KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2

KKJ (Kenapa Kalau Janda) Part 2
Rencana awal


__ADS_3

Rania hari ini kerumah yoga, karena dia ingin mengajaknya ke kantor.


"Tuan pasti merasa bosan bukan dirumah terus, bagaimana jika ke kantor saya?" tanya Rania.


"Kantor? Bukannya mbak bekerja sebagai PRT?" tanya yoga.


"Maaf tuan sebenarnya semenjak beberapa bulan yang lalu, saya sudah tidak bekerja sebagai PRT tapi bekerja di kantor" ucap Rania.


"Bagaimana tuan ingin ikut tidak, nanti tuan bisa bawa Januar juga" ucap Rania.


"Benarkah? Apa tidak akan mengganggu kamu bekerja?" tanya yoga.


"Tidaklah tuan, santai saja" ucap Rania.


Sesampainya Rania dan yoga dikantor, putri dan Roy terkejut melihat yoga. Namun Roy sebagai sahabatnya tidak bisa leluasa untuk bercanda dengan yoga karena yoga tidak akan ingat dengannya.


"Rania bisa keruangan saya sebentar" ucap putri.


Rania hanya bisa mengangguk, dalam hati yoga berkata " Jangan-jangan dia akan kena marah karena aku".


Setelah diruangan putri.


"Ada apa putri?" tanya Rania.


"Rania itu benaran yoga? Sohib gue?" tanya Roy.


"Iya mas Roy, itu mas yoga" ucap Rania


"Terus maksud kamu membawa dia kemari apa ran?" tanya putri.


Rania akhirnya menjelaskan rencananya mengenai yang akan berpura-pura jadian dengan pak Sarif, karena beberapa hari yang lalu Sarif menyatakan perasaannya.

__ADS_1


"Apa? Kamu gila Rania? Aku tidak setuju" ucap putri dengan marah kepada Rania.


"Ayolah putri, please mas Roy bantu aku. Jujur aku sudah lelah dengan semua ini, aku mohon" ucap Rania.


"Rania ini sangat beresiko, bagaimana kamu pak Sarif mengetahui ini hanya rencana gilamu saja? Dia pasti akan sangat sakit sekali Rania" ucap putri.


"Semoga itu tidak akan terjadi putri, karena sebelum hubungan ini terlalu jauh. Aku yakin mas yoga akan kembali kepadaku" ucap Rania.


"Terserah kamu saja" ucap Roy.


Akhirnya Rania kembali keruangan dan dia sangat terkejut melihat yoga dan Sarif saling berbicara.


"Kalian?" ucap Rania.


"Iya Rania, dia ini bos teman kamu kan? Tadi aku itu cari kamu" ucap Sarif.


"Maaf pak eh mas, tadi saya ada perlu dengan ibu putri" ucap Rania.


"Ooo... Iya sudah kalau begitu, saya kembali keruangan" ucap Sarip.


"Ada apa Rania?" tanya Sarif.


"Mas aku ingin menjawab pertanyaan mas tempo hari" ucap Rania.


"Rania tidak kamu tidak bisa menjawab sekarang, tidak apa-apa. Saya akan menunggumu hingga kapanpun" ucap Sarif.


"Bukan begitu mas, saya sudah memantap untuk menjawabnya hari ini" ucap Rania.


"Mas aku ini bukanlah single melainkan aku ini single perent, aku sudah mempunyai anak. Jika mas siap menerima anak-anakku maka aku akan menerimamu mas" ucap Rania sambil menatap Sarif.


"Rania aku itu tulus mencintai dan menyayangimu, dan aku akan sangat siap menerima anak-anakmu seperti anak kandungku" ucap Sarif.

__ADS_1


"Baiklah mas, aku akan terima kamu" ucap Rania.


"Benarkah Rania, kamu terima aku?" tanya sarif.


Sarif yang terbawa suasana akhirnya memeluk Rania tanpa menghiraukan yoga diruangan itu.


Heemm... Hemmm... Yoga berpura-pura terbatuk.


"Kalian kalau ingin berpelukan jangan didepan anak kecil dong, lihat itu anakku melihat kalian" ucap yoga yang sangat kesal.


"Maaf... Maaf... Maaf pak yoga, saya lupa. Maklum saya sangat bahagia sekali" ucap Sarif.


"Terima kasih sayang, aku janji aku akan menjadi suami dan ayah untukmu dan anak-anakmu. Aku kembali bekerja dulu" ucap sarif sambil tersenyum dan tidak melihat didepan sudah ada pintu. Door... Kepala Sarif membentur pintu tersebut.


"Mas tidak apa-apa?" tanya Rania.


"It's ok sayang" ucap Sarif.


"Duh yang bahagia, jadi ini maksud mbak mengajak saya kemari?" tanya yoga dengan sangat kesal.


"Bukan... Bukan... Bukan begitu tuan, hanya saja saya itu punya janji dengannya untuk menjawab pertanyaannya hari ini" ucap Rania.


"Iya tapi tidak harus didepanku kan? Aku ingin pulang sekarang" ucap yoga.


"Baiklah, saya akan antar tuan kerumah" ucap Rania.


"Tidak perlu nanti pak Sarif mencarimu" ucap yoga.


"Iya sudah kalau tuan tidak ingin saya antar, setidaknya saya akan mencarikan taksi dan mengantar tuan ke depan" ucap Rania.


Setelah yoga berlalu, keduanya saling bergumam dalam hatinya masing-masing.

__ADS_1


"Apa-apaan sih dia? Kenapa aku jadi merasa kesal? Kenapa dia bawa aku kemari hanya untuk melihat ini" gumam yoga.


"Mas yoga maafkan aku, bukan maksudku membuatmu kesal atau marah. Aku hanya ingin membuatmu ingat denganku, maafin aku mas" gumam Rania.


__ADS_2