidak enak terhadap tetangganya.
__ADS_1
"Bunda adik Januar kenapa?" tanya Arif.
"Mamas Arif kebangun, maafin bunda iya. Ini tidak biasanya adik nangis sampai seperti ini" ucap Rania.
"Bunda coba gendongin adik Januar ke Mamas, siapa saja adik bisa diam" ucap Arif.
"Memang Mamas kuat nak?" tanya Rania.
"Coba saja bunda" ucap Arif.
Akhirnya Rania menuruti keinginan Arif dan memang benar Januar bisa langsung diam dan tertidur pulas dalam gendongan Arif.
"Masya Allah, sayang ternyata kamu memang sudah bisa jadi kakak seutuhnya" gumam Rania sambil tersenyum.
"Uuusttt... Bunda pelan-pelan ambil adik Januar, dia sudah tidur" ucap Arif.
"Terima kasih ya sayang, sebentar bunda ingin membawanya ke kamar" ucap Rania.
"Bunda memangnya ayah yoga belum pulang?" ucap Arif yang melihat Rania menutup pintu dan Rania menggelengkan kepalanya.
"Tumben ayah yoga belum pulang bunda, biasanya tidak semalam ini" ucap Arif.
"Mamas tidur lagi sama, besok mamas harus sekolah. Biarin bunda saja yang menunggu ayah sampai pulang" ucap Rania.
"Bunda yakin?" ucap Arif.
"Iya sayang" ucap Rania.
Sebelum Arif meninggalkan Rania, Arif mencium pipi Rania. "Good night my mom" ucap Arif.
"Good night handsome boy" ucap Rania.
__ADS_1