KKN DUNIA GHAIB

KKN DUNIA GHAIB
melanjutkan pembahasan part 79


__ADS_3

brian kemudian mengarahkan bajan menuju taman nasional. hanya membutuhkan waktu 15 menit, mereka sudah sampai di tempat yang akan mereka tuju. namun saat memarkikan motor, hp bajan yang berada di saku celananya berdering. kemudian bajan mengambil hp dari sakunya dan saat itu ia melihat nama putri yang sedang menelfonya. segera bajan menjawab panggilan itu dan berkata dengan nada santai.


" halo assalamu'alaikum put, kenapa?"


putri ternyata melihat bajan berboncengan dengan risma saat mereka melewati posko KKN. dengan sedikit marah putri berkata kepada bajan.


"wallaikumsalam, kamu mau ke mana jan? aku lihat kamu tadi lewat di depan posko sambil berboncengan berdua naik motor sama siapa itu?"


bajan sedikit terkejut ternyata putri melihat dirinya saat melewati posko mereka. bajan berusaha menenangkan dirinya dan kemudian berkata.


"oh itu, aku lagi di kota sama kak risma. dia tadi minta temenin aku untuk ke taman nasional, katanya sih ada yang mau di belinya."


bajan sama sekali tidak berbohong kepada putri. dia berkata apa adanya, hanya saja kalimatnya yang sedikit di permainkan. saat ini risma memang ingin membeli jus, tapi ada maksud tersendiri selain hanya membeli jus. tidak mungkin bajan memberi tau maksud dan tujuannya ke Taman nasional kepada putri.


mendengar jawaban bajan itu, membuat putri tidak merasa curiga sama sekali terhadapnya. di dalam fikirannya, kalau bajan ke kota bersama risma ingin membeli buku untuk adiknya. tanpa rasa curiga sedikitpun putir berkata dengan nada santai.


"oke deh kalau gitu jan, hati hati ya. nanti kalau udah dapet apa yang di beli sama risma langsung pulang ke posko ya. soalnya tadi pagi kamu udah bilang kalau sore ini kita mau ke MDA."


bajan berkata dengan santai.


"iya put kamu tenang aja aku gak bakal lupa kok. aku gak akan lama di sini. kalau udah selesai kita berdua langsung pulang kok."


setelah berkata seperti itu, bajan kemudian berkata kepada putri.

__ADS_1


"udah ya put, kalau kamu nelvon terus bisa makin lama di sini. kita juga baru sampai, yang mau di beli sama kak risma juga belum dapat."


"oke deh kalau gitu jan, maaf udah ganggu. assalamu'alaikum." putri berkata dengan singkat.


bajan segera memutuskan panggilannya dengan putri setelah mengucapkan salam. ia segera meletakkan kembali hpnya ke dalam kantong celananya dan kemudian ia berkata sebelum risma bertanya.


"barusan itu putri nelvon aku. tadi dia lihat kita lewat di depan posko. untung aja aku bisa jawab, akhirnya dia gak curiga sama kita."


risma yang mendengar percakapan antara bajan dan putri bertanya hanya memastikan.


"tadi putri bilang apa aja jan?"


bajan berkata sambil berjalan mencari tempat yang enak untuk mereka ngobrol.


mengetahui kalau bajan jujur, risma tidak mempermasalahkan tentang itu lagi. sambil mencari tempat yang nyaman, risma menunjuk ke sebuah tempat yang sangat teduh untuk mereka ngobrol. tempat tersebut tidak terlalu ramai karena saat ini masih siang, dan tempat tersebut langsung menghadap ke arah sungai. sehingga pemandangan yang mereka lihat adalah aliran air yang sangat tenang.


risma segera memesan minuman favoritnya yaitu jus alpukat, dan bajan juga memesan jus favoritnya yaitu jus mangga. setelah memesan minuman, mereka berdua segera memilih tempat duduk dan bajan memulai membuka obrolan.


"kak aku mau nanya sama kakak. kakak emang bener apa cuma bohong aja kalau ada rapat di kantor camat biar kita bisa ke sini berdua?"


sambil mengambil hpnya, risma melihatkan riwayat panggilan televonnya sambil berkata.


"ini coba by lihat sendiri panggilan dari mentor aku. yang pertama pas kita di rumah tadi, dan yang kedua pas kita lagi di jalan tadi. ya gak mungkin aku bohong jan. apa lagi yang aku bohongi itu ibu aku sendiri."

__ADS_1


bajan merasa ada sedikit keanehan dengan risma. kemudian ia bergumam di dalam hatinya.


"tumben risma pakai kata by, biasanya dia pakai kamu."


karena penasaran bajan bertanya kepada risma.


"iya aku percaya kak. tapi sebentar kak. tumben kakak barusan bilang by. biasanya juga pakai kamu pas ngobrol sama aku. tumben banget kak."


sebenarnya risma tidak menyadari saat ia berkata seperti itu. semua itu keluar dari mulutnya secara refleks. karena merasa tidak berkata seperti itu risma bertanya.


"loh masa iya sih jan. aku manggil kamu gitu?"


dengan sabar bajan berkata.


"kalau kakak gak bilang gitu ya gak mungkin aku merasa heran kak. kakak sih suka gak sadar kalau lagi berbuat sesuatu. hati hati loh kak jangan sering kayak gitu. bisa bahaya nanti kak. siapa tau kalau kakak lagi menangani pasien, terus kakak lagi gak sadar kalau lagi ngomong. bisa bisa kakak salah obati nanti."


secara perlahan, bajan sudah bisa menemukan kekurangan pada diri risma. namun kekurangan itu masih bisa ia terima dan ia maklumi. ia merasa kalau setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. selagi masih ia ingatkan maka tidak terlalu menjadi masalah pada dirinya.


kemudian bajan langsung saja masuk ke obrolan inti mereka, karena mengingat waktu mereka yang sangat terbatas untuk saat ini.


"jadi bagaimana kak tentang hubungan kota selanjutnya? apa tidak terlalu cepat kalau kita memutuskan sebuah hubungan. kita ini baru kenal kemarin loh kak, masa iya kita langsung menentukan sebuah hubungan. apa kakak tidak memikirkannya terlebih dahulu?"


risma yang baru saja merasakan jatuh cinta tidak bisa lagi mengontrol dan menahan dirinya untuk kali ini. ia segera berkata dengan cepat bahkan tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"tadi pas aku lagi cuci piring sama ibu. sempat ibu nanya tentang kita jan. namun aku masih bisa mengelak semua tuduhan yang ibu bilang ke aku. aku percaya dengan apa itu cinta pada pandangan pertama. namun itu sayangnya bukan terjadi di aku. justru kamu yang duluan merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. aku mulai jatuh cinta sama kamu itu setelah mengetahui kalau kamu ternyata ketua kelompok dan kamu kuliah di jurusan yang tidak banyak orang suka. memang ini sepertinya konyol jan, tapi aku gak bisa menahan rasa ini. ibu tadi juga memberi aku waktu sampai tahun depan untuk menemukan laki laki pilihan aku. jujur aja aku gak suka yang namanya perjodohan. karena ini bukan lagi jamannya siti nurbaya, yang kental akan perjodohan. jadi aku merasa sudah menemukan lelaki yang tepat untuk jadi pasangan hidup aku kedepan yaitu kamu jan."


__ADS_2