
"Rania... Rania... Bangun sayang" ucap Sarif.
Sarif langsung membawa Rania kerumah sakit dan dia juga menghubungi seluruh keluarga Rania.
Tidak menunggu lama, mereka semua datang termasuk kedua anak-anaknya.
"Nak Sarif bagaimana dengan Rania?" tanya mama Rania.
"Saya tidak tahu Tante, soalnya Rania masih ditangani dan dokternya belum keluar" ucap Sarif.
"Bagaimana bisa kecelakaan Sarif?" tanya papa Rania.
"Tadi habis jogging kita langsung pulang, tapi tiba-tiba rem mobil saya blong om. Saya juga heran kenapa, padahal baru seminggu yang lalu di service" ucap Sarif.
"Karena mobil saya akan menabrak pohon, jadi saya berinisiatif untuk mengajak Rania lompat dari mobil om. Maafkan saya om yang tidak bisa menjaga Rania" ucap Sarif.
"Iya sudahlah, kita lebih baik berdoa saja untuk kesembuhan Rania" ucap mama Rania.
Sekitar satu jam kemudian, media televisi menyiarkan berita tentang kecelakaan mobil Sarif. Desi, Roy, putri dan Edward datang kerumah sakit.
"Om Tante bagaimana dengan Rania?" tanya Desi.
"Tante belum tahu nak, dokter masih didalam" ucap mama Rania.
"Iya ampun rania, kamu kenapa lagi. Semoga kamu cepat sembuh iya" ucap putri.
Roy yang melihat semua keadaan hawatir, dia langsung pergi.
"Sayang kamu kemana?" tanya putri sambil mengejar roy
"Aku ada perlu sayang, kamu tetap disini. Kalau ada kabar tentang Rania, kasih tahu aku. Eeemmmuahh" ucap Roy sambil cium kening putri.
"Dia pergi kemana put?" tanya edward.
__ADS_1
"Aku tidak tahu Des, ada keperluan mendadak kali" ucap putri.
"Put jangan-jangan..." ucap Desi.
"Astaga iya Des, jangan-jangan... Tapi sudahlah tidak apa-apa, semoga saja mas Roy berhasil" ucap putri.
"Ammminnn..." ucap Desi dan Edward.
Tingtong... Tingtong... pencet bel sambil ketuk pintu. Tok... Tok... Tok...
"Maaf tuan cari siapa?" tanya bibi Inayah.
"Saya cari yoga, dia ada bi?" tanya Roy.
"Ada tuan, tuan ini siapa? Dan ada keperluan apa?" tanya bibi Inayah.
"Bilang saja bi, ada sahabatnya ingin bertemu" ucap Roy.
"Ada siapa bi...?" tanya mama yoga.
"Jangan-jangan dia Roy sayang, ayo kita keluar jangan sampai yoga tahu" ucap mama yoga.
Mama yoga dan Rahel langsung keluar karena mereka tidak ingin sampai Roy masuk kedalam.
"Tante maaf, yoganya ada?" tanya Roy.
"Ada perlu apa cari yoga?" tanya Rahel.
"Rania kecelakaan Tante, aku mohon Tante ijinkan aku bertemu dengan yoga sebentar saja" ucap Roy.
"Tidak... Tidak akan saya ijinkan siapapun bertemu dengan yoga termasuk kamu" ucap mama yoga dengan nada tinggi.
"Tante, Roy mohon Tante. Sekarang Rania membutuhkan yoga" ucap Roy.
__ADS_1
"Kamu dengar tidak, saya tidak akan mengijinkan kamu bertemu dengan yoga. Sekarang kamu keluar dari rumah. Keluar!" ucap mama yoga dengan marah.
"Saya tidak akan keluar Tante, saya lakukan ini demi sahabat saya" ucap Roy yang memaksa masuk.
"Yoga... Yoga... Loe dimana bro.." ucap Roy yang memanggil yoga dan mencarinya disetiap ruangan.
"Alhamdulillah loe disini, bro bangun bro" ucap Roy.
"Eeemmm... Ada a... " ucap yoga.
"Bapak? Bukannya anda bos rania?" tanya yoga.
"Iya yoga, gue memang bos Rania dikantor. Sekaligus adalah sahabat loe" ucap Roy.
"Sahabat...? Jadi aku punya sahabat?" tanya yoga.
"Iya bro, loe punya sahabat. Kalau loe tidak percaya, coba loe lihat foto-foto didompet gue. Di dompet ini hanya ada foto-foto loe dan keluarga gue, sama halnya dengan dompet loe" ucap Roy.
"Dompet? Aku tidak pernah memegang dompet selama aku sakit" ucap yoga.
"Dompet loe dulu ditemukan, ini dompet loe" ucap Roy.
"Apa? Ini bukannya Rania? Kenapa dia foto bareng dengan aku?" tanya yoga.
"Bro dia itu istri loe dan ini anak-anak tiri loe. Walau mereka anak tiri loe, tapi loe sangat menyayangi mereka" ucap Roy.
"Aaaauuuwww..." ucap yoga.
"Ini bro, minum dulu" ucap Roy.
"Maaf aku tidak ingat apapun" ucap yoga
"Iya sudahlah kalau memang loe belum ingat tentang Rania dan anak-anak loe tidak apa-apa, gue kesini hanya ingin kasih tahu loe. Rania kecelakaan, dan dia sekarang dirumah sakit" ucap Roy.
__ADS_1
"Apa? Rania kecelakaan?" tanya yoga.