KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Pura-pura Sakit 2


__ADS_3

"Haii yoga" ucap Rahel.


"Hai juga Rahel" ucap yoga.


"Yoga nanti jangan lupa kita akan rapat dengan temanku yang punya percetakan" ucap Rahel.


"Iya aku tidak lupa, kamu santai saja" ucap yoga.


Tiba-tiba Rahel merasa sakit..


"Aaauuuwwww" ucap Rahel.


"Hel kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya yoga.


"Aaauuuww yoga maaf bisa tidak anterin aku kerumah sakit, sepertinya perutku sakit lagi" ucap Rahel sambil berpura-pura kesakitan.


"Iya sebentar aku bilang sama asistenku dulu, soalnya takut Rania kesini nanti khawatir lagi aku tidak dikantor" ucap yoga.


"Iya sudah tapi jangan lama-lama" ucap Rahel.


Setelah yoga memberitahukan asistennya, yoga langsung mengantar Rahel kerumah sakit. Rahel dirumah sakit berpura-pura sakit, dokternya lalu datang untuk mengecek keadaan Rahel.


"Maaf ibu sakit pas bagian mana?" tanya dokter.

__ADS_1


"Sebelah sini dok" ucap Rahel sambil menunjukkan bagian perutnya.


"Ohh... Ini mah tidak apa-apa ibu, palingan hanya kram saja" ucap dokter.


"Sialan ini dokter tidak bisa diajak kompromi lagi" gumam Rahel.


"Oh.. Mungkin saja dok, tapi tadi sakit sekali" ucap Rahel.


"Kalau begitu silakan turun ibu, nanti saya berikan obat nyeri" ucap dokter.


"Bagaimana dok keadaan Rahel?" tanya yoga.


"Ibu Rahel baik-baik saja pak, hanya kram bagian perutnya. Ini resep obat nyerinya" ucap dokter sambil memberikan selembar kertas yang berisi resep obat.


"Baik-baik saja, apakah Rahel berpura-pura sakit? Tapi untuk apa dilakukan itu?" gumam yoga.


"Aduh sudah jam segini, Rania pasti kekantor" gumam yoga.


Yoga terus merasa gelisah dan bingung, tiba-tiba Rahel menyuruh yoga untuk kembali ke kantor. Rahel tahu bahwa yoga gelisah dan bingung memikirkan Rania, lagipula Rahel sudah cukup lega karena setidaknya yoga akan terlambat untuk makan siang bareng bersama Rania.


Rahel langsung menyusul yoga ke kantor, karena dia tidak jadi menebus obatnya. Namun ditengah perjalanan Rahel berhenti untuk berpura-pura membeli obat, Rahel langsung masuk tanpa memberikan salam salam sekali.


"Yoga terima kasih sudah nganterin aku kerumah sakit" ucap Rahel tanpa memperdulikan Sasa yang berada diruangan itu juga.

__ADS_1


"Upsss... Maaf saya kira tidak ada orang, kalau begitu saya permisi" ucap Rahel.


Rania merasa sangat-sangat kesal kepada yoga, kenapa dia harus mengantarkan Rahel kerumah sakit.


"Kenapa harus mas yoga" gumam Rania sambil menunjukkan muka cemberut.


"Sayang kamu kenapa?" tanya yoga.


"Tidak apa-apa, ayo mas kita makan lagi" ucap Rania.


"Aku tidak akan melanjutkan makannya, jika kamu seperti ini. Aku tahu lagi ada yang kamu pikirkan, lihat mataku. Ada apa?" tanya yoga sambil memandang kedua mata Rania yang lentik dan sipit.


"Maaf mas, aku hanya heran saja" ucap Rania sambil langsung menundukkan kepalanya.


"Lihat mataku sayang... Kamu cemburu?" tanya yoga.


"Tidak mas, sudah ah. Ayo makan lagi, nanti keburu dingin" ucap Rania.


Setelah makan siang, Rani langsung meminta ijin untuk pulang dan menjemput Arif dan Kamila ditempat lesnya. Diluar ruangan ada sepasang mata yang sedang memperhatikan. "Seharusnya aku yang sekarang berada diposisi Rania, kalau saja aku tidak berhubungan dengan barack!" gumam Rahel.


"Brengsek! Kamu brengsek!" ucap Rahel sambil marah-marah didalam ruangannya.


"Maaf ibu kenapa?" tanya asisten Rahel.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kamu lanjut kerja saja" ucap Rahel.


"Kalau begitu saya permisi ibu, kalau ada apa-apa panggil saya" ucap asisten Rahel


__ADS_2