KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Apa kau istriku?


__ADS_3

Ketika Rania terus mencari tahu tentang apa yang terjadi kepada yoga, tiba-tiba...


Oekk... Oekkk... Oeeekk.. Tangisan Januar yang sangat keras, yoga yang mendengar tangisan yoga langsung melihat dan menggendongnya. Namun januar tetap menangis dengan keras, tiba-tiba bibi Inayah mengambil Januar dari yoga tapi tetap saja sama.


Rania yang dari tadi menahan perasaan kini sudah tidak bisa menahan dan dia langsung masuk kamar Januar dan menggendongnya.


Seketika Januar diam dan tidak lama kemudian Januar tertidur didalam gendongan Rania.


Yoga yang melihat itu semuanya seakan bertanya-tanya "Siapa wanita ini? Kenapa Januar terlihat tenang dalam gendongannya" gumam yoga.


Yoga terus memandangi Rania tanpa berkedip, hingga Rania merasa risih.


"Maaf tuan kenapa melihat saya seperti itu?" tanya Rania.


"Ooo.. Tidak apa-apa, saya hanya heran saja. Tidak biasanya Januar dekat dengan orang asing, biasanya dia menangis kalau didekati orang asing. Tapi ini malah berbeda, dia terlihat tenang. Seandainya saja bunda bisa membuat setenang ini, mungkin bibi Inayah tidak ada disini" ucap yoga.


"Bunda? Maksudnya tuan?" tanya Rania.


"Iya bunda, ibu kandungnya Januar. Istri saya Rahel" ucap yoga.


"OOO.." ucap Rania menahan semua rasa sakitnya.


"Maaf apa tuan ingat dengan Arif dan Kamila?" ucap Rania.

__ADS_1


"Arif dan Kamila?" ucap yoga berusaha mengingat tentang mereka, sehingga kepalanya mendadak terasa sakit dan yoga tidak bisa menahannya.


"Aaauuuwwww... Sakit sekali kepalaku" ucap yoga.


"Maaf tuan, mari saya bantu ke kamar" ucap Rania.


Rania membawa suaminya ke dalam kamar, ternyata memang benar semua foto-foto yoga bersama dirinya sudah tidak ada, yang ada hanya foto yoga yang sedang sendiri.


"Maaf kamu siapa? Saya sepertinya pernah melihatmu, tapi saya juga merasa kamu baru kali ini masuk kerumahku" ucap yoga.


"Maaf tuan, saya adalah pembantu sebelah. Tadi saya mendengar tangisan anak kecil, jadi saya reflek saja ingin membuat anak itu diam" ucap Rania.


"Apakah tangisan Januar sekeras itu?" tanya yoga.


"Tuan kalau saya sudah tidak dibutuhkan saya permisi" ucap Rania.


"Oke, terima kasih" ucap yoga.


Rania tersenyum kepada yoga dan dia langsung pergi meninggalkan yoga, namun ketika Rania baru keluar, mama mertuanya datang. "Hufh... Nyaris saja aku ketahuan sama mama" gumam Rania.


Rania benar-benar tidak menyangka bahwa ibu mertuanya begitu benci terhadapnya, entah apa yang telah Rania berbuat selama. Kesalahan apa yang dilakukan oleh Rania, rania akhirnya pulang.


Keesokkan harinya Rania disuruh masuk oleh bapak sarif. Kring.. Kring...

__ADS_1


"Halo" ucap Rania


"Halo Rania, saya mohon maaf sekali. Besok kamu bisa kembali bekerja tidak?" tanya Sarif.


"Ada apa bapak? Bukannya saya telah meminta ijin untuk tidak masuk selama tiga hari?" tanya Rania.


"Iya Rania, maaf saya juga tahu soal akan itu. Tetapi ini emergency, karena pengganti kamu besok tidak bisa masuk. Dan saya tidak bisa menghadiri meeting seorang diri" ucap Sarif.


"Ok, pak kalau begitu saya akan kembali bekerja besok" ucap Rania.


"Terima kasih banyak Rania" ucap Sarif.


Rania bergumam "Januar dan mas yoga, maafkan bunda besok tidak bisa jenguk kalian".


"Bunda... " ucap Arif.


"Bunda... Bunda... " ucap Kamila.


"Ih... Bunda kok melamun, ada apa?" tanya Arif.


"Tidak apa-apa sayang, kenapa sayang?" tanya Rania.


"Bantuin kami kerjakan PR yuk" ucap Arif dan Kamila.

__ADS_1


Rania masuk kedalam rumah untuk membantu kedua anaknya mengerjakan PR.


__ADS_2