
Rania saat ini sangat sering sekali mengunjungi yoga dan Januar, karena Rahel sedang sibuk untuk meluluhkan hati sang anak.
"Mbak sudah ada disini saja?" tanya yoga
"Iya tuan, saya kangen sama baby Januar. Kebetulan majikan saya sedang tidak ada dirumah" ucap Rania.
"Ooo.. Kirain kangen sama ayahnya" ucap yoga sambil tersenyum.
"Sebenarnya memang aku merindukanmu mas, bahkan sangat-sangat merindukanmu" gumam Rania.
"Helo... Mbak... Mbak... " ucap yoga berkali-kali.
Prukkk... Prukkk...
"Malah bengong, maaf kalau tadi ucapanku tidak enak dihari mbak" ucap yoga.
"Tidak apa-apa tuan, oiya tuan ingin sarapan apa? Kebetulan bibi sedang ke pasar lagi belanja" ucap Rania.
"Aku ingin sarapan roti bakar sama white cofffee saja" ucap yoga.
"Oke sebentar saya siapkan tuan" ucap Rania.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya sarapan datang.
"Ini tuan sarapannya" ucap Rania sambil jongkok dan ketika bangun dia terjatuh didalam pelukan yoga.
"Ternyata cantik sekali dia" gumam yoga.
__ADS_1
Jantung yoga dan Rania terasa terhenti, Rania sudah lama tidak pernah dipeluk oleh suami bahwa berpegangan tangan pun sudah tidak bisa.
"Maaf... Maaf... Tuan saya tidak sengaja" ucap Rania sambil menundukkan kepala.
"Iya tidak apa-apa, lain kali hati-hati" ucap yoga sambil tersenyum.
"Saya permisi tuan, silakan dimakan" ucap Rania.
"Enak juga roti dan kopinya, kenapa semua masakan yang dia masak sangat pas dilidahku? Seakan dia tahu sekali seleraku?" gumam yoga sambil berusaha mengingat sesuatu.
"Aaauuuwwww... " ucap yoga.
Mendengar raungan kesakitan yoga, Rania langsung kembali ke meja makan.
"Tuan... Tuan... Kenapa?" tanya Rania yang panik melihat yoga pingsan dan untung saja bibi Inayah datang dari pasar.
"Kenapa nyonya ada apa?" tanya bibi Inayah yang ikut panik melihat majikannya panik.
"Tuan... Tuan... Pingsan di meja makan" ucap Rania.
Rania dan bibi Inayah membawa kekamar yoga, Rania langsung menelpone Winky.
Kring... Kring...
"Halo dokter" ucap Rania.
"Iya Rania ada apa?" tanya Winky.
__ADS_1
"Bisa ke alamat _ _ _ sekarang" ucap Rania.
"Baik Rania, tunggu" ucap Winky. Setelah beberapa lama, dokter Winky pun datang.
"Dok suami saya pingsan" ucap Rania. Setelah Winky memeriksa keadaan dan memberikan obat pereda nyeri, akhirnya berbicara dengan Rania.
"Ran apa benar itu suamimu? Bukankah dia..." ucap Winky.
"Dia apa dok?" tanya Rania.
"Bukankah dia mantan Rahel? Dan sekarang Rahel lagi dekat dengannya?" tanya Winky.
"Maaf sebenarnya memang mas yoga adalah suamiku, namun karena sebuah kecelakaan mengakibatkan dia hilang ingatan serta mertua saya tidak mengijinkan saya untuk merawatnya. Bahkan mertua saya mengatakan kepada mas yoga bahwa Rahel adalah istri sahnya" ucap Rania.
"Astaghfirullah... Setega itukah mertuamu Rania, maaf saya tidak tahu. Saya pikir ini hanya ada dalam film-film saja tapi memang nyata terjadi, Rahel benar-benar keterlaluan" ucap Winky.
"Sudahlah Winky, saya juga mengikhlaskan semuanya. Saya hanya berharap ingatan mas yoga cepat kembali" ucap Rania yang berubah menjadi sedih.
"Rania bersabarlah, saya yakin yoga pasti sembuh. Saran saya kamu coba kembalikan moment-moment indah kamu bersama dia. Disaat dia berbahagia denganmu, cemburu bersamamu dan lain-lain. Insya Allah itu akan membuat ingatannya kembali, tapi saya juga minta dengan kamu jangan pernah paksakan dia untuk mengingat semuanya" ucap Winky.
"Iya kalau soal itu saya juga sudah tahu, maka dari itu saya nekad kucing-kucingan dari mertua dan Rahel demi mengembalikan ingatan mas yoga" ucap Rania
"OOO.. Iya sudah, saya permisi dulu. Kamu tenang saja, yoga sebentar lagi pasti akan sadar" ucap Winky.
Setelah Winky keluar, Rania teringat akan ucapan Winky yang membuat yoga cemburu. Karena Rania sangat tahu betul, suaminya sangat-sangat cemburu bila Rania berdekatan dengan pria lain.
"Sepertinya aku harus lakukan cara itu, aku harus terima pak Sarif. Semoga nanti dia bisa mengerti" gumam Rania.
__ADS_1