
Sesampainya dirumah, yoga mencoba Rahel dan mamanya namun mereka berdua tidak ada dirumah.
"Bi, mama dan Rahel kemana?" tanya yoga
"Loh tuan bagaimana sih, nyonya Rahel kan dikantor dan kalau Doro paling balik kerumah suaminya" ucap bibi Inayah.
"Oiya aku lupa bi, bi..." ucap yoga.
"Iya tuan ada apa?" tanya bibi inayah.
"Saya boleh tanya?" tanya yoga.
"Apa tuan?" ucap bibi Inayah.
"Bibi sudah berapa lama kerja disini?" tanya yoga.
"Saya kerja disini semenjak pertama kali tuan pindah kerumah ini, sewaktu Aden Januar usia 3 bulan. Kenapa tuan?" tanya bibi Inayah.
"Berarti bibi tahu semuanya yang ada dirumah ini?" tanya yoga.
"Iya" ucap bibi Inayah.
"Tolong bibi, jawab jujur! Rania apa itu istriku? Arif dan Kamila adalah anak-anakku?" tanya yoga.
"I... I... itu... A... A... anu.." ucap bibi Inayah.
"Itu anu apa?" tanya yoga.
__ADS_1
"Sebenarnya..." ucap bibi Inayah
"Sebenarnya Rania memang adalah istri kamu sayang, tapi Arif dan Kamila adalah bukan anak-anakmu melainkan adalah anak tirimu" ucap mama yoga.
"Maksud mama?" tanya yoga.
"Iya sayang, Rania adalah seorang janda. Dia sudah merebut kamu dari Rahel dan setelah Rania menikah denganmu tidak berapa lama kemudian kalian punya anak, yaitu Januar" ucap mama yoga
"Namun ternyata lama kelamaan kamu mengetahui bahwa Rania adalah wanita yang tidak baik, dia hanya ingin menompang kehidupannya dengan kamu. Akhirnya kamu menceraikan dia dan kamu menikah dengan Rahel. Iya kan bi?" ucap mama yoga untuk menyetujui semua ucapannya.
"I... I... iya doro" ucap bibi Inayah.
"Dan mama juga tahu bahwa Rania sudah sering keluar masuk rumah ini tanpa sepengetahuan mama dan Rahel, iya kan sayang?" tanya mama yoga.
"Sayang, mama mohon kamu jangan tertipu mulut manis dan wajah polosnya. Dia itu wanita yang pandai mengambil hati laki-laki, karena dia itu seorang janda" ucap mama yoga.
"Sayang... Sayang... Kamu kenapa? Bibi cepat telpon dokter" ucap mama yoga yang panik akan keadaan yoga.
Tidak berapa lama kemudian, akhirnya Winky datang kerumah yoga.
"Bi, pak yoga kenapa?" tanya Winky.
"Dia sakit kepala lagi dok" ucap bibi Inayah.
Setelah memeriksa keadaan yoga, mama yoga dan Winky saling berbicara.
"Ibu maaf untuk saat ini sebaiknya pak yoga jangan sampai banyak pikiran dulu, karena akan berakibat fatal padanya" ucap Winky.
__ADS_1
"Baik dok, terima kasih" ucap mama yoga.
Begitu Winky keluar, mama yoga langsung marah-marah kepada bibi Inayah.
"Bi, apa-apaan sih kamu? Kamu sengaja membuat ingat yoga kembali hah? Iya maksudnya begitu?" tanya mama yoga.
"Bukan begitu doro, tapi tadi tiba-tiba setelah tuan pulang dari luar. Dia bertanya soal itu semua, tapi sumpah saya tidak mengatakan apapun kepada tuan. Sumpah doro" ucap bibi Inayah.
"Memangnya saya akan percaya dengan ucapan kamu, kamu ingin sengaja kan. Kamu itu dibayar berapa dengan Rania? Berapa?!" ucap mama yoga dengan sangat amat marah.
"Mama ada apa sih? Kenapa mama marah-marah sama bibi Inayah?" tanya Rahel.
"Dia sudah mempengaruhi yoga untuk mengingat semuanya Rahel dan kamu tahu bila itu semua terjadi?" tanya mama yoga.
"Sudah bibi sekarang ke belakang, kerjain tugas-tugas bibi sekarang. Mama biar urusan. saya" ucap Rahel.
"Mama sabar... Sabar ma... " ucap Rahel.
"Bagaimana bisa sabar Rahel, kamu tahu bagaimana mama Tidka suka dengan Rania. Rania itu sudah menjauhkan mama, yoga jauh semenjak menikah dengan rania" ucap mama yoga
"Iya ma, tapi mama juga harus sabar. Rahel juga sekarang bingung harus bagaimana, Rania mengancam Rahel" ucap Rahel.
"Maksud kamu?" tanya mama yoga.
"Waduh keceplosan aku" gumam Rahel
"Iya maksudnya Rania mengancam akan mengambil yoga dari kita" ucap Rahel.
__ADS_1