
irwan menganggukan kepalanya sebagaimana tanda mengerti lalu berkata.
"pasti jan,kamu tenang aja jan semua bisa aku atur,aku akan menutup mulut dan tidak akan memberitahukan ke siapapun tentang kamu."
"oke bagus deh"bajan berkata sambil mengangkat jempolnya."untuk kamu juga ran,walaupun kamu gak percaya dengan apa yang ak bicarakan,tapi aku mohon sama kamu jangan sampai terbongkar siapa aku yang sebenarnya."
"udah kamu santai aja jan,gimana aku mau ceritain ke teman teman atau ke yang lain,palingan setelah kita cerita ini aku lupa lagi.karena ya sebelum aku melihat apa yang terjadi,aku gak akan pernah percaya dengan apa yang kamu bilang."ranu berkata seperti itu ke bajan dengan nada yang sedikit meremehkan.
saat ingin merespon perkataan kedua temannya.tiba tiba hp bajan berbunyi dan terlihat nama putri yang memanggil.segera bajan mengangkat telvonnya dan kemudian berkata.
"halo, kenapa put?"
putri menjawab dengan suara yang sangat pelan."jan,kamu di mana sekarang?"
bajan dengan santai menjawab."aku di cafe dekat kota,emangnya ada apa put,kok sampe kamu ngomongnya pelan banget gitu?"
"jan,kamu bisa pulang ke posko sekarang gak?keadaan posko sekarang lagi kacau jan,ela tiba-tiba kesurupan,dari tadi dia teriak teriak gak jelas,aku sama yang lainnya udah bingung dan gak tau harus ngapain.sekarang kamu pulang ya.cepet jangan lama lama."putri memberitahukan kejadian yang terjadi di posko.
dalam hati bajan berkata."dasar ragil biadab,siang seperti ini sudah buat kekacauan di kelompok aku."
setelah bergumam dalam hati,bajan segera berkata ke putri."oke put,aku pulang sekarang juga.pesan aku,tolong kalian ikat tangan ela dengan sajadah ya,dan jangan di lepas biarin aja dia teriak teriak atau bahkan sadar sekalipun,tunggu sampai aku datang baru kalian boleh lepasinn sajadahnya dari tangannya."
"oke jan,nanti aku sampaikan,yang penting kamu cepat pulang ya."
"yaya,bajan menjawab dengan singkat lalu mematikan panggilan hpnya tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.
"wan,ran,kita harus pulang sekarang"bajan mengajak ranu dan irwan untuk segera pulang.
"lah kenapa kok buru buru amat langsung ngajak pulang?"irwan bertanya dan merasa heran dengan perubahan sikap bajan.
"udah yuk,kamu jangan banyak tanya dulu.temen aku ada yang kesurupan.sekarang kalian ke parkiran ngambil motor,biar aku yang bayar minuman kita."setelah berkata seperti itu bajan berjalan dengan cepat menuju meja kasir dan membayar minuman yang mereka pesan tadi.
sementara itu irwan dan ranu bergegas menuju ke parkiran dan menyiapkan motor.setelah membayar,bajan segera naik ke motor irwan dan memintanya untuk langsung ke poskonya.
__ADS_1
"sekarang langsung jalan aja ke posko aku ya.kalau mau pulang duluan ya pulang duluan aja ran.biar irwan yang anterin aku ke posko."
segera mereka bertiga meluncur dengan cepat,tanpa memikirkan keselamatan mereka.hanya dengan waktu 10 menit,mereka sudah sampai di posko bajan. saat itu ranu mengikuti bajan ke poskonya karena ingin karena ingin membuktikan sendiri siapa bajan sebenarnya.
dengan cepat bajan berlari ketika sampai dan langsung menuju ke posko perempuan.matanya langsung tertuju ke ela.wajah bajan seketika merah karena marah melihat ela yang tangannya tidak terikat sesuai dengan perintahnya tadi.
"wajah amarahnya segera menatap putri dengan tajam lalu berkata.
"putri!!!!tadi kan aku udah bilang ikat ela dengan sajadah apapun yang terjadi sampai aku ke posko tapi kenapa pas aku udah sampai di posko malah gak di ikat?kamu denger kan apa yang aku bilang tadi?"
putri yang di marahi oleh bajan hanya hanya tertunduk sambil berkata dengan nada lirih.
"tadi udah aku suruh teman teman buat ikat jan,tapi saat itu juga ela sadar dan nangis meminta di llepas dari ikatannya."
"dasar kamu ini gimana sih!!! kamu gak dengerin apa yang aku bilang.tadi aku juga udah bilang apapun yang terjadi sama ela, walaupun ia sudah sadar tetep kamu ikat."bajan semakin marah dengan putri dan segera mengambil sajadah yang telah di lepas tadi dan kembali mengikat ela.
saat bajan mengambil sajadah,tiara berkata kepada bajan."jan,udah jan,ela udah sadar,mau kamu apain lagi sajadahnya."
"udah kamu diem.aku tau apa yang harus aku lakuin untuk membasmi si brengsek ini"bajan memarahi tiara yang melarangnya untuk mengikat ela kembali."
saat bajan sudah tepat di depan ela yang sedang terduduk lemas,dengan senyuman bajan berkata kepada ela.
"udah sadar ela?"
ela hanya mengangguk tanpa berani menatap bajan.bajan mengulang kembali pertanyaannya dengan nada yang sangat lembut.
"el,kalau aku tanya tolong dong di jawab sambil liat mata aku.gak sopan loh kalau ada orang yang berbicara tapi matanya tidak di lihat.bisa bisa kamu kena pukul nanti."
meskipun bajan berkata seperti itu ela tetap tidak mau menjawab dan menatap mata bajan.
bajan yang mengetahui kalau sebenarnya ela belum sadarkan diri merasa marah dan tiba tiba.
"plakkkkk"
__ADS_1
satu tamparan yang sangat keras di berikan oleh bajan ke pipi ela.melihat bajan yang menampar ela dengan keras membuat semua temannya yang berada di posko tersebut berteriak secara serentak.
"jannn udah cukuppp"risa kemudian melanjutkan berkata.
"udah jan,ela itu udah sadar jangan kamu tampar gitu."
bajan yang mendengar teguran dari risa segera menoleh ke belakang sambil meletakkan jari telunjuknya di mulut lalu berkata dengan suara yang lembut namun terlihat mengerikan.
"zzztt.kalian diam aja ya.jangan ikut campur urusan aku dengan ela.aku tau apa yang harus aku lakukan."
setelah berkata seperti itu, bajan kembali menatap ela sambil berkata dengan nada yang sangat lembut.
"kamu mau menatap mata aku sekarang atau sajadah ini akan mengikat tubuhmu dengan keras."
ela yang masih di rasuki oleh makhluk peliharaan pak ragil tetap diam dan tidak berani menatap bajan.
bajan kemudian berkata dengan nada keras sambil mengangkat sajadah yang berada di tangannya.
"oke kalau gitu.aku sudah bicara baik baik tapi kamu tetap diam gak mau ngomong.sekarabg ini yang kamu minta dasar makhluk bodoh!!!"
bajan segera memukulkan sajadahnya ke badan ela dan saat itu juga ela mengeluarkan suara seperti nenek nenek.
"tidaaakkkk sakkitttttt ampun tuannn!!!"
teriakan ela tersebut membuat teman temann yang berada di belakang bajan menjadi ketakutan,keringat dingin membasahi seluruh tubuh mereka semua,tidak terkecuali ranu,dan irwan juga merasa ngeri melihat ela yang berteriak namun bukan suara aslinya yang keluar.
bajan tidak peduli dengan teriakan ela,tetap saja dia memukul badan ela dengan sajadah yang ada di tangannya.
ela yang sedang kerasukan terus meronta ronta dengan keras sambil meminta ampun agar bajan tidak memukulnya kembali.
"sekarang kamu mau keluar dari tubuh ela atau nasib mu sama seperti ke tujuh temanmu yang lainnya?"bajan berkata sambil mengancam jika makhluk yang berada di tubuh ela tidak keluar maka akan ia bawa ke penjara gantung.
"tidakk,aku tidak akan mau keluar dari sini.aku suka sama anak ini,aku mau bawa jiwanya ke dunia aku."makhluk yang merasuki tubuh ela berkata kalau ia menyukai ela dan ingin membawa jiwa ela ke alam mereka.
__ADS_1
bajan menanggapi pertanyaan itu dengan senyum yang mengerikan sambil berkata.
"ohhh,jadi kamu suka sama ela?dan kamu akan membawa jiwanya ke alam kalian?coba saja kalau bisa."