
"Rania tunggu" ucap putri.
"Iya putri ada apa?" tanya Rania
"Bisa keruanganku sebentar?" tanya putri.
"Ada apa putri?" ucap Rania.
"Menyangkut mama mertuamu dan rahel" ucap putri.
"Ini kamu lihat dulu" ucap putri.
"Astaghfirullah, jadi Rahel adalah seorang janda dan sudah mempunyai anak? Dan mama kembali ke papa tirinya?!" tanya Rania.
"Iya ran, itu yang aku dapet dari anak buahku" ucap putri.
"Iya sudah putri terima kasih banyak sekali atas ini semua" ucap Rania.
Rania semakin bingung, karena setahu Rania. Mama mertuanya tidak mungkin suka dengan seorang janda, tapi mengapa dengan Rahel. Kenapa Rahel bisa sedekat itu dengan mertuanya
Karena rasa penasaran, Rania mencoba menyelidiki alamat rumah Rahel. Rania menyamar sebagai kurir makanan.
Tingtong... Tingtong...
"Maaf dengan ibu Rahel?" tanya Rania.
"Maaf mbak siapa, nyonya Rahel tidak ada dirumah" tanya bibi inah.
__ADS_1
"Saya kurir dari resto ingin mengantarkan makanan pesanan ibu Rahel" ucap Rania sambil menyodorkan makanan itu.
"Tumben nyonya Rahel pesan makanan, biasa dia paling suka makan diluar. Apa ini untuk Rara" gumam bibi inah dengan rasa heran.
"Maaf Bi, boleh saya ke toilet? Saya kebelet" tanya Rania.
"OOO... Silakan mbak, mbak masuk saya lurus nanti belok kanan" ucap bibi inah.
"Oke terima kasih bi" ucap Rania sambil masuk dan mencari barang bukti Rahel seorang janda dan mempunyai anak.
"Duhhh... Kenapa disini tidak ada satu foto pun yang menunjukkan kalau dia punya anak sih" gumam Rania dengan kesal dan langsung keluar.
Tiba-tiba disaat Rania ingin keluar, muncullah seorang anak kecil dengan tubuh yang tidak biasa.
"Bi... Bi... I...nah... A... da... si...a....apa?" tanya Rara.
"Tan.. te... te...RI... ma... ka...sih..." ucap Rara.
"Sama-sama cantik, Tante permisi dulu" ucap rania.
Diperjalanan Rania terus berpikir tentang Rahel, sehingga tidak menyimpulkan sendiri tentang Rahel " Jangan-jangan Rahel sengaja melakukan ini karena dia tidak ingin semua orang bahwa dia mempunyai anak cacat?" gumam Rania.
"Ahhh... Sudahlah aku harus mencari tahu semuanya sebelum aku beritahukan kepada mas yoga" ucap Rania.
Seperti biasa weekend Rania kerumah yoga, namun disana Rania melihat dari kejauhan bahwa mobil Rahel sedang parkir didepan.
"Sialan! Jangan-jangan Rahel tidak keluar hari ini" gumam Rania. Rania langsung SMS bibi Inayah.
__ADS_1
Pesan Rania : Bi, Rahel ada dirumah iya?
Pesan Bibi Inayah : Iya nyonya, nyonya Rahel ada dirumah. Nyonya jangan kesini dulu, takut ketahuan sama nyonya Rahel.
Pesan Rania : Oke bi, nanti kalau Rahel tidak ada dirumah hubungi aku segera.
Pesan bibi Inayah : 👍
"Apa lebih baik aku cari tahu tentang Rahel lagi" gumam Rania.
Rania langsung kerumah Rahel, sesampainya dirumah Rahel. Dia melihat seorang anak perempuan yang tidak lain adalah anak kecil yang dia lihat kemarin sedang bermain boneka, ketika dia masuk kerumah Tiba-tiba anak itu kejang-kejang.
"Tolong.... Bibi... Tolong" ucap Rania.
"Ya ampun non rara, maaf mbak bisa bantu saya" ucap bibi inah sambil berusaha membopong Rara.
"Mbak sebentar saya tinggal dulu, ingin memanggil dokter pribadi non rara" ucap bibi inah.
Tidak beberapa lama, Winky pun datang kerumah Rahel. Namun bibi sedang sibuk dengan pekerjaannya, jadi dia tidak menemani Rara.
"Winky...?" tanya Rania.
"Hai Rania? Kamu ngapain disini?" tanya Winky.
"Ini tadi saya lewat depan rumah dan saya lihat anak ini kejang-kejang, jadi saya tolong dia" ucap Rania.
"Kamu itu tidak pernah berubah ya, rasa peduli dengan sesama kamu masih sama saat kamu ikut PMR dulu. Walaupun kamu beda sekolah, tapi kamu sangat peduli dengan yang lain" ucap Winky.
__ADS_1
"Hehehe... Bisa saja" ucap Rania.