
Ayam berkokok dan adzan subuh kian berkumandang, yoga terbangun dari tidurnya namun dia sangat terkejut karena sudah tidak berpakaian sehelai kain untung saja tubuhnya ditutupi oleh selimut.
"Aku kok bisa tidur dengan keadaan seperti ini" gumam yoga.
"Sayang kamu sudah bangun?" tanya Rahel.
"Eeehh... Aku ingin tanya kenapa aku bisa tidur dalam kondisi seperti ini?" tanya yoga.
"OOO.. Semalam kamu itu muntah terus kamu langsung pingsan, jadi aku bukan saja pakaianmu" ucap Rahel.
"Serius yang kamu bilang, aku kok tidak bisa ingat apa-apa?" tanya yoga.
"Sudahlah jangan dibahas lagi, itu mama sudah menunggu dimeja makan" ucap Rahel.
"Ma aku berangkat ke kantor dulu ya" ucap Rahel yang langsung pergi ke kantor.
"Sepertinya aku mesti labrak Rania" gumam Rahel.
"Maaf mbak, ibu Rania ada?" tanya Rahel.
"Ada diruangannya" ucap reception.
"Hei... Janda gatal kamu iya, sudah berapa kali aku bilang jangan ganggu suamiku. Kenapa kamu tidak pernah mengerti ucapanku" ucap Rahel.
"Kamu ngapain disini? Kamu kenapa tidak pernah bosan-bosannya mengganggu kehidupanku?" tanya Rania.
__ADS_1
"Kamu yang tidak pernah berhenti, kamu tahu yoga itu suamiku. Sekarang aku ini sedang hamil anaknya, jangan aku minta dengan kamu, wanita jalang dan pelakor. Jangan ganggu yoga lagi. Faham!" ucap Rahel.
"Dengar! Dengarkan semua! Dia... Dia adalah Rania Kamila, janda murahan, janda jalang, janda haus belaian laki-laki ini sudah menjadi pelakor suamiku" ucap Rahel.
"Cukup! Cukup Rahel! Kamu benar-benar keterlaluan..." ucap Rania.
"Hati-hati sama dia, dia kelihatan polos tapi hatinya busuk" ucap Rahel sambil pergi meninggalkan Rania.
"OOO... Jadi Rania itu benar-benar wanita jahat, pantes saja suaminya meninggal" ucap karyawan.
"Iya iya.. Dulu dia deketin pak banyu, sekarang dia deketin suami orang lain. Iiihhh... Menjijikkan sekali" ucap karyawan.
Rania yang tidak bisa menahan semuanya, dia akhirnya pergi ke kamar mandi, dan menangis dengan sekuat-kuatnya hingga putri mendengar semuanya.
"Rania... Rania... Kamu kenapa?" tanya putri.
"Ran, kamu kenapa sekarang jadi lemah? Mana Rania yang dulu aku kenal, mana ran?" tanya putri.
"Put, aku sudah tidak kuat. Mas yoga sudah benar-benar pergi dariku, dan semua orang sudah mengira aku ini wanita jalang, pelakor dan sebagainya" ucap Rania masih memeluk putri.
"Sabar... Sabar Rania, kamu harus sabar" ucap putri.
Beberapa menit kemudian, akhirnya surat berhenti Rania disetujui oleh putri dengan sangat terpaksa. Rania dan yoga kini semakin jarak bertemu, karena Rahel menghalangi dengan berbagai cara saat mereka akan bertemu.
Hingga suatu hari yoga nekad untuk bertemu dengan Rania, dia keluar dengan diam-diam dan pergi ke kantor Rania.
__ADS_1
"Mbak, ibu Rania ada?" tanya yoga.
"Ibu Rania? Dia sudah keluar pak beberapa Minggu yang lalu" ucap reception.
"Kalau ibu putri atau bapak Roy?" tanya yoga.
"Mereka ada di ruangannya" ucap Reception.
Tok... Tok...
"Maaf put, aku ingin bertanya apa benar Rania sudah berhenti?" tanya yoga.
"Iya mas" ucap Rahel yang disambung dengan menceritakan semua yang terjadi dengan Rania.
"Kenapa? Kenapa aku masih belum ingat apa-apa? Kenapa?" ucap yoga.
"Aaaauuuuwww..." ucap yoga.
"Mas... Mas.. Mas yoga..." ucap putri dengan. merasa ketakutan dan menggoyangkan badan yoga, akhirnya putri memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada Roy.
"Mas, mas yoga pingsan" ucap putri sambil menarik Roy.
"Apa? Bagaimana bisa?" ucap Roy.
"Yoga... Yoga...." ucap Roy.
__ADS_1
"Mmmmm...." ucap Rania sambil membuka mata.
Namun yoga kembali pingsan