KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Status janda?


__ADS_3

Sesampainya dirumah yoga meluapkan amarahnya dengan memecahkan beberapa vas bunga yang ada dirumahnya, sehingga bibi Inayah terkejut.


"Ada apa tuan? Tuan sedang ada masalah dengan nyonya Rahel?" tanya bibi Inayah.


Yoga hanya bisa terdiam, dan bibi Inayah semakin bingung. Karena tidak seperti biasanya yoga semarah itu, setelah amarahnya terluapkan maka yoga ke kamarnya.


"Bi, tuan dimana?" tanya rahel.


"Tuan ada dikamar nyonya, baru saja datang" ucap bibi Inayah.


"Baru datang? Dari mana?" tanya Rahel.


Namun belum sempat bibi Inayah menjawabnya, Rahel langsung menuju ke kamar yoga.


"Sayang kamu dari mana?" tanya Rahel.


"Kamu keluar" ucap yoga.


"Tapi sayang..." ucap Rahel.


"Keluar! Aku bilang kamu keluar!" ucap yoga sambil teriak.


"Yoga kenapa sih? Kenapa semarah itu?" gumam Rahel.


Kring... Kring... Yoga hanya melihat layar handphonenya hingga 3x.


"Halo tuan" ucap Rania.

__ADS_1


"Iya ada apa mbak?" tanya yoga.


"Syukurlah kalau kalian sudah pulang, gimana baby Januar rewel tidak?" tanya Rania.


"Maaf iya mbak, lebih baik mbak tidak perlu lagi mengganggu kehidupan kami. Mbak urus saja urusan mbak dengan cowok mbak" ucap yoga.


Rani sebenarnya bahagia karena didasar hatinya yoga masih ada cinta untuknya, tapi disisi lain dia merasa sakit dengar ucapan dari yoga.


Akhirnya Rania mengalah dan menutup telponnya, tapi sayang yoga malah semakin kesal.


Setelah malam menjelang dan hati yoga sudah membaik, dia baru menyadari bahwa tidak sepantasnya dia marah-marah dengan Rania.


"Apa-apaan sih aku ini? Kenapa aku marah-marah sama dia? Lebih baik nanti pagi aku ke kantor dan meminta maaf sama dia" ucap yoga.


Rahel yang mendengar ocehan yoga dikamar langsung menangkap bahwa wanita yang dimaksud adalah Rania.


Pagi-pagi sekali Rahel mendatangi rumah Rania.


"Hei Rania Kamila, kenapa kamu ini ngeyel sekali? Aku dan mamanya yoga sudah bilang jangan dekat-dekat yoga lagi, kenapa masih kamu lakuin? Dasar janda murahan, Perebut laki orang dan wanita jalang" ucap Rahel yang menganggap dirinya paling benar.


"Rahel yang terhormat. Saya memang janda, saya juga sudah mempunyai anak tapi saya tidak seperti kamu. Kamu pikir saya tidak tahu tentang kamu" ucap Rania.


"Kamu juga janda kan? Anakmu satu, kamu menikah dengan orang Amerika. Dan sekarang bapaknya entah kemana? Terus lebih parahnya lagi, kamu tidak pernah menganggap anakmu ada. Iya kan?" ucap Rania.


"Brengsek! Darimana dia tahu semuanya tentang aku" gumam Rahel.


"Jawab! Kenapa diam? Kamu takut mamanya yoga tahu ini semua?" ucap Rania.

__ADS_1


"Tenang Rahel, aku tidak selicik kamu. Yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, lebih baik kamu sekarang pulang" ucap Rania dengan membentaknya.


Rahel sangat-sangat tidak habis pikir, darimana dia tahu ini semua.


"Jangan-jangan dia sudah kenal dengan Rara?" gumam Rahel.


Rahel melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi, sesampainya dirumah.


"Bi... Bibi... Bibi inah..." ucap Rahel.


"Ih... Ini pembantu kemana? Dipanggil tidak jawab" ucap Rahel.


Rahel yang mencari bibi inah disetiap kamar bahkan kamar mandi, namun tidak menemuinya juga. Tapi ketika dia membuka kamar Rara.


"Astaga pantes dia dipanggil tidak jawab, dia tidur disini" gumam Rahel.


"Bi... Bibi..." ucap Rahel sambil menggoyang-goyangkan tubuh bibi inah.


"Eehhh... Iya nyonya..." ucap bibi inah sambil membuka matanya.


"Uuusttt... Ayo keluar bi" ucap Rahel.


"Ada apa nyonya?" tanya bibi inah.


"Bi tolong jawab jujur, selama saya tidak ada dirumah dan selama Rara sakit selain bibi dan dokter Winky. Siapa lagi yang sering jengukin?" tanya Rahel.


"Oooo... Itu nyonya, ada sih satu wanita masih muda ya seusia nyonya deh. Tapi dia sudah mempunyai anak dua, cowok cewek nyonya" ucap bibi inah.

__ADS_1


"Bibi tahu namanya?" tanya rahel.


"Tidak nyonya tapi sepertinya dokter Winky tahu" ucap bibi inah.


__ADS_2