KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Ternyata dia...


__ADS_3

Rania merasa kesal dan kecewa karena dia baru saja bertemu dengan anak dan suami namun sudah harus berpisah, itu semua karena Rahel pulang lebih cepat dari biasanya.


"Aaahhh... Padahal aku masih sangat rindu dengan mereka" gumam Rania.


Rania akhirnya pulang kerumah, dan karena hari masih belum terlalu sore. Akhirnya dia mengajak kedua anaknya untuk bermain di mall.


Sementara itu, Rahel juga mengajak yoga dan Januar ke mall. Rahel ingin bisa lebih dekat dengan mereka berdua.


Arif dan Kamila sedang asyik bermain area permainan anak-anak, namun Rania harus ke minimarket untuk membeli kebutuhan bulanannya.


"Sayang kalau bunda tinggal sebentar, kalian tidak apa-apa?" tanya Rania.


"Tenang saja bunda kami tidak akan kemana-mana, kami disini saja kok. Bunda belanja saja, tapi jangan lama-lama" ucap Arif.


"Sipp... Anak bunda yang ganteng dan cantik ini pintar sekali, Mamas jagain adik kamila, bunda pergi sebentar" ucap Rania.


"Oke bos" ucap Arif sambil tersenyum.


Ketika Rania sedang belanja keperluan rumah tangga, tiba-tiba Arif dan Kamila melihat yoga.


"Mas... Mas Arif.." ucap Kamila.


"Apa sih dek, sudah ah jangan ganggu nanti Mamas kalah mainnya" ucap Arif.


"Ihh... Lihat dulu itu, itu bukannya ayah yoga iya?" tanya Kamila.


"Mana dek?" tanya Arif lagi.

__ADS_1


"Yuk ikut sama aku sebentar" ucap Kamila.


Dan keduanya berada dihadapan yoga dan Januar karena Rahel sedang pergi ke bagian kosmetik.


"Ayah..." ucap Arif dan Kamila.


"Maaf adik-adik ini siapa?" tanya yoga.


"Ayah tidak ingat siapa kami?" tanya Arif dan Kamila.


"Memang kalian siapa?" tanya yoga.


"Ayah kami ingin adik Januar, kami rindu dengannya" ucap Arif


"Kalian kenal dengan anakku Januar?" tanya yoga.


"Iya iya lah ayah, dia adalah adik kami" ucap Arif.


Rahel yang melihat itu semua, langsung bertindak dan tidak memberikan kesempatan untuk mereka berbicara lebih lama.


"Maaf adik-adik om dan Tante harus pulang" ucap Rahel.


"Tante siapa?" tanya Arif.


Rahel tidak memperdulikan pertanyaan Arif dan langsung menarik tangan yoga untuk pergi dan meninggalkan mereka.


"Maaf Rahel kamu kenapa?" tanya yoga.

__ADS_1


"Maksudnya kenapa?" tanya Rahel.


"Kamu tiba-tiba tarik tanganku seperti kamu tidak ingin aku berbicara dengan anak kecil tadi" ucap yoga.


"Sayang bukan begitu maksudku, aku tarik tangan kamu karena Januar belum makan dari tadi, aku takut Januar sakit kelamaan disini. Ayo sayang kita pulang" ucap Rahel.


"Belum makan? Bukannya sebelum berangkat, Januar sudah disuapin sama bibi. Aneh.." gumam yoga.


Rania terkejut yang melihat kedua anaknya tidak sedang bermain dan dia langsung bertanya kepada kedua buah hatinya.


"Hai sayang mainnya sudah selesai?" tanya Rania tapi kedua anaknya tidak mendengar ucapan Rania.


"Sayang... Arif Kamila ada apa?" tanya Rania.


"Hiks... Hiks... Hiks... Bunda..." ucap Arif dan Kamila sambil memeluk dirinya.


"Loh.. Loh... Kalian kenapa menangis, maaf jika tadi bunda kelamaan tinggal kalian. Ayo kita main bersama-sama" ucap Rania.


"Bukan karena itu bunda... hiks.. Hiks.. " ucap Arif.


"Lalu? Kalian diem dulu, cerita sama bunda. Ada apa?" tanya Rania.


"Tadi kami lihat ayah yoga, bunda" ucap Kamila.


"Ayah yoga...? Kalian jangan bercanda, ayah yoga sudah meninggal sayang" ucap Rania.


"Yang dibilang Kamila benar bunda, ayah yoga sedang menggendong adik Januar" ucap Arif.

__ADS_1


"Sayang mungkin kalian salah orang, sudah ayo kita pulang" ucap Rania.


"Jangan-jangan mas yoga memang keluar bersama Rahel" gumam Rania.


__ADS_2