
"Kamu ingin pergi kemana?" tanya mama yoga.
"Aku ingin jenguk Rania ma" ucap yoga.
"Tidak kamu tidak boleh pergi kesana, dengarkan mama sayang. Rahel adalah istri kamu bukan Rania, jadi kalau memang dia kecelakaan, kamu tidak perlu jenguk dia" ucap mama yoga.
"Iya sayang, kamu itu tidak ingin melihat aku sakit hati kan? Please sayang, jangan pergi" ucap Rahel sambil membujuk yoga.
"Tapi..." ucap yoga.
"Oke kalau kamu pergi, aku akan gugurkan anak dalam kandunganku" ucap Rahel sambil mengancam yoga, dan semua yang ada disana tercengang mendengar pengakuan Rahel.
"Gugurkan? Kamu hamil, bagaimana bisa?" tanya yoga.
"Kamu pikir aku tidak boleh hamil? Kamu lupa dengan kejadian dia mana kamu sedang pusing, kamu mendorong aku dan kamu melakukan itu denganku. Bahkan kamu bangun disaat aku sudah bangun, kamu masih lupa?" ucap Rahel.
"Oke... Aku tidak akan pergi, maafkan aku pak Roy. Lain kali aku akan jenguk Rania" ucap yoga.
Roy sangat tidak percaya dengan apa yang dilihat sekarang, yoga benar-benar sudah tergoda dengan Rahel.
"Apa benar Rahel hamil? Bagaimana jika Rania tahu semua ini? Kasian kamu Rania" ucap Roy dalam mobil.
Sesampainya dirumah sakit, Roy langsung menanyakan tentang Rania.
"Sayang bagaimana dengan Rania?" tanya Roy.
"Tadi dokter sudah keluar sayang, tapi kata dokter, Rania koma sayang. Kamu bagaimana berhasil bujuk yoga?" tanya putri.
__ADS_1
"Ikut aku sebentar" ucap Roy sambil menarik tangan putri.
"Ada apa sayang?" tanya putri.
"Rahel hamil sayang" ucap Roy.
"Lah terus, aku tidak tanya wanita pelakor itu sayang. Yang aku tanyain yoga, bukan dia" ucap putri.
"Iya aku tahu, dia hamil anak yoga sayang. Dan tadi Rahel melarang aku bertemu dengan yoga" ucap Roy.
"Apa? Mas jangan bercanda disituasi seperti ini" ucap putri dengan kesal.
"Iya ampun sayang, mana bisa sih mas bercanda dalam hal yang seserius seperti ini?" ucap Roy.
"Iya sudah mas, pokoknya hal ini jangan sampai siapapun tahu. Cukup hanya kita berdua, karena kita akan membantu supaya keadaan membaik lagi" ucap putri.
"Iya sayang, aku faham soal itu" ucap Roy.
"Brengsek! Yoga laki-laki brengsek! Tega sekali dia melakukan ini dengan Rania, lihat saja apa yang akan aku lakukan demi Rania" ucap Desi
Sedangkan keadaan dirumah yoga juga tidak kalah heboh, mamanya menarik tangan Rahel.
"Sayang kamu benaran sedang mengandung anaknya yoga?" tanya mama yoga.
"Mama maaf, aku sudah membohongi mama. Sebenarnya aku tidak hamil ma, aku tidak ingin kalau mas yoga sampai datang kerumah sakit untuk jenguk Rania" ucap Rahel.
"Maaf ma..." ucap Rahel.
__ADS_1
"Astaga mama pikir ini benaran, mama sudah hampir jantungan. Soalnya mama tidak ingin mempunyai cucu diluar nikah" ucap mama yoga.
"Iya ma, ayo ma, kita kembali nanti mas yoga curiga lagi" ucap Rahel
"Kalian lama sekali? Bicarakan apa?" tanya yoga.
"I.. I.. Itu mas soal perempuan, iya kan mama?" ucap Rahel.
"Iya sayang, ini soal perempuan. Jadi maaf kamu tidak perlu tahu" ucap mama yoga.
"Iya ma, tidak apa-apa" ucap yoga.
"Ma aku ke kamar dulu" ucap yoga.
Dikamar...
"Ya Allah semoga Rania cepat sadar, aku benar-benar khawatir dengannya. Tapi bagaimana aku tidak mungkin menyakiti Rahel yang sedang mengandung anakku" gumam yoga.
"Tuan... Tuan..." ucap bibi Inayah.
"Iya bi ada apa?" tanya yoga.
"Bibi tahu tuan sedang bingung karena tidak menjenguk dia, sekarang tuan pergilah lewat jendela. Nanti bibi yang akan bantu tuan" ucap bibi Inayah.
"Benarkah bi..." ucap yoga.
Bibi Inayah hanya mengangguk dan yoga langsung melakukan apa yang dibilang oleh bibi inayah, dengan perasaan was-was yoga melangkahkan kakinya dengan sangat perlahan.
__ADS_1
Didepan rumah yoga menarik nafas, karena dia berhasil kerumah dari rumah. Bibi Inayah langsung menutup jendela kamar dengan gorden, bantal dan guling ditumpuk setelah itu ditutupi dengan selimut dan pintu kamarnya dikunci.
"Alhamdulillah akhirnya tuan bisa kabur, semoga tuan datang sebelum jam makan malam" ucap bibi Inayah.