
Yoga tersadar dari pingsan, dia duduk diatas ranjangnya.
"Apa benar yang mama ucapkan?" gumam yoga.
"Jadi selama ini Rania datang kerumah hanya untuk membuat aku kembali lagi?" gumam yoga.
"Kenapa aku tidak bisa mengingatnya? Kenapa?" ucap yoga.
Tok... Tok...
"Masuk..." ucap yoga.
"Ada apa kamu ke kamar?" tanya yoga.
"Sayang boleh aku tidur disini, malam ini saja? Aku ingin tidur dalam pelukanmu" ucap Rahel.
"Aku ingin sendiri" ucap yoga
"Please sayang..." ucap Rahel sambil memohon dan berlutut.
"Iya... Iya.." ucap yoga.
"Oke kalau begitu, aku bersih-bersih dulu. Jangan tutup pintunya, dan kamu jangan kemana-mana" ucap rahel.
"Iya" ucap yoga.
Setelah selesai mandi, Rahel langsung membuka lemari milik Rania. Dia melihat beberapa gaun tidur di lemarinya, "Untung saja Rania masih menyisakan pakaian ini" gumam Rahel.
Rahel kembali ke kamar yoga dengan piyama yang tansparant berwarna pick, gaun yang sering dipakai oleh Rania saat-saat yoga menginginkannya.
__ADS_1
Yoga yang terbengong melihat gaun itu, sekilas dia mengingat tentang gaun itu. Tetapi yoga berusaha menahan hawa nafsu karena dia ingin melakukan itu saat ingatannya pulih.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Rahel dengan. membelai wajah yoga dengan sangat lembut
"Tidak apa-apa, kamu tidur duluan. Aku belum ngantuk" ucap yoga.
"Sayang tadi aku sudah bilang sama kamu, aku ingin tidur dalam pelukanmu" ucap Rahel.
"Ya ampun perasaan apa ini? Aku harus bisa menahan ini sampai aku ingat semuanya" gumam yoga
"Sayang disini..." ucap Rahel yang sudah terbaring sambil memukul ranjangnya yang empuk itu.
Tetapi yoga tidak memperdulikan Rahel, hingga Rahel bangun dari ranjang.
"Sayang kamu kenapa? Disini, aku ini dipeluk olehmu sayang" ucap Rahel sambil menarik tangan yoga dan yoga akhirnya terbaring di ranjang itu.
"Sayang... Peluk aku..." ucap Rahel.
"Maaf... Maaf... Rahel aku tidak bisa..." ucap yoga.
"Kenapa? Kenapa sayang?" tanya Rahel.
"Maaf aku tidak jika harus melakukan ini, Karena aku tidak ingin ada yang terluka bila aku ingat semuanya, ini pakaian kamu. Pakailah sekarang dan tidurlah. Aku akan tidur di sofa" ucap yoga dengan melempar pakaian Rahel dan berbaring diatas sofa.
"Sialan... Gagal lagi... Susah sekali membuat kamu melakukan itu" gumam Rahel sambil merasa kesal dan akhirnya keluar dari kamar yoga.
Yoga yang melihat Rahel keluar, akhirnya dia menutup pintu kamarnya. Ceklek....
"Aduhh... Aduhh... Nyaris saja, aku melakukan itu" ucap yoga.
__ADS_1
"Tapi kenapa saat aku ingin melakukannya ada wajah Rania?" gumam yoga dengan perasaan aneh.
Sementara itu Rania masih saja melakukan permainannya, untuk membuat yoga cemburu dan marah kepada dirinya. Rania dan Sarif dengan sengaja untuk melakukan jogging di taman dekat rumah yoga.
Flash Back...
Bibi Inayah memberitahukan bahwa yoga sudah mulai mencurigai semuanya, maka Rania langsung melakukan rencana selanjutnya. Karena Rania pikir, ini adalah saat yang sangat tepat.
Dikantor...
"Mas besok jogging yuk?" tanya Rania.
"Kamu serius sayang" ucap Sarif.
"Iya tapi tempat joggingnya nanti aku share ja" ucap Rania.
"Iya sayang..." ucap Sarif.
Flash Off...
Sesampainya ditaman, Rania dan Sarif langsung melakukan jogging. Sesekali Rania melirik kanan kiri untuk mencari yoga, dan matanya tertuju kepada yoga dalam tatapan lurus kedepan.
Rania sengaja mengajak Sarif mendekat dengan yoga, Rania melakukan ini tanpa harus diketahui oleh keduanya.
"Aaaauuuuwww... Mas..." ucap Rania.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Sarif.
"Kakiku keseleo mas, sakit... Aaauuuwwww... " ucap rania sambil memastikan bahwa yoga melihat adegan itu dan benar saja, yoga memandang tanpa mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Sebentar-sebentar, kamu tunggu disini. Aku ambil P3K di mobil" ucap Sarif dengan gugup.