
"Maaf tuan, ingin makan dimana? Disini atau dimeja makan?" tanya Rania.
"Makan disini saja, biar aku sambil santai" ucap yoga.
"Baik tuan, sebentar saya ambilkan makanannya dulu" ucap Rania.
"Ini tuan sarapannya" ucap Rania sambil menaruh masakannya.
"Terima kasih" ucap yoga.
"Sama-sama, maaf tuan jika rasanya kurang enak" ucap Rania
Rania yang memperhatikan yoga yang sedang makan masakannya dengan sangat lahap, Rania sangat mengetahui makanan kesukaan suaminya itu "Mas yoga, ternyata kamu masih seperti dulu, menyukai sol iga" gumam Rania.
Setelah yoga selesai makan, yoga hendak menaruh mangkok dan piringnya ke dapur.
"Tuan biar saya saja yang menaruh di dapur" ucap Rania.
"Terima kasih" ucap yoga.
"Bagaimana bisa dia mengetahui makanan kesukaanku? Makanan tadi sangat-sangat aku sukai, sepertinya aku sering memakan makanan itu" gumam yoga.
Yoga menuju ke dapur hendak mengambil air untuk minum, tidak sengaja dia menolong Rania saat Rania hendak terpeleset.
"Emmm... Maaf tuan saya tidak sengaja" ucap Rania.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, lain kali kamu hati-hati" ucap yoga.
"Oiya bagaimana kamu bisa tahu makanan kesukaanku?" tanya yoga.
"Maaf tuan, kalau saya sudah lancang. Jujur saya tidak tahu kalau SOP iga adalah menu favorit tuan, tadi dikulkas hanya ada bahan makanan itu saja" ucap Rania.
"OOO... Lalu bagaimana caranya kamu bisa masak makanan dengan seleraku" ucap yoga.
Rania yang tidak bisa menjawabnya, maka dia berpura-pura untuk menemui januar.
"Tuan permisi, saya ingin melihat Januar. Karena bibi Inayah sedang bekerja ditaman" ucap Rania.
Yoga yang merasa semakin aneh, saat yoga tanpa sengaja melihat mata Rania yang mengisyaratkan tentang cinta.
Yoga terus memperhatikan Rania dari kejauhan, Rania yang begitu menyayangi dan mencintai Januar sangat tidak ingin melepasnya.
Rania seketika menyadari bahwa dibalik tembok kamar, yoga sedang memperhatikan.
"Tuan yoga kenapa disitu, sini main bersama Januar" ucap Rania sambil mengajak yoga masuk.
"Emmm... Maaf tadi saya ingin ke dapur" ucap yoga.
"Iya tidak apa-apa tuan, mari sini kita main bersama Januar" ucap Rania dengan lembut.
Yoga yang memang tidak dapat menolak bila Rania sudah berkata dengan lembut dan disertai dengan senyuman indahnya.
__ADS_1
Disaat mereka bertiga sedang bercanda tawa dengan Januar, bibi inayah melihatnya namun dia tidak ingin mengganggu mereka. Jadi bibi Inayah kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Maaf aku boleh tanya?" tanya yoga.
"Silakan tuan, ada apa?" tanya Rania.
"Apa kamu sudah menikah?" tanya yoga.
Deg... Hati Rania berdenyut keras.
"Sudah tuan, saya sudah menikah 2x. Pernikahan pertama saya dianugerahkan dua orang anak, putra dan putri, namanya Arif dan Kamila" ucap Rania.
"Sedangkan pernikahan saya yang kedua, saya baru dianugerahkan satu orang anak, yaitu putra namanya Januar" ucap Rania.
"Januar?" tanya yoga.
"Iya Januar tuan, tapi saya sedang titipkan kepada mama mertua saya tuan" ucap Rania.
"Memang kenapa?" tanya Rania.
"Saya kira, Januar itu anakku" ucap yoga.
"Hahahaha... Tuan ini ada-ada saja, mana mungkin Januar anak tuan? Mana mungkin tuan ingin hidup bersama dengan seorang janda berdua" ucap Rania sambil tersenyum dengan hati yang sakit.
"Kenapa kalau janda?" tanya yoga.
__ADS_1
"Tuan ini aneh-aneh saja, tuan adalah pengusaha yang sukses manalah mungkin menikahi janda. Bagaimana dengan orangtua tuan, saya yakin mereka akan menolaknya" ucap Rania.
"Sudah... Sudah... Tuan, kok malah ngelantur. Maaf tuan hari sudah mulai sore, saya harus pulang. Takut majikan saya pulang duluan, saya permisi" ucap Rania.