KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Apa ini cinta...


__ADS_3

"Tuan, maaf tadi pembantu tetangga sebelah kemana?" tanya bibi Inayah.


"Sudah pulang bi, kenapa?" tanya yoga.


"Tidak apa-apa tuan, saya belum mengucapkan terima kasih karena sudah membantu saya seharian ini" ucap bibi Inayah.


"Bi, mama kemana sih? Terus Rahel juga kemana?" tanya yoga.


"Doro lagi ke kampungnya tuan, dan kalau nyonya Rahel sepertinya sedang melihat rumahnya" ucap bibi Inayah.


"Rumahnya?" tanya yoga.


"Aduh bodoh sekali aku keceplosan" gumam bibi Inayah.


"Bi... Maksudnya rumahnya apa?" tanya yoga.


"Iya tuan, sebelum nyonya menikah dengan tuan. Nyonya sudah memiliki rumah sendiri, dan selama tuan belum ditemukan, nyonya selalu pulang kerumahnya. Mungkin sekarang dia ingin mengecek rumahnya" ucap bibi Inayah.


"OOO... Iya sudah bi, mandikan Januar iya. Aku ingin ke kamar. Eeemmmuahh... Salah sayang" ucap yoga sambil mencium kening Januar.

__ADS_1


Setelah yoga keluar, bibi Inayah bergumam "Sabar ya nak, bibi akan berusaha untuk membantu keduaorangmu bersatu kembali. Bibi janji sama kamu sayang" ucap bibi Inayah.


Sementara Rahel dirumah sedang menenangkan dirinya, tetapi tiba-tiba Rara kejang-kejang kembali.


"Nyonya, nona Rara kejang-kejang" ucap bibi inah.


"Terus kalau dia kejang-kejang bilang ke saya gitu? Bukankah bibi sudah mengetahui apa yang seharusnya bibi lakukan?" tanya Rahel.


"Ada apa ini?" tanya Winky yang secara tiba-tiba datang kerumah Rahel.


"Dok, non rara. Dia kejang-kejang lagi" ucap bibi inah.


"Sudah deh jangan drama, Seperti tidak tahu saja" ucap Rahel.


"Astaghfirullah... Rahel, kamu itu kenapa benci sekali dengan Rara? Rara itu darah dagingnya, Rara itu berhak mendapatkan kasih sayang dari ibunya meskipun ayahnya sudah tidak mungkin kembali" ucap Winky.


"Sudah. Cukup! Dok Winky tidak usah ikut campur urusanku, lebih baik cek kondisi dia sekarang" ucap Rahel.


Sambil berjalan, winky bergumam "Sebenci itukah kamu dengan anakmu Rara, Rahel. Andai kamu tahu bahwa cinta dan sayangnya Rara terhadapmu sangat besar, kamu akan menyesalinya".

__ADS_1


"Bi cepat ambil obatnya sekarang, sabar sayang om sudah berada disini" ucap Winky.


"Alhamdulillah akhirnya, bi biarkan dia istirahat dulu. Jaga dia ya Bi, saya akan bicara dengan Rahel" ucap Winky.


"Rahel aku ingin tanya sama kamu, kamu itu kemana saja sekarang kamu sering tidak pulang kerumah?" tanya Winky.


"Dok mau saya pulang atau tidak, itu urusanku bukan urusan dokter. Jadi jangan ikut campur" ucap Rahel.


"Tapi hel, Rara itu butuhkan dirumah. Meskipun kamu tidak pernah bertutur sapa dengannya, tapi asalkan dia melihat kamu. Dia sangat bahagia hel" ucap Winky.


"Cukup dokter! Untuk apa saya dirumah jika harus mengurus anak cacat seperti Rara?" tanya Rahel dengan nada marah.


"Rara seperti itu juga karena kamu hel, kamu ikut adil dalam keadaan Rara. Dulu saat kamu mengandung Rara, sudah aku peringati jangan minuman beralkohol. Tapi apa yang kamu lakukan?" ucap Winky.


"Kamu tidak, dok. Betapa sakitnya aku melihat tingkah laku ayahnya, dengan cara itu saya bisa tenang" ucap rahel dengan mata memerah.


"Tapi bukan berarti kamu lampiaskan ke Rara? Dia tidak tahu akan ini semua, dia juga tidak ingin seperti ini" ucap Winky.


"Maaf dok Winky yang terhormat, jika sudah tidak ada yang perlu dibicarakan. Silakan keluar" ucap Rahel yang mengusir Winky secara halus.

__ADS_1


"Brengsek! Sialan! Tidak dirumah, tidak dirumah yoga. Sama-sama membuatku sakit hati" ucap Rahel.


__ADS_2