
"oke." bajan dengan cepat berkata.
pocong tersebut melanjutkan perkataannya.
"baik lah aku lanjutkan. aku dan kuntilanak ini pacaran sudah sangat lama. saat tadi malam itu kami sudah tidak lagi menahan nafsu kami kalau kami sudah di landa nafsu seprti itu biasanya kami langsung menuju bekas balai desa lembah danau dan melakukan hubungan badan di sana kebetulan tempat kami biasa melakukan hubungan badan itu di kamar mandi yang berada di lantai dua dan aku juga biasa menggunakan kain putih sebagai alas kami nah untuk kain jatuh itu memang si kuntilanak ini yang sengaja menjatuhkannya di kamar mandi kami saat itu tidak menyadari kalau di sana ada manusia yang sedang buang air. akhirnya kami berdua mengganggunya di depan pintu namun ia sangat lama sekali keluar dari kamar mandi itu, akhirnya kami membuka paksa kamar mandinya karena saat itu kami sudah di landa nafsu birahi yang sangat tinggi dan harus di selesaikan saat itu juga padahal sebelum itu aku sudah bilang ke kuntilanak untuk diam saja di belakang aku eh si bodoh ini malah terbang terbang gak jelas sambil tertawa cekikikan karena si bodoh ini terus tertawa membuat manusia yang melihat kami itu langsung pingsan. kami yang sedang di landa birahi sudah tidak peduli lagi dan kami langsung masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan hubungan badan.
bajan tidak bisa menahan tertawanya saat pocong yang sedang berada di bawah kakinya itu bercerita.
"hahahaha dasar kalian sama bodohnya sekarang aku mau tanya bagaimana cara kalian berhubungan badan sedangkan tangan sama kaki kamu aja teringat seperti ini."
pocong tersebut menjelaskan kepada bajan dengan pasrah.
" biasanya si kuntilanak ini membuka kain kafan aku duluan sehingga tangan aku bisa bebas bergerak. nah setelah itu baru aku melepas gaun putih yang di gunakannya habis itu baru kamu melakukan hubungan badan tanpa adanya hambatan."
bajan merasa penasaran dengan cerita pocong tersebut kemudian bertanya.
"biasanya kalian berdua berhubungan badan berapa ronde?"
"biasanya bisa sampai 7 ronde sih tergantung dia kuat apa gak kalau aku bisa kuat sampai 10 ronde" pocong itu menjawab dengan cepat.
mata bajan berbelalak ketika mendengar pocong dan kuntilanak bisa melakukan hubungan badan sampai 10 ronde dan berkata. bajan memindahkan pijakannya menuju lutut pocong.
"ini dengkul apa gak kopong main sampai 7 ronde seperti itu?"
sempat pocong itu tersentak ketika bajan menginjak lututnya kemudian berkata.
__ADS_1
"kami kan beda tidak seperti kalian Manusia kami ini memiliki tenaga yang sangat kuat. apalagi aku yang tangan dan kaki dalam kondisi terikat gak banyak gerakan yang bisa aku aku lakukan sehingga tenaga aku terkumpul sangat banyak."
bajan semakin tersenyum mendengar jawaban pocong tersebut lalu ia bertanya kembali.
"kamu apa gak takut kalau kuntilanak ini hamil? kalian kan belum menikah kalau seandainya dia hamil gimana?"
belum sempat pocong itu menjawab bajan sudah memindahkan pijakan kakinya pada alat vital pocong tersebut.
"akhhhh sakit!!!" teriak pocong itu sangat keras saat bajan menginjak alat vitalnya.
saat menginjak itu bajan berkata sambil tertawa kemudian setelah itu bertanya.
" kamu nafsu saat cerita seperti ini? di saat yang terdesak ini kamu masih bisa merasakan nafsu?"
pocong itu hanya terdiam malu kemudian bajan menginjak mulut pocong tersebut dengan sangat keras sampai mengeluarkan darah yang sangat banyak lalu berkata.
darah semakin banyak keluar dan menetes hingga ke kain kafannya. penyebab darah tersebut keluar, karena banyak giginya yang patah di saat bajan menekan kakinya sangat kuat pada mulut pocong tersebut.
hal itu yang membuat Pocong berwajah gelap tersebut tidak bisa berkata apa apa lagi ia hanya bisa menahan rasa sakit dan beberapa giginya tertelann ke dalam kerongkongannya dan kemudian masuk ke perutnya.
bajan mengetahui saat ia menginjak mulut pocong itu mengakibatkan giginya patah berkata dengan nada yang sangat dingin.
"coba buka mulut kamu sekarang?"
dengan pasrah pocong itu membuka mulutnya, bajan langsung tertawa dengan sangat keras.
__ADS_1
"hahahahah. heh gigi kamu tertelan ya?" bajan semakin tertawa dengan keras setelah itu lanjut berkata.
"sudahlah, gak bisa berdiri, nafsuan eh sekarang malah di tambah ompong enaknya aku panggil kamu sekarang ini pocong mesum ompong dan untuk si kuntilanak itu aku manggilnya kuntilanak bisu."
bajan merasa puas setelah menyiksa kedua makhluk itu satupun Perkataan yang keluar dari mulut pocong itu tidak di percayai oleh bajan menurutnya pocong itu hanya berbohong demi bisa bebas dari tangan bajan namun usahanya tersebut sia sia bajan tetap saja terus menyiksa pocong dan kuntilanak itu.
setelah merasa puas bajan berkata kepada salah satu pengawalnya.
"aku sudah puas mengerjai dua makhluk yang ternyata memiliki nafsu yang sangat tinggi ini. sekarang kalian seret mereka berdua menuju rumah pak ragil dan kalian harus lakukan apa yang aku perintahkan tadi kalian berdua mengerti?"
"siap mengerti tuan." jawab kedua pengawal bajan dengan bersamaan.
"bagus sekarang juga kalian bawa dua peliharaan ragil ini ke kandangnya." bajan memberikan perintah kepada pengawalnya.
mendapat perintah dari bajan dengan sangat cepat dan brutal dua pengawal ini langsung menarik tangan kuntilanak serta menarik ikatan yang berada di kepala pocong tersebut untuk menuju ke rumah pak ragil.
bajan hanya tersenyum melihat kerja dua pengawalnya saat menarik pocong dan kuntilanak itu keluar dari rumah pak teguh.
merasa pekerjaannya telah selesai bajan segera kembali ke tubuh aslinya saat itu, Risma telah membaringkan tubuh bajan di karpet yang berada di ruang tamu rumahnya dengan cepat bajan mengikuti bentuk tubuh aslinya dan dalam hitungan detik ia membuka matanya.
setelah membuka matanya bajan kemudian langsung duduk sambil menatap wajah risma yang dalam kondisi keadaan panik.
melihat bajan telah membuka kedua matanya, tanpa di sadari dan secara refleks risma memeluk tubuh bajan sambil berkata.
"Alhamdulillah jan, kamu sudah sadar aku tadi sempat panik karena kamu tiba tiba diam sambil menutup mata."
__ADS_1
bajan merasakan detak jantung risma sangat kencang saat dadanya dan dada risma bertemu. ekspresi bajan saat itu sangat tenang dan tidak melakukan tindakan apapun. ia tau kalau risma Melakukan perbuatan ini di luar kesadarannya. jika bajan menyentuh tubuh risma untuk melakukan respon, akan membuat risma tersadar dan segera melepaskan pelukan pada tubuhnya. hal itu yang membuat bajan membiarkan risma memeluk dirinya.
sambil tetapi memeluk bajan, risma lanjut berkata sambil mengeluarkan air mata.