
"aku inget banget dulu aku itu sering di bawa orang tua aku ke sebuah tempat dan aku di suruh duduk sambil memejamkan mata.tapi aku gak tau apa tujuan orang tua aku membawa aku ke tempat itu.aku cuma ngikut aja apa yang mereka katakan."
bajan lalu bertanya lebih dalam.
"selama kamu di sana itu kamu di apain sama mereka?kamu masih ingat gak?"
intan mencoba kembali mengingat di saat usianya 6tahun.cukup lama intan mengingat kejadian tersebut dan perlahan ingatan masa kecilnya muncul kembali dan setelah itu ia berkata.
"waktu aku di sana itu kepala aku di elus elus samaa orang yang kami datangi sampai aku tertidur nyenyak."
"oke deh jan kalo gitu."
"kamu pernah gak nanya ke ayah atau ibu kenapa mereka sering membawa kamu ke sana?"
"pernah jan."ucap intan yang menjawab pertanyaan dari bajan.
"kalo kamu pernah nanya,apa alasan mwreka membawa kamu ke sana?"tanya bajan.
"mereka bilang setiap kali aku tidur dan ngigau manggil manggil ayah di mana,ayah di mana.paginya aku langsung di bawa lagi ke tempat itu dan hal yang sama di lakukan lagi ke aku.aku di suruh duduk sambil memejamkan mata kemudian kepala aku di elus elus sama dia."
sedikit demi sedikit bajan sudah mulai mengorek tentang masa kecil intan kemudian bertanya kembali.
"waktu kamu ngigau itu kamu ingat gak kenapa kamu sampai ngigau gitu.atau dalam kata lain,kamu mimpi apa pas ngigau itu?masih ingat gak?"
intan sama sekali tidak mengingat kejadian yang di alaminya saat ngigau lalu berkata kepada bajan.
"aku udah lupa jan,kenapa aku bisa ngigau gitu."
"oalah ya udah gak masalah."bajan memaklumi karena kejadian itu sudah cukup lama di alami intan.bajan kemudian bertanya.
"kamu masih ingat gak kapan terakhir kamu di bawa ke tempat itu?"
-
intan sangat mengingat kapan ia terakhir di bawa ke dua orang tuanya ke tempat itu lalu berkata.
__ADS_1
"kalau yang ini aku ingat jan.aku terakhir kali ke sana itu waktu SD kelas dua waktu itu umur aku berjalan 8 tahun."
intan kemudian menganggukan kepalanya lalu berkata.
"aku ingat banget tempatnya jan.pas terakhir aku ke sana itu tempatnya di kabupaten kota jalur ini juga.cuman aku lupa di mana lokasi tepatnya."
bajan yang ingin tau tempat itu kemudian bertanya kepada intan.
"kalau kamu gak keberatan,kamu bisa gak tanya ke orang tua kamu di mana persis tempat nya."
"emang kenapa sih jan?kamu mau tau tempatnya?"
sempat bajan terdiam dengan pertanyaan intan tersebut.otaknya segera mencari alasan untuk menjawab pertanyaan dari intan.akhirnya setelah memikirkan jawaban tersebut,bajan berkata.
"aku pengen tau tempatnya karena aku rasa dia bisa membantu aku buat mengusir makhluk yang sudah mengganggu kamu itu.kita itu di sini selama 45 hari loh.kan gak mungkin kalo tiap malam kamu di ganggu sama makhluk halus terus.jadi aku mau bawa kamu ke tempat orang itu sekalian silahturahmi.tolong ya coba tanyain ke orang tua kamu di mana tempat yang pastinya."
intan tidak menaruh curiga sama sekali sama perkataan dan tindakan bajan.dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya ia bisa terbebas dari hantu yang telah mendatanginya tadi malam.menurutnya alasan bajan itu masuk akal dan ia segera mengambil hpnya dari saku rok panjang yang ia gunakan, kemudian segera menghubungi ayahnya.
"assalamu'alaikum ayah."ucap intan yang telvonnya sudah di angkat oleh ayahnya.
"lumayan sih,ayah lagi rapat di kantor sama anak buah ayah.ada apa nak?"
"gini ayah,intan mau nanya,tempat ayah sama ibu dulu bawa aku waktu kecil pas aku lagi ngigau itu di mana?waktu aku sering ngigau dulu,ke mana ayah bawa aku?"
ayah intan merasa heran kenapa tiba tiba anaknya bertanya seperti itu.
"kamu kenapa kok tiba tiba nanya gitu?"
intan langsung menjelaskan kepada ayahnya.
"jadi tadi malam itu aku di ganggu sama dua makhluk halus. mereka berdua itu berwujud pocong dan kuntilanak berbaju putih.terus tadi malam itu aku pingsan setelah liat dua sosok itu.nah kebetulan ini ada teman aku yang mau bantu ngebebasin aku dari makhluk itu."
ayah intan penasaran dengan siapa orang yang mau membantu anaknya buat membebaskan dari gangguan makhluk halus itu kemudian berkata.
"ayah boleh ngomong sebentar sama temen kamu yang mau membantu kamu itu?"
__ADS_1
"boleh ayah."intan berkata sambil memberikan hpnya kepada bajan.kemudian bajan mengambil hp intan dan berkata.
"assalamu'alaikum om."
mendengar suara bajan,ayah intan merasa tidak asing dengan suara itu dan bertanya.
"wallaikumsalam,kamu bajan ya?anak yang mulia raja ibrani?"
bajan langsung terkejut dan segera menjauh dari intan.setelah menjauh bajan berkata dengan suara yang sangat pelan.
"maaf om ini siapa ya?kok bisa kenal sama aku?terus kenapa om bisa tau aku anaknya raja ibrani padahal aku belum ngasih tau nama aku."
ayah intan segera berkata kepada bajan dengan hormat.
"saya sudah sangat hafal sama suara kamu jan, waktu kamu kecil sampai kamu SMK saya yang jagain kamu.makanya saya bisa tau nama kamu walaupun dari suaramu saja.oh maaf saya lupa memperkenalkan diri.nama saya bagus.asisten ahli ayah kamu.kamu sekarang lagi di mana?kok bisa sama anak saya intan?"
bajan menjelaskan dengan nada yang sangat pelan agar tidak di ketahui oleh intan.
"oalah ternyata om ini asisten ayah ya.iya iya aku inget om.sekarang aku ini lagi kkn om dan kebetulan anak om yang bernama intan ini satu kelompok sama teman aku.kami cuma beda desa aja.oh ya om aku mohon banget sama om jangan kasih tau ayah kalau aku ada di sini sekarang.dan juga aku mohon sama om jangan kasih tau intan siapa aku yang sebenarnya.kalau gak posisi om akan terancam."
ayah intan langsung ketakutan mendengar ancaman bajan,dan ia berkata dengan nafas yang tertahan.
"baik lah.om akan jaga rahasia identitas asli kamu.tapi om mau nanya kamu beneran mau bantu intan untuk menyelesaikan masalahnya?"
bajan yang merasa lega karena identitasnya tidak akan di bongkar oleh ayah intan dan berkata.
"iya bener om.bagaimana pun juga intan ini anggota kelompoknya teman aku.aku ngerasa kasihan ngeliat intan kayak tadi malam.jadi aku berniat untuk membantunya terbebas dari gangguan makhluk halus."
setelah di rasa aman dengan identitasnya,bajan segera kembali ke pondok dan kembali duduk di depan intan sambil berkata.
"kalo boleh tau om,dulu waktu intan kecil om dan tante sering bawa intan ke mana ya? kebetulan intan sudah cerita panjang lebar tentang masa kecilnya."
ayah intan menyebutkan nama tempat di mana ia membawa intan sewaktu masih kecil dulu.
"om sama tante dulu membawa intan itu tidak jauh dari tempat kalian kkn,tepatnya di kecamatan selan desa rawu nama orangnya itu ki krasa.dia sudah sangat mengenal intan, jadi kalau kalian ke sana sudah pasti ki krasa mengenal intan.wajah intan tidak jauh berbeda dari kecil sampai sekarang."
__ADS_1