
Sejak saat itu yoga dan Rania semakin dekat, yoga tidak pernah lupa menjenguk Rania dirumah sakit. Hingga Rania sembuh dan yoga yang mengemas semua pakaian Rania.
"Jadi selama ini pak yoga juga selalu ada dirumah sakit?" gumam Sarif.
"Rania aku pamit dulu, aku tidak enak kalau ada yang melihat aku disini. Apalagi Arif dan Kamila, aku tidak ingin mereka kecewa" ucap yoga.
""Iya mas, terima kasih. Sebentar lagi juga mas Sarif pasti kesini" ucap Rania.
Sarif yang mendengar yoga akan keluar, dia tergegas bersembunyi. Begitu yoga keluar, Sarif langsung masuk keruangan Rania.
"Sayang kamu sudah siap untuk pulang hari ini" ucap Sarif.
"M... Mas, iya mas. Aku sudah siap, itu pakaianku sudah aku kemas" ucap Rania.
"Jadi kamu yang kemas ini sendiri? Kenapa kamu tidak menungguku sayang?" tanya Sarif.
"Tidak mas, kalau tunggu mas nanti bakalan lama. Aku sudah tidak betah disini mas" ucap Rania.
"Iya sudah, yuk kita pulang" ucap Sarif.
Rania yang dipapah oleh Sarif dari ruangan hingga keluar rumah sakit membuat hati yoga semakin sakit, karena yoga memang dari tadi sudah menunggu diluar untuk memastikan Rania.
"Rania aku sakit melihat ini semua, tapi kenapa aku tidak mengingat apapun" gumam yoga.
Dirumah yoga....
"Sayang sudah pulang?" tanya Rahel.
"Iya" ucap yoga.
"Sudah makan belum sayang?" tanya Rahel.
"Belum" ucap yoga.
__ADS_1
"Kamu itu kenapa? Jawabnya iya belum iya belum terus" ucap Rahel.
"Terus aku harus jawab apa?" tanya yoga.
"Iya sudah lah, aku siapkan makan malam dulu. Kamu bersih-bersih dulu" ucap Rahel.
Tak beberapa lama, kemudian yoga kembali ke meja makan.
"Ini sayang aku buatin SOP iga kesukaan kamu, cobain deh" ucap Rahel
Baru satu suap yoga mencoba "Cuuuihhh... Ini SOP apa air laut?" tanya yoga.
"Maksud kamu?" tanya Rahel.
"Mmmm... Maaf sayang, aku tadi tidak mencobanya dulu. Kalau gitu aku masakin yang lain ya" ucap Rahel.
"Tidak perlu, aku ingin ke kamar saja" ucap yoga sambil menuju ke kamar.
"Ada apa lagi?" tanya yoga sambil membuka pintu kamarnya.
"Aku hanya ingin mengantar ini, sebagai ucapan maaf aku sayang" ucap Rahel.
"Boleh aku masuk sebentar saja?" ucap Rahel.
"Ini sayang diminum takut keburu dingin" ucap Rahel.
Setelah beberapa menit, yoga merasa pusing dan Bbbbrrruuughhh... Jatuh pingsan, Rahel dengan cepat menaruh yoga diatas ranjang dan mengambil gambar seakan-akan mereka berdua sedang tidur bersama.
"Dengan ini, kamu tidak akan bisa mengelak jika janin ini adalah anakmu" ucap Rahel sambil tersenyum sinis.
Sementara dirumah Rania.
"Bunda...." ucap Arif dan kamila sambil memeluk Rania.
__ADS_1
"Sayang... Eeeemmmuahh... Bunda kangen dengan kalian" ucap Rania.
"Kami juga kangen sama bunda" ucap Arif dan Kamila.
"Kalian selama tidak ada bunda dirumah, suka bikin susah Mbah uti dan mbah kung tidak. Ayo..." ucap Rania sambil tersenyum.
"Iya bunda itu adik Kamila, manja sekali selama tidak bunda. Masa ingin apa-apa menyuruh Mamas Mulu, sampai-sampai PR saja minta dikerjain Mamas bunda" ucap Arif.
"Kamila! Masa PR dikerjain Mamas Arif sih? Itu kan sudah menjadi tugas kamu sayang" ucap Rania.
"Bunda mah percaya saja sama Mamas jelek ini, mana mungkinlah PR dikerjain sama Mamas. Mamas mah ngomongan ngaco" ucap Kamila sambil cemberut.
"Adeh... Adeh... Adik Mamas yang cantik ini ngambek, bunda mamas bercanda kok" ucap Arif.
"Ayo dong adik yang cantik, senyum" ucap Arif.
"Tidak mau" ucap Kamila.
"Itu bunda adik jahat, mamas kan sudah minta maaf" ucap Arif.
"Bunda tidak ingin ikut campur, ayo mas kita masuk" ucap Rania.
"Oke aku maafin, tapi ada syaratnya" ucap Kamila.
"Apa syaratnya?" tanya Arif.
"Kerjain PR aku" ucap Kamila.
"Apa? Kamu tidak dengar yang tadi bunda bilang?" tanya Arif.
"Dengar, tapi ini kan hukuman buat Mamas sudah fitnah aku. Kalau tidak ingin juga tidak apa-apa" ucap Kamila.
"Iya... Iya... Iya sudah ayo masuk, nanti Mamas yang kerjain" ucap Arif.
__ADS_1