KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Ikhlas


__ADS_3

Sudah hampir sepekan mereka mencari jejak keberadaan yoga, namun hasilnya ternyata nihil. Tidak ada tanda-tanda tentang keberadaan Rania, akhirnya tim SAR Pagar Alam menyatakan bahwa yoga meninggal.


"Permisi ibu, ada yang ingin saya katakan dengan ibu" ucap tim SAR.


"Iya ada apa pak?" tanya Rania


"Hari ini sudah sepekan kita mencari korban, namun korban tidak ditemukan bahwa tanda-tandanya keberadaan korban juga nihil. Jadi maafkan kami jika kami memberhentikan proses pencarian korban" ucap tim SAR.


"Tapi pak... Apa tidak seminggu lagi kita mencari korban?" tanya Rania.


"Jangankan seminggu ibu, sehari saja kami sudah tidak bisa. Karena dikurang sedalam ini, kami yakin korban tidak mungkin bisa selamat dalam sepekan. Maafkan kami ibu, kamj permisi" ucap tim SAR.


"Sayang tim SAR benar sayang, kita harus ikhlaskan yoga pergi sayang. Kasian anak-anakmu sudah terlalu lama kau tinggalkan" ucap mama rania.


"Tapi ma...." ucap Rania.


"Jangan egois sayang, kamu boleh sedih dan tidak terima kenyataan ini tapi kamu mati ingat bahwa kamu punya tanggungjawab atas anak-anakmu" ucap papa Rania.


"Baiklah ma pa, Rania akan pergi. Tapi ijinkan Rania untuk mengadakan pengajian dan tahlilan selama satu Minggu" ucap Rania.


"Iya sayang, mama papa setuju itu. Mari sayang kita berpamitan kepada tuan rumah" ucap papa Rania.


Setibanya dirumah, Rania terkejut karena disitu sudah ada sahabat-sahabat tercinta (putri dan desi).


"Hai ran..." ucap Desi dan putri.

__ADS_1


"Kalian... Hikss... Hikss..." ucap Rania sambil menangis.


"Sudah ran, ikhlaskan mas yoga" ucap putri.


"Tapi... Ini seperti mimpi untukku" ucap Rania.


"Ran kamu itu wanita yang panggil kuat yang aku temui, aku berharap kamu bisa mengikhlaskan mas yoga. Supaya mas yoga bisa tenang disisi-Nya" ucap Desi.


"Terima kasih kalian sudah datang dan sudah memberikan support untukku, kalau kalian berkenan mulai malam ini akan ada pengajian dan tahlilan untuk memberikan doa kepada mas yoga" ucap Rania.


"Insya Allah dan, kita akan datang" ucap mereka.


"Bunda...." ucap Arif dan Kamila sambil memeluk Rania dengan hangat.


"Bunda kita kangen banget sama bunda" ucap Arif.


"Bunda ayah yoga belum pulang juga ya?" tanya Kamila.


"Mamas Arif dan mbak Kamila, maafin bunda karena bunda tidak bisa membawa ayah yoga. Ayah yoga sudah pergi sayang" ucap Rania.


"Pergi kemana bunda" ucap Kamila.


"Pergi jauh sekali, pergi ketempat yang indah. Jadi kalian mesti ikhlasin ayah yoga sayang" ucap Rania.


"Ayah yoga meninggal bunda, insya Allah kita ikhlasin ayah yoga. Ayah yoga adalah ayah terbaik kita bunda" ucap Arif.

__ADS_1


Tiba-tiba datang mama yoga sambil marah-marah dengan emosi yang membeludak.


"Dasar janda jalang... Janda tidak tahu malu... Kamu kenapa masih dirumah anakku hah, ini rumah milik anakku. Pergi dari sini!" ucap mama yoga.


"Tante cukup! Kenapa Tante usir Rania, Rania juga berhak tinggal disini. Rania istri sahnya yoga Tan" ucap putri.


"Siapa bilang dia istri sahnya yoga, ini lihat sendiri" ucap mama yoga sambil memberikan sebuah amplop.


"Apa ini ma?" tanya Rania.


"Kamu bisa baca kan? Baca sendiri lah" ucap mama yoga.


Sungguh terkejutnya Rania, saat melihat sepucuk kertas yang berisi tentang surat cerai mati dan hak asuh anak milik mama yoga.


"Mama sebenci itukah sama Rania? Apa salah aku ma? Apa?" tanya Rania.


"Salahnya kamu itu banyak, jadi aku minta kamu keluar dari rumah sekarang dan Januar jangan kamu bawa. Faham!" ucap mama yoga.


"Mbak tega sekali dengan Rania, Rania itu juga punya adil dalam rumah ini" ucap mama Rania.


"Apa mbak bilang punya adil? Mbak mikir tidak yang usaha itu siapa, yoga! Yang biayai kedua anak-anak tirinya siapa, yoga! Jadi sudah tidak adil dalam rumah ini, karena harta Gono gini sudah untuk kebutuhan anak-anak Rania selama tinggal bersama. Cepat keluar! Sebelum saya pakai kekerasan" ucap mama yoga.


"Tidak perlu ma! Aku dan kedua anakku akan pergi dari sini, aku hanya berharap Januar bisa mama urus sebaik mungkin" ucap Rania.


"Kamu tidak perlu nasehati saya, saya tau apa yang harus saya lakukan" ucap mama yoga.

__ADS_1


Sungguh berat cobaan dan ujian yang Rania hadapi, lagi-lagi Rania harus berjuang sendiri untuk kedua anaknya. Tapi Rania sadar bahwa ini sudah takdir yang mesti dia jalani, kini Rania akhirnya memilih untuk tinggal bersama orangtuanya lagi.


Putri dan Desi sangat sedih melihat keadaan Rania dan sangat kecewa atas perilaku mamanya yoga, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


__ADS_2