KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Pura-pura sakit..


__ADS_3

"Maaf bi, Rahel tidak ikut lagi?" tanya dokter Winky.


"Ya seperti biasa dok, terus bagaimana dengan keadaan non rara dok?" tanya bi Inah.


"Bi sabar ya, seperti yang biasa aku katakan. Penyakit rara itu bawaan dari lahir, jadi tidak ada obatnya" ucap dokter Winky.


"Bisa saya lihat non rara?" tanya bi indah.


"Silakan bi" ucap dokter Winky.


Winky adalah teman Rahel waktu sekolah dulu, sebenarnya Winky sangat mencintai Rahel tapi sayang cintanya bertepuk sebelah tangan.


Sempat Winky merasa sakit hati saat dia mengetahui bahwa Rahel sudah mempunyai kekasih yang bernama yoga, sempat pula Winky merasa bahagia ketika mendengar mereka putus namun ternyata Winky sakit hati kembali pada saat bahwa Rahel menikah dengan pria lain.


Seberapa rasa sakit hatinya, tetap bisa dikalahkan dengan rasa cinta. Terlebih lagi melihat kondisi Rara yang tidak diberikan kasih sayang seorang ibu dari Rahel, Winky terus tetap menasehati Rahel sebagai teman dan berharap Rahel bisa mengetahui akan hatinya.


"Sepertinya aku harus menelpone Rahel, walau bagaimana pun dia adalah ibu kandungnya" gumam Winky.


Kring... Kring... Rahel hanya melihat layar ponsel yang tertuliskan nama Winky. "Pasti dia ingin membahas Rara, males sekali aku angkatnya" gumam Rahel.

__ADS_1


Kring.. Kring.. Untuk kesekian kalinya, Rahel tidak mengangkat telphone dari Winky. Sehingga Rahel merasa terganggu.


"Halo ada apa Winky" ucap Rahel.


"Kamu darimana saja hel?" tanya Winky.


"Aku tadi habis dari kamar mandi, kenapa?" tanya Rahel.


"Kamu kebiasaan Rara sakit tidak memberikan. dukungan sama dia" ucap Winky.


"Terus aku harus bagaimana? Aku harus berpura-pura ikut sakit juga, biar aku bisa merasa sakitnya dia. Begitu...?" ucap Rahel dengan perasaan kesal.


"Sudah ya dokter winky yang terhormat, lebih baik anda urus pasien anda dengan baik dan jangan ikut campur urusan keluarga pasien" ucap Rahel sambil mematikan ponsel.


"Dasar kebiasaan, masih saja keras kepala seperti ini. Rahel... Rahel.." ucap Winky yang tidak sengaja bi Inah mendengarkannya.


"Maaf dok, pasti dokter Winky telp nyonya Rahel lagi. Dan pasti nyonya Rahel marah-marah lagi?" tanya bi Inah.


"Hehehehe... Jadi Malu aku bi" ucap Winky sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Dok sepertinya punya perasaan lebih terhadap nyonya Rahel, benar tidak? Soalnya bi perhatikan dokter ini perhatian sekali dengan Rara, dan dokter juga sangat peduli dengan nyonya Rahel" ucap BI Inah.


"Sebenarnya kalau boleh jujur iya Bi, aku suka sama Rahel sudah lama. Tapi ini jadi rahasia kita saja ya Bi, aku permisi dulu" ucap Winky.


"Seandainya dokter Winky jadi papinya nona Rara, pasti dia akan sangat bahagia. Kasian kamu non" gumam BI Inah.


Sementara itu Rahel masih saja merasa kesal dengan Winky. "Kamu itu selalu saja ikut campur urusanku Winky, Rara itu anakku. Ingin aku apakan dia, itu hakku" gumam Rahel.


"Halo sayang..." ucap Winky.


"Oom dok..tel... Pa ka..bal?" tanya Rara.


"Baik sayang, kamu lagi bikin apa sayang?" tanya Winky.


"I... ni .." ucap Rara sambil menunjukkan sebuah gambar, yang dimana gambar itu ada tiga orang.


"Wah bagus sekali gambarnya sayang, yang ditengah ini pasti Rara terus sebelah ini pasti mami Rahel. Lah yang ini kenapa kok gambarnya kaya hantu?" tanya Winky.


"I.. iya... Oom dok... Tel.. Ha.. bis.. la...la... ti...dak.. ta.. hu... pa.. Pi.. di.. ma... na.." ucap rara.

__ADS_1


"Eeemmm... Iya sudah sayang, kamu istirahat dulu kan sudah malam sayang" ucap Winky.


__ADS_2