
Dimalam yang sangat sejuk dan dingin, Rahel masuk kedalam kamar. Tapi setelah kejadian beberapa hari yang lalu, dimana yoga dan Rania bertemu. Yoga memutuskan untuk tidur dikamar tamu, walaupun memang selama yoga diharuskan tidur sekamar dengan Rahel namun tidak pernah sekalipun yoga menyentuh tubuh Rahel.
"Sayang malam ini sangat dingin, tidak bisakah kamu tidur dikamar ini saja?" tanya Rahel.
"Maaf Rahel, aku tidak bisa. Aku tidak tidur satu kamar lagi dengan kamu, aku ingin kita tidur terpisah selama ingatan aku belum kembali" ucap yoga.
"Sayang kamu kenapa lagi? Kamu kenapa meragukan aku kembali? Aku ini istrimu sayang, istrimu yang sah" ucap Rahel.
"Bukannya aku meragukan kamu, tapi kenapa tidak ada satu foto pun disaat kita menikah. Walaupun surat nikah sudah ada, tapi bukankah seseorang menikah pasti ada fotonya?" tanya yoga.
"Sayang dulu memang aku yang menolak untuk difoto, karena dulu mamamu tidak merestui hubungan kita. Aku hanya ingin menjaga perasaan mamamu, mas" ucap Rahel.
"Iya sudah Rahel, aku ke kamar tamu. Aku sudah sangat mengantuk" ucap yoga.
Setelah yoga melangkahkan kaki keluar kamar, Rahel bergumam "Kenapa yoga berubah beberapa hari ini? Kalau begini bagaimana aku dan dia bisa bersatu?".
"Aku harus menyusun rencana supaya aku bisa mengandung anaknya yoga, walaupun itu tidak boleh tapi aku yakin mamanya tidak akan marah denganku" gumam Rahel.
Beberapa hari kemudian, dimana hari ini adalah hari weekend. Rania terpaksa harus meninggalkan kedua anaknya dirumah, karena dia ingin bertemu dengan yoga dan Januar.
__ADS_1
Setibanya dirumah mertuanya, Rania mendengar Januar menangis. Rania langsung menuju ke kamar Januar dengan langkah perlahan.
"Duh anak bunda kenapa? Kangen sama bunda? Maaf sayang, bunda baru bisa jenguk kamu" ucap Rania sambil menggendong Januar.
Ucapan Rania ternyata terdengar oleh yoga, tetapi yoga tidak ingin memergoki Rania. Yoga langsung masuk ke dalam kamar tamu dan bergumam "Apa yang aku dengar? Bunda? Apakah Januar itu anaknya? Berarti dia istriku?".
Ketika Rania sedang asyik bermain dengan Januar, tiba-tiba.
"Nyonya..." ucap bibi Inayah.
"Usstt... Kamu jangan teriak, nanti semua orang dengar" ucap Rania.
"Oooo... Pantes tadi Januar menangis dengan keras, tidak ada satu orangpun yang menolongnya" ucap Rania.
"Maaf nyonya tadi saya sedang menjemur pakaian dan tuan yoga mungkin masih tidur" ucap bibi Inayah.
"Jadi mas yoga belum bangun, bi? Mas yoga selama ini tidur dimana, bi?" tanya Rania.
"Tuan yoga awalnya tidur satu kamar dengan nyonya Rahel, tapi semenjak bertemu dengan nyonya. Tuan pindah ke kamar tamu" ucap bibi Inayah.
__ADS_1
"Bi ada iga tidak dikulkas?" tanya Rania.
"Sepertinya ada nyonya" ucap bibi Inayah.
"Ijinkan aku memaksa didapur ya, bi. Aku mohon. Aku ingin memasak makanan kesukaan mas yoga" ucap Rania.
"Iya nyonya silakan" ucap bibi Inayah.
1 jam kemudian, wangi masakan Rania tercium oleh yoga dan menarik yoga untuk ke dapur.
"Kamu?" tanya yoga.
"Emmm... Maaf tuan, tadi bibi Inayah minta tolong sama saya untuk membuat sarapan buat tuan" ucap Rania
"Tidak apa-apa, kamu masak SOP iga?" tanya yoga.
Iya tuan, habis bahan makanan yang tersedia hanya ini. Tapi tuan tunggu sebentar lagi, soalnya dagingnya masih agak keras" ucap Rania.
"Oke, aku tunggu diruang TV"ucap yoga.
__ADS_1