
Sejak kemarahan yoga waktu itu, Rahel berusaha lebih peduli dengan Januar. Namun Rahel semakin penasaran dengan sosok wanita yang dibilang oleh yoga, karena ketika mereka berantem yoga selalu membandingkan dengan wanita itu.
"Apa jangan-jangan itu Rania?" gumam Rahel. Untuk memastikan rasa penasarannya Rahel pun menanyakan kepada bibi Inayah.
"Bi aku ingin tanya boleh?" tanya Rahel.
"Iya nyonya ada apa?" tanya bibi Inayah.
"Teman bibi yang sering keluar masuk kerumah ini siapa namanya? Terus dia tinggal dimana?" tanya Rahel.
"I... itu pembantu komplek sebelah nyonya, memangnya kenapa?" tanya bibi Inayah.
"OOO .. Pembantu? Rumahnya yang sebelah mana bi?" tanya Rahel.
"Eee.mmm... Memang ada apa nyonya?" tanya bibi Inayah.
"Tidak saya penasaran saja, soalnya mas yoga selalu membanggakan dia daripada saya" ucap Rahel.
"Aduh nyonya maaf jika itu yang terjadi, nanti saya akan melarangnya dan saya tidak akan menghubunginya lagi" ucap bibi Inayah.
"Iya sudah kalau begitu, terima kasih ya Bi" ucap Rahel.
"Kenapa bibi tidak menjawab pertanyaanku, jangan-jangan dia menyembunyikan sesuatu" gumam Rahel.
Suatu hari Rahel membuat rencana dimana dia menggunakan rencana ini untuk mengetahui siapa sebenarnya wanita yang sering dimaksud yoga.
"Bi.. Hari ini tidak usah masak makanan untuk saya, bibi masak makanan favorit mas yoga saja dan jangan lupa urus Januar" ucap Rahel.
"Memangnya nyonya ingin kemana? Terus pulang jam berapa?" tanya bibi Inayah.
"Saya ingin mengecek rumah bi, sekalian saya. juga ingin beres-beres rumah. Dan mama juga tidak dirumah, jadi bibi tidak bisa fokus sama mas yoga dan Januar" ucap Rahel.
"Baik nyonya, saya akan laksanakan" ucap bibi Inayah.
Begitu Rahel pergi, bibi Inayah langsung menelpone Rahel dan memberitahukan bahwa dirumah sedang tidak ada orang hanya ada yoga dan Januar.
__ADS_1
Lagi-lagi Rania tidak berpikir panjang, dia langsung menuju kerumah yoga. Kebetulan sekali hari ini dia libur kerja, jadi tidak perlu untuk meminta ijin.
"Bunda... Bunda mau kemana?" tanya Arif.
"Bunda ada urusan sebentar sayang" ucap Rania.
"Tapi bunda kan libur hari ini, terus bunda kan sudah janji ingin ajak kami main ke mall?" tanya Kamila.
"Iya sayang, nanti setelah urusan bunda selesai. Kita jalan-jalan ke mall, bunda pergi sebentar" ucap Rania menuju keluar dan Tiba-tiba...
"Sayang kamu mau kemana? Kenapa terburu-buru?" tanya mama Rania.
"Aku mau kerumah mas yoga ma, tadi bibinya bilang kalau dirumah sedang tidak ada siapa-siapa hanya ada Januar dan mas yoga" ucap Rania
"Iya sudah kami hati-hati sayang" ucap mama Rania.
Sesampainya dirumah, Rania langsung masuk karena memang Rania memegang kunci serepnya yang baru dari bibi Inayah.
"Bi Januar mana?" tanya Rania
"Ada nyonya dikamar" ucap bibi Inayah.
"Saya disini, kamu kapan datang?" tanya yoga.
"Eehhh.. Tuan... Maaf... Barusan tuan" ucap Rania.
"Kenapa panggil tuan lagi sih? Saya lebih suka kamu panggil mas" ucap yoga sambil tersenyum.
"Iya mas..." ucap Rania.
Beberapa jam kemudian, Rahel kembali kerumah yoga. Tepat sebelum senja datang, Rahel yang sengaja masuk rumah secara diam-diam bahkan dia sengaja tidak memarkirkan mobilnya didepan rumah melainkan di lapangan depan rumahnya.
Rahel mendengar suara orang yang sedang asyik tertawa dan canda, Rahel langsung masuk ke dalam kamar Januar. Sungguh betapa terkejutnya seisi kamar itu.
"Rahel kapan kamu pulang?" tanya yoga.
__ADS_1
"Rania? Itu bukannya Rania Kamila?" gumam Rahel.
"Rahel ditanya malah bengong" ucap yoga.
"Sebentar mas, aku ada perlu dengan dia" ucap Rahel sambil menarik tangan Rania.
Rahel menarik tangan Rania dan menjauh dari yoga.
"Kamu ada perlu apa kesini?" tanya Rahel.
"Aku kesini ingin bertemu anak dan suamiku, kenapa?" tanya Rania.
"Kalau saja mamanya yoga tahu, kamu ada disini" ucap Rahel sedikit memberikan ancaman kepada Rania.
"Maksud kamu apa? Kamu ingin bilang sama mama mertuaku? Silakan aku tidak takut" ucap rania sambil berusaha menahan amarah.
"Oh.. Sudah berani kamu" ucap Rahel sambil hendak menampar wajah Rania.
"Cukup! Cukup nyonya Rahel yang terhormat, kalau kamu ingin membuat rumah tanggaku hancur. Itu salah, aku tidak akan biarkan itu" ucap Rania.
"Hahahaha... Apa yang bisa kamu lakukan sekarang Rania? Apa? Suami kamu saja tidak ingat dengan kamu" ucap Rahel.
"Kamu boleh ketawa sekarang, dan kamu boleh merasa menang sekarang. Tapi kamu harus ingat Rahel, cinta mas yoga hanya untukku. Hanya untukku, ingat itu!" ucap Rania.
"Satu hal, bagaimana kalau mamanya mas yoga tahu kamu sudah janda dan mempunyai anak perempuan? Dan anak itu cacat serta kamu tidak pernah memperdulikannya sedikitpun, apakah beliau masih merestuinya?" tanya Rania.
"Apa maksudmu? Kamu tahu itu semua dari mana?" tanya Rahel.
"Kamu tidak perlu tahu aku tahu dari mana, yang penting itulah kenyataannya" ucap Rania.
Rania akhirnya pergi meninggalkan rumah yoga, Rahel yang merasa kesal dengan semuanya. Dia langsung menuju kekamar Januar.
"Sayang jadi seperti ini selama aku tidak ada dirumah" ucap Rahel.
Yoga yang tidak peduli dengan ucapan Rahel, dan dia hanya terdiam.
__ADS_1
"Sayang jawab jangan diam saja" ucap Rahel.
Lagi-lagi yoga hanya diam dan Rahel sangat merasa kecewa dan marah dengan semuanya, Rahel akhirnya masuk ke kamar.