
bu linda tidak mau berdebat dengan putrinya. ia lebih memilih untuk mengalah dari pada harus berdebat dan kemudian berkata.
"ya sudah kalau begitu, ibu juga bakalan berusaha mencarikanmu calon suami. tapi itu tergantung kamu mau atau tidak. dan kalau kamu sampai tahun depan tidak juga menikah, akan ibu carikan kamu suami dan kamu harus mau menikah dengan laki laki pilihan ibu itu.
risma tidak bisa membantah Perkataan ibunya. di dalam fikirannya saat ini hanyalah bajan seorang. ia berharap bajan akan menikahinya di tahun ini. karena risma tidak mau berdebat dengan ibunya ia berkata dengan nada rendah..
"baik lah kalau begitu bu. aku akan berusaha untuk mencari calon suami. dan aku harap, kalau aku sudah membawa calon suami aku ke rumah, ibu harus menyetujuinya karena itu adalah laki laki pilihanku."
bu linda merasa sedikit senang ketika putrinya sudah berkata seperti itu lalu ia melanjutkan berkata.
"allhamdullilah kalau kamu punya fikiran seperti itu. tapi kamu harus ingat pesan ibu. kalau kamu cari calon suami harus yang baik agamanya dan sayang sama orang tuanya, dan satu lagi dia harus dari keluarga yang baik dan jelas. ibu tidak akan menyetujui kalau lelaki yang akan menjadi calon suami kamu memiliki latar belakang kehidupan dan keluarga yang tidak jelas."
risma hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. ia kemudian mengangkat piring yang sudah selesai ia cuci ke rak piring. setelah itu ia segera menuju ke ruang tamu di ikuti oleh bu linda yang berada di belakangnya. saat sampai di ruang tamu, risma melihat bajan sedang bermain game di hpnya. sebelum ia duduk di hadapan bajan, ia berkata sambil tersenyum.
"maaf ya udah buat kamu lama menunggu, tadi aku bantuin ibu cuci piring dulu di dapur."
bajan tidak marah kepada risma walaupun ia menunggu di ruang tamu cukup lama sambil berkata.
"gak masalah kak. aku juga gak terlalu buru buru kok."
Bu linda yang mengikuti Putrinya ke ruang tamu dan duduk di hadapan bajan kemudian berkata.
"habis ini rencananya aku mau ke MDA bu sama teman teman. mau silaturahmi sekalian kenalan sama kepala MDA nya. kami juga ada beberapa program kerja untuk di lakukan di sana."
__ADS_1
bu linda bertanya kepada bajan karena ia ingin tahu program apa yang akan di lakukan oleh bajan dan kelompoknya untuk MDA.
"maaf jan, kalau ibu boleh tau, kalian mau ngelakuin apa untuk MDA nanti?"
bajan sejenak berfikir tentang program yang akan ia laksanakan untuk anak anak MDA di desa lembah pulau. setelah ia mengingat program yang akan di lakukannya untuk MDA kemudian berkata.
"rencananya kami mau melaksanakan lomba MTQ bu. harapan kami dengan melaksanakan lomba MTQ itu kita bisa mendapat bibit unggul yang akan siap kita lombakan untuk tingkat kecamatan nanti. dan kalau mereka menang di tingkat kecamatan, mereka bisa mengikuti ke tingkat yang lebih tinggi lagi."
bu linda merasa bersemangat dengan program yang akan di ajukan oleh bajan untuk anak anak MDA yang ada di desa ini lalu berkata.
"program yang mau kamu ajukan ini sangat bagus jan, ibu yakin pak orlan sebagai kepala MDA langsung setuju dengan usulan kamu itu. apa lagi harapan kalian sangat bagus dengan mencari bibit unggul untuk desa ini. nanti kalau mau cari hadiahnya biar ibu bantu meminta sumbangan ke warga. yang terpenting kamu harus bisa menjalankan program ini dan harus berhasil."
"allhamdullilah kalau ibu mau membantu kami melaksanakan acaranya. besar harapan kami ibu bisa bantu agar acaranya sukses."
risma yang dari tadi hanya terdiam, tiba tiba berbicara sambil tersenyum..
"perlu tim medis gak jan? kalau perlu biar aku bantuin ya. untuk acara ini aku kasih gratis deh. biar sekalian jadi amal jariah untuk aku."
dengan semangat sambil tersenyum bajan berkata.
"Allhamdullilah terima kasih kak. siapa tau adik adik kita yang lomba ini ada yang tiba tiba sakit atau pingsan, Kita kan gak ada yang tau. nanti kakak stand by aja ya di masjid pas acaranya."
__ADS_1
risma berkata Sambil sedikit mengejek bajan.
"siap ketua!"
bajan tiba tiba menatap risma dengan mata yang sedikit melotot karena risma memanggilnya dengan sebutan ketua. namun ekspresi risma hanya senyum saja melihat bajan seperti itu. bahkan ia ikut membesarkan matanya sambil menatap ke arah bajan.
merasa tidak enak karena sudah cukup lama bajan di rumah pak teguh dan ternyata ika juga tidak mau mengikuti les, akhirnya bajan meminta izin untuk kembali ke poskonya.
"kayaknya aku sudah terlalu lama di sini. lagian ika juga tidak jadi lesnya. kalau gitu aku mau pamit pulang dulu ya bu. soalnya aku mau melihat kondisi teman teman di posko sebelum berangkat ke MDA Nanti."
bu linda sambil ber basa basi kepada bajan seolah olah menahannya sambil berkata.
"baru juga jam dua siang jan, MDA baru di mulai jam 3. masih lama waktu kamu di sini. lagian juga lagian kamu gak mungkin ke MDA di jam segitu. soalnya itu baru mulai belajar, dan semua guru lagi masuk ke kelas."
risma tidak berusaha untuk menahan bajan. ia berfikir kalau ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan hubungan mereka kedepannya akan seperti apa. dengan penuh hati hati risma berkata kepada ibunya.
"sudah lah bu, biarkan saja bajan pulang. siapa tau dia mau istirahat dulu sebelum ke MDA nanti. kan masih ada hari lain untuk bajan ke rumah kita lagi. ini masih hari ke dua dia di sini, dan masih ada 38 hari lagi sebelum bajan selesai melaksanakan KKN di sini. jadi masih sangat banyak waktu untuk bajan main ke rumah kita."
"iya kan jan?" risma melirik ke arah bajan sambil mengedipkan sebelah matanya.
melihat risma yang mengedipkan sebelah matanya, bajan merasa kalau itu sebuah kode rahasia untuknya. merasa di berikan kode oleh risma, bajan berkata sambil mengikuti ke mana arah omongan risma itu.
__ADS_1
"kak risma benar bu. aku di desa ini masih lama. masih sangat banyak waktu untuk aku bertamu ke rumah ibu. aku tadi juga dapat informasi dari teman teman satu kelompok kalau ada pembahasan mendadak mengenai kegiatan kami sore ini. jadi aku mohon izin pulang ya bu."