
"bapak, Yakin mau ikut saya buat bertemu sahabat bapak?"
pak firman hanya menggunakan kepalanya sambil berkata.
"insya Allah yakin jan,tapi apa aku gak ngerepotin kamu?kamu harus tidur dan besok kegiatan kamu pasti masih banyak."
bajan berkata sambil tersenyum kepada pak firman.
"bapak gak usah khawatir,waktu di alam lain tidak sama dengan waktu di dunia pak."
"waktu di alam lain?maksud kamu?"pak firman mengerutkan dahinya merasa heran dengan ucapan bajan.
"ya benar alam lain pak"bajan kembali mempertegas Ucapannya kemudian melanjutkan berkata.
"kalau bapak ingin bertemu dengan pak ijanh berarti bapak Harus ke alam pak ijang."
"kamu jangan bicara seperti itu.mana mungkin saya yang masih hidup bisa pergi ke alam lain."pak firman masih meragukan Ucapan bajan.
"ya sudah bapak tunggu dan lihat aja nanti."bajan merasa bosan dengan keraguan pak firman.
pak teguh yang masih berada si mushola setelah berbincang dengan pak feri kemudian mendekati bajan lalu berkata Sambil tersenyum penuh arti.
"hati hati ya malam ini ya jan."
pak teguh berpesan kepada bajan karena ia mengetahui bahwa pak ragil akan menyerangnya di malam ini.risma yang berada di samping pak teguh berkata dengan heran.
"maksud ayah apa ngomong kayak gitu?"
pak teguh hanya tersenyum melihat putrinya berkata seperti itu.kemudian ia menjelaskan alasan kepada risma kenapa ia berkata seperti itu.walaupun ia tidak menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"maksud ayah itu,bajan kan mau pulang,terus jalan ke poskonya itu kan gelap, takut nya bajan terjadi apa apa sebelum sampai di posko nanti.mangkanya ayah bilang gitu."
risma mengangguk pelan sambil berkata.
"oh kayak gitu."
lalu ia berkata hal yang sama kepada bajan sambil tersenyum manis.
"hati hati ya jan di jalan.jangan lupa besok siang nanti ke rumah ya buat ajarin adik aku."
__ADS_1
bajan tersenyum menatap risma dan berkata.
"iya terima kasih, insyaallah besok siang aku ke rumah kamu ya."
pak teguh dan risma segera meninggalkan mushola itu.pak teguh merasa penasaran kenapa ia meminta bajan untuk ke rumahnya besok siang.
"kenapa kamu nyuruh bajan buat ke rumah besok?emang gak mengganggunya.takutnya bajan itu sibuk besok siang.apa lagi dia itu ketua kelompok,banyak kerjaan yang harus di selesaikannya."
risma menjawab perkataan ayahnya.
"aku merasa kalau adik itu nilai ipa nya jwlek ayah.nah kebetulan bajan ini kuliah di jurusan fisika,jadi ya biar sekalian ngajarin adek besok."
pak teguh teringat kalau besok itu ia dan Seluruh keluarganya harus pergi untuk membantu acara tahlilan di desa lembah bandar dan berkata kepada risma.
"loh bukannya kita itu besok siang mau bantu bibi kamu mempersiapkan acara tahlilan di desa lembah bandar?atau kamu ini..."pak teguh berkata sambil tersenyum lalu berkata
"atau kamu ini suka ya sama bajan?soalnya tadi ayah lihat kamu salah tingkah kalau lagi di depan bajan."
"apa sih ayah."risma mecoba mengelak dan berusaha menghindar dari perkataan ayahnya.
sikap risma yang tiba tiba berubah membuat pak teguh semakin curiga.
"gak ayah."risma mencoba mengelak dari pertanyaan ayahnya.
"aku itu cuman kagum aja sama bajan,karena dia itu pintar dan aku lihat dia berwibawa sebagai ketua kelompok.cuma itu aja kok gak lebih."
"mata kamu itu gak bisa bohong ke ayah."pak teguh berkata kepada risma yang sedang mencoba menghindar dari pembicaraan.
bajan dan pak firman sudah tiba di rumah pak firman.ketika ia masuk ke dalam rumah,bajan tidak melihat ela di ruangan tempat mereka makan tadi.
bajan dan pak firman di sambut oleh aira,aira merupakan anak kedua pak firman.saat aira menyalam tangan ayahnya.pak firman berkata karena tidak melihat ela.
"ela di mana?kok dia gak ada di sini?"
aira segera memberitahukan keberadaan ela.
"kak ela itu tadi aku ajak ke kamar aku untuk istirahat,sekarang dia lagi tidur."
"oh gitu ya."
__ADS_1
pak firman menganggukan kepalanya lalu menyuruh bajan masuk ke dalam rumahnya.bajan dan pak firman segera duduk dikursi ruang tamu.pak firman berkata sambil basa basi ke bajan.
"mau minum apa jan?biar aira yang buatkan mumpung dia belum tidur."
"gak usah repot repot pak."bajan menjawab singkat.
"sudah jan, jangan sungkan gitu,anggap saja bapak ini ayah kamu.kita buat kopi ya jan."
bajan hanya tersenyum mendengar pak firman berkata seperti itu.
pak firman lalu memanggil aira sambil berkata.
"buatkan kopi nak untuk ayah dan bajan ya.yang kopi hitam ya nak."
"iya ayah,tunggu sebentar ya aku buatkan."aira berkata sambil sedikit berteriak karena ia sedang berada di dapur.
tidak sampai 10 menit,aira datang dengan membawa dua gelas kopi hitam dan cemilan di piring.
bajan yang sedang ngobrol santai dengan pak firmann baru menyadari kecantikan aira dari jarak yang dekat.tadi dia tidak menyadari kecantikan aira,karena ia sedang sibuk dengan ela.cukup lama ia menatap wajah aira dan tiba tiba pak firman berkata.
"kenalin jan,ini aira anak bapak,aira ini anak bapak yang ke dua pas di bawah dimas.aira kenalin ini bajaan,ketua kelompok dari kkn universitas an nur."
bajan dan aira kemudian saling berjabat tangan.saat berjabat tangan bajan merasakan telapak tangan aira kasar.
karena merasakan telapak tangan aira yang kasar,bajan bergumam dalam hati.
"telapak tangannya kasar banget,pasti dia rajin di rumah."
bajan lebih menyukai jika seorang perempuan memiliki telapak tangan yang kasar,di bandingkan perempuan yang memiliki telapak tangan halus.baginya perempuan yang memiliki telapak tangan yang kasar itu rajin di rumah.sementara itu perempuan yang tangannya halus kebanyakan lebih fokus merawat dirinya dan hanya membantu pekerjaan seadanya.
namun bajan sampai saat ini belum merasakan telapak tangan risma.ia masih penasaran dengan telapak tangan risma.bajan dan risma belum pernah bersalaman sekalipun.karena risma yang memang tidak mau bersentuhan jika bukan Mahramnya.
setelah melepas tangan aira,bajan berkata kepada pak firman.
"aira rajin ya pak kalau di rumah?"
pak firman terkejut dengan pertanyaan bajan secara tiba tiba itu, kemudian pak firman berkata sambil menyuruh aira duduk di sampingnya.
"iya jan aira ini,putri bapak yang paling rajin.walaupun bapak punya 4 orang putri,namun aira ini yang paling rajin membantu ibunya beres beres.putri bapak yang lainnya bukannya tidak rajin,semuanya rajin kok.cuman untuk biasanya aira yang bantu,sementara adik adiknya itu mereka bagi tugas,ada yang mencuci piring,ada yang membereskan rumah.aira juga sering bantu bapak kalau llagi di kebun.kamu kok bisa tau sih kalau aira ini rajin di rumah."
__ADS_1